Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

05. Pengadilan di Ranjang Kematian Kaisar

Aroma obat-obatan yang pahit dan asap hio yang pekat memenuhi Istana Pengobatan Utama. Di balik tirai sutra kuning tipis, terdengar suara batuk berat dari penguasa tertua di Chang'an. Kaisar perlahan-lahan sekarat, namun sepasang matanya yang mulai meredup masih menyimpan sisa-sisa kewibawaan seorang naga.

Di depan ranjang naga, atmosfer terasa begitu mencekam hingga suara napas pun terdengar jelas.

Sheng Wangshu berlutut di sisi kiri dengan ziarah militernya yang kaku, sementara Fang Yin berlutut di sisi kanan dengan keanggunan yang dingin. Di dekat pintu masuk, Li Xiao berdiri bersedekah dada, mengawasi situasi dengan senyum tipis yang sulit diartikan.

---

### Kebohongan yang Mengikis Tanah

"Wangshu..." suara Kaisar terdengar serak, bergetar karena usia dan racun yang perlahan menggerogoti tubuhnya. "Kudengar... kau telah menikahi putri dari Jenderal Besar Fang. Apakah segel militer wilayah utara... sudah berada di tangan yang tepat untuk melindungi kekaisaran ini?"

Sheng Wangshu menundukkan kepalanya dalam-dalam, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Ini adalah momen yang paling ia takuti. Segel militer itu belum sepenuhnya dikuasai karena Fang Yin telah merobek akta pernikahan sebelum segel itu diserahkan secara resmi oleh tetua keluarga.

"Melapor kepada Yang Mulia," Wangshu mencoba menstabilkan suaranya. "Pernikahan hamba dan Fang Yin berjalan lancar. Namun, karena kondisi kesehatan Fang Yin yang kurang stabil pasca-pernikahan, penyerahan segel sedikit tertunda. Hamba memastikan..."

"Dia berbohong, Yang Mulia."

Suara jernih dan tegas Fang Yin memotong kalimat Wangshu tanpa ragu.

Wangshu menoleh cepat, matanya melebar menatap Fang Yin dengan kilatan peringatan yang tajam. "Fang Yin! Di hadapan Kaisar, kau tidak boleh bicara sembarangan!"

Fang Yin mengabaikan tatapan Wangshu. Ia bersujud dengan khidmat, lalu menegakkan tubuhnya, menatap langsung ke balik tirai tempat Kaisar berbaring.

> **"Yang Mulia Kaisar, Jenderal Sheng Wangshu telah melakukan kejahatan penipuan besar kepada Kekaisaran. Pernikahan kami hanyalah sebuah kedok politik yang direncanakan oleh faksi Pangeran Kedua untuk merebut paksa segel militer utara dari tangan Keluarga Fang yang setia."**

Dari balik lengan bajunya, Fang Yin mengeluarkan selembar kain sutra putih—itu adalah surat perjanjian rahasia antara Sheng Wangshu dan faksi Pangeran Kedua yang berhasil dicuri oleh mata-mata Li Xiao beberapa malam lalu.

"Ini adalah bukti tertulis rencana mereka untuk menyingkirkan hamba setelah segel didapatkan, dan menyerahkan kendali militer kepada pihak yang ingin mengudeta takhta," lanjut Fang Yin dengan lantang.

---

### Murka Sang Naga

Sheng Wangshu merasakan seluruh darahnya membeku. "Ini palsu! Yang Mulia, ini adalah fitnah yang direncanakan oleh Pangeran Ketiga, Li Xiao, untuk menjatuhkan faksi kami!" Wangshu menunjuk Li Xiao dengan tangan gemetar.

Kaisar terbatuk keras hingga memuntahkan darah hitam ke saputangannya. Kasim tua segera maju dengan panik, namun Kaisar melambaikan tangan, memberi isyarat agar surat di tangan Fang Yin dibawa kepadanya.

Setelah membaca beberapa baris tulisan di atas sutra tersebut, mata Kaisar mendadak membelalak penuh amarah. Stempel pribadi Keluarga Sheng di atas kain itu tidak bisa dipalsukan.

"Sheng... Wangshu!" raung Kaisar, suaranya parau namun menggelegar. "Keluarga Sheng telah menerima kemurahan hati kekaisaran selama tiga generasi... dan ini caramu membalas kesetiaan Jenderal Fang yang gugur di perbatasan?!"

"Yang Mulia, ampuni hamba! Hamba dijebak!" Wangshu bersujud berkali-kali hingga dahinya membentur lantai batu dan berdarah. Di dalam hatinya, rasa takut bercampur dengan rasa tidak percaya bahwa Fang Yin—wanita yang dulu selalu menatapnya dengan penuh cinta—kini dengan begitu dingin mendorongnya ke tepi jurang kematian.

Li Xiao akhirnya melangkah maju, menjatuhkan diri berlutut di samping Fang Yin dengan gerakan yang sangat dramatis namun penuh kepalsuan yang indah.

"Ayahanda Kaisar, demi menjaga stabilitas Chang'an dan keselamatan sisa Keluarga Fang yang setia, hamba memohon agar hak pengelolaan segel militer utara dikembalikan sepenuhnya secara hukum kepada Fang Yin sebagai pewaris sah tunggal. Dan... izinkan hamba untuk menjaganya sebagai tunangan resmi hamba."

Pernyataan Li Xiao membuat aula kembali senyap. Fang Yin melirik Li Xiao dari sudut matanya. Meskipun ini adalah bagian dari rencana aliansi mereka, mendengar kata "tunangan" keluar dari mulut pria itu membuat jantungnya berdegup aneh untuk sesaat.

Kaisar yang napasnya kian memendek mengangkat tangan kanannya yang gemetar. "Kabulkan... Segel utara tetap milik Fang Yin... Dan Sheng Wangshu... jabatannya dicopot, tahan dia di kediamannya hingga penyelidikan faksi Pangeran Kedua selesai!"

---

### Obsesi yang Terbakar

Saat para pengawal istana menyeret Sheng Wangshu keluar, pria itu sempat menahan langkahnya tepat di samping Fang Yin. Dengan wajah yang berlumuran darah dan mata yang memerah akibat amarah dan keputusasaan, ia berbisik dengan nada yang teramat pekat.

"Kau menang hari ini, Yin-er... Tapi kau pikir Li Xiao benar-benar menginginkanmu? Dia hanya memanfaatkanmu untuk takhta itu! Aku tidak akan pernah melepaskanmu... kau dengar aku? Kau adalah istriku, dan selamanya akan begitu!"

Fang Yin bahkan tidak menoleh saat Wangshu diseret pergi. Namun, kata-kata itu meninggalkan gema yang sunyi. Ia tahu, tirai konspirasi baru saja terbuka, dan hubungannya dengan Li Xiao kini telah resmi diikat di hadapan seluruh negeri—baik sebagai sekutu, maupun sebagai sepasang kekasih di atas papan catur yang mematikan.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel