
Ringkasan
**SINOPSIS** **Fang Yin**, putri tunggal dari Jenderal Besar Keluarga Fang yang legendaris, adalah seorang wanita tangguh yang lebih akrab dengan aroma darah di medan perang daripada wewangian kuas di ibu kota. Namun, ketangguhannya runtuh ketika ia jatuh cinta pada **Sheng Wangshu**, seorang jenderal muda yang tampan dan karismatis. Pernikahan agung yang ia impikan menjadi awal dari mimpi buruknya; di malam pengantin mereka, Wangshu mengaku bahwa cinta dan pernikahannya hanyalah pion politik untuk merebut segel militer Keluarga Fang demi mendukung faksi Pangeran Kedua. Lebih menyakitkan lagi, pria yang dicintainya itu ternyata berselingkuh dan mencintai sepupu Fang Yin sendiri, **Fang Ruo**, wanita bermuka dua yang selama ini berpura-pura lemah lembut.
01. Pengkhianatan di Balik Tirai Redup
**SINOPSIS**
**Fang Yin**, putri tunggal dari Jenderal Besar Keluarga Fang yang legendaris, adalah seorang wanita tangguh yang lebih akrab dengan aroma darah di medan perang daripada wewangian kuas di ibu kota. Namun, ketangguhannya runtuh ketika ia jatuh cinta pada **Sheng Wangshu**, seorang jenderal muda yang tampan dan karismatis. Pernikahan agung yang ia impikan menjadi awal dari mimpi buruknya; di malam pengantin mereka, Wangshu mengaku bahwa cinta dan pernikahannya hanyalah pion politik untuk merebut segel militer Keluarga Fang demi mendukung faksi Pangeran Kedua. Lebih menyakitkan lagi, pria yang dicintainya itu ternyata berselingkuh dan mencintai sepupu Fang Yin sendiri, **Fang Ruo**, wanita bermuka dua yang selama ini berpura-pura lemah lembut.
Di tengah badai pengkhianatan dan kehancuran hatinya, Fang Yin melarikan diri ke tengah hujan malam kota Chang'an. Di sanalah ia bertemu dengan **Li Xiao**, Pangeran Ketiga yang misterius, kejam, dan dijuluki sebagai "Iblis Berwajah Rubah". Li Xiao, yang memiliki agenda tersembunyi untuk merebut takhta, menawarkan kesepakatan berdarah: ia akan menjadi kekuatan bagi Fang Yin untuk membalas dendam kepada Sheng Wangshu dan Keluarga Fang yang berkhianat, asalkan Fang Yin mau menjadi sekutu utamanya dalam perang perebutan kekuasaan.
Seiring berjalannya waktu, Fang Yin bertransformasi dari seorang wanita yang dikhianati menjadi ahli strategi yang ditakuti di istana belakang. Namun, jalan balas dendam ini tidaklah sederhana. Hubungannya dengan Li Xiao yang awalnya murni karena politik, perlahan berubah menjadi romansa yang rumit, penuh kecurigaan, sekaligus gairah yang membakar—di mana keduanya harus terus menebak apakah perasaan mereka nyata atau sekadar taktik manipulasi.
Di sisi lain, Sheng Wangshu mulai menyadari kehilangan terbesarnya setelah Fang Yin pergi, memicu obsesi gila untuk merebut kembali mantan istrinya, sementara Fang Ruo menghalalkan segala cara untuk menghancurkan Fang Yin sepenuhnya. Di tengah konspirasi takhta yang berdarah, rahasia masa lalu, dan cinta segitiga yang mematikan, Fang Yin harus memilih: hancur bersama dendam masa lalunya, atau membuka hatinya yang telah retak untuk sang Pangeran Iblis demi masa depan yang baru.
## Bab 1: Teratai yang Retak
Gerbang kayu kediaman Utama Keluarga Fang berderit berat, membelah keheningan malam yang membeku di Ibu Kota Chang'an. Di bawah guyuran hujan perak di awal musim gugur, Fang Yin berdiri mematung. Gaun sutra merah pernikahannya yang megah kini basah kuyup, menempel dingin di kulitnya, sewarna dengan darah yang mengalir dari luka di telapak tangannya sendiri.
Baru tadi siang, ia adalah pengantin wanita yang paling dicemburui di seluruh negeri. Ia menikah dengan Jenderal Muda Sheng Wangshu—pria yang memenangkan hatinya di medan perang, pria yang berjanji akan melindunginya seumur hidup.
Namun malam ini, di dalam aula yang masih dipenuhi lampion merah lambang kebahagiaan, Fang Yin justru mendapati kebenaran yang menghancurkan jiwanya.
