Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

KUMENJAGAMU DENGAN CARA YANG BERBEDA

“Tuan Muda. Maafkan saya merepotkan Tuan Muda. Tapi saat ini hanya Tuan yang bisa membantu Tuan Tristan. Ini adalah foto wanita itu dan juga sahabatnya. Namanya Fania. Dan nama gadis di sebelahnya adalah Syika, wanita yang sangat dicintai oleh Tuan Tristan.” Jelas Bimo suatu ketika mendatangi Erick di apartemen. Lelaki yang sedang menyesap minumannya itu berbalik dan mengamati foto dua gadis yang tersenyum manis. Satu yang memikatnya yaitu Syika.

“Kenapa sepupuku pandai sekali mencari wanita pilihannya. Cantik.” Erick menyungging senyum pada pemilik senyum itu.

“Tapi sayang Tuan Muda. Nasibnya tak secantik parasnya. Dia sedang mengandung benih tuan Tristan. Tolong jagalah dia untuk Tuan Tristan. Bawalah dia tinggal bersama anda di Korea. Berikan dia sayap kehormatan.”

“Sampai kapan?”

“Sampai tuan saya siuman dari komanya.”

“Apa kamu tidak cemas?” kening Bimo bertaut.

“Bagaimana kalau saya jatuh cinta padanya? Dan bagaimana kalau dia pun memilih saya?” lanjut Erick yang memahami makan kebingungan Bimo.

“Itu adalah urusan Tuan Muda dan Tuan saya nanti. Tapi tunggulah sampai dia siuman. Setidaknya persaingan akan terasa adil, Tuan.”

“Hehehe, kau cerdas sekali Bimo. Tristan memang beruntung. Dia memiliki asisten yang setia dan cerdas juga kekasih yang secantik bidadari.”

“Baik, aku akan melakukannya untuk Tristan. Tapi serahkan semuanya kepadaku. Jangan ganggu pekerjaanku. Aku tak suka.”

“Baik Tuan. Saya akan melakukan dengan cara saya sendiri.”

Sejak saat itu, Erick mulai mendekati Fania dengan alasan perusahaannya sedang membutuhkan karyawan untuk salah satu anak perusahaan keluarganya.

Dan saat ini, saat ia menerima panggilan dari perusahaan Pour, lelaki itu bertandang ke Villa Tristan untuk pertama kalinya. Setelah semalam menyampaikan niatnya pada Fania saat menemukan wanita itu sedang menerima panggilan dari Syika.

“Erick kamu …”

“Sedang apa kau di sini?”

“Aku … eumm ….”

“Katakan saja, tidak ada yang perlu kau tutupi dariku, Fania. Kau tahu persis bagaimana peran kita di sini?”

“Baiklah. Syika akan ke Indonesia besok.”

“Bagus. Jadi semua akan berakhir lebih cepat. Aku lelah dengan semua ini. Besok aku akan menemui Tristan. Aku ingin melihat perkembangan lelaki itu.”

“Apa kau baik-baik saja, Erick?” sidik Fania cemas.

“Tidak, Fania. Aku tidak baik-baik saja.” Jawab lelaki itu