---
"Kau tahu mengapa aku menikahimu, Yin-er?"
Suara Wangshu terdengar begitu asing, dingin, tanpa kehangatan yang biasanya ia tunjukkan. Pria itu berdiri membelakanginya, menatap lurus pada sebuah lukisan wanita lain di dinding kamarnya—bukan lukisan Fang Yin.
"Pernikahan ini hanyalah bidak," lanjut Wangshu tanpa berbalik. "Keluarga Fang memegang kunci segel militer wilayah utara. Ayahmu terlalu setia pada Kaisar Tua, sementara pangeran yang kuikuti membutuhkan kekuatan itu."
Fang Yin merasa dunianya runtuh. Air mata bercampur air hujan menetes dari dagunya. "Lalu... semua perhatianmu di perbatasan? Janji-janjimu saat kita dikepung musuh? Apakah itu semua hanya sandiwara untuk membuatku jatuh cinta padamu?"
Sheng Wangshu berbalik. Wajahnya yang rupawan tampak sekeras batu pahatan. Tidak ada penyesalan di matanya.
"Jika aku tidak membuat putri tunggal Jenderal Fang jatuh hati, bagaimana mungkin aku bisa masuk ke kediaman ini tanpa dicurigai? Maafkan aku, Yin-er. Di dunia politik Chang'an, cinta adalah kelemahan yang mematikan."
> **"Aku tidak pernah mencintaimu. Wanita yang ada di hatiku... sejak awal hanyalah sepupumu, Fang Ruo."**
Kata-kata itu bagai belati yang menghujam tepat di dada Fang Yin. *Fang Ruo.* Sepupunya yang lemah lembut, yang selalu ia lindungi sejak kecil, ternyata adalah wanita yang bertahta di hati suaminya.
---
### Pertemuan di Bawah Hujan
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Fang Yin merobek ujung gaun pengantinnya—sebuah simbol pemutusan hubungan yang sakral. Ia berlari keluar dari kediaman Sheng, menembus badai malam, mengabaikan teriakan para pelayan.
Napasnya tersengal, hatinya hancur berkeping-keping. Di tengah jalanan Chang'an yang sepi dan diguyur hujan deras, kakinya menyerah. Ia tersandung dan terjatuh di atas rintik air yang dingin, bersiap untuk pingsan di bawah langit malam.
Namun, rasa dingin itu tiba-tiba menghilang. Hujan tidak lagi membasahi tubuhnya.
Fang Yin mendongak dengan lemah. Sebuah payung kertas minyak berwarna hitam kini menaunginya. Di balik gagang payung itu, berdiri seorang pria dengan jubah brokat hitam bersulam benang emas. Wajahnya setengah tersembunyi di balik bayangan malam, namun sepasang matanya berkilat tajam bagai elang.
Li Xiao. Pangeran Ketiga yang terkenal kejam, misterius, dan dijuluki sebagai "Iblis Berwajah Rubah" di istana. Pria yang merupakan musuh bebuyutan dari faksi Sheng Wangshu.
"Putri Jenderal Fang yang perkasa di medan perang, kini menangis seperti anak kucing yang dibuang di tengah hujan," ucap Li Xiao, suaranya berat dan mengandung nada ejekan yang samar, namun ada kehangatan aneh yang tersembunyi di sana.
Li Xiao berjongkok di hadapan Fang Yin, mengabaikan jubah mahalnya yang kotor terkena lumpur jalanan. Ia mengulurkan tangannya yang hangat, membersihkan sisa air mata dan untaian rambut yang menempel di wajah Fang Yin.
"Sheng Wangshu telah memilih jalannya, dan dia adalah orang bodoh terbesar di bawah langit ini," bisik Li Xiao, matanya menatap langsung ke dalam manik mata Fang Yin yang penuh luka dan dendam. "Ikutlah bersamaku, Fang Yin. Aku akan memberimu kekuatan untuk membalas setiap tetes air mata yang kau jatuhkan malam ini. Aku akan membantumu menghancurkan mereka yang mengkhianatimu."
Fang Yin menatap tangan yang terulur di hadapannya. Ia tahu, melangkah bersama Li Xiao berarti masuk ke dalam jaring konspirasi istana yang jauh lebih berbahaya dan rumit. Namun, melihat ke belakang ke arah kediaman Sheng, api dendam yang membakar hatinya jauh lebih besar daripada rasa takutnya.
Dengan perlahan, Fang Yin menyambut uluran tangan Li Xiao. Kesepakatan berdarah di bawah guyuran hujan Chang'an baru saja dimulai.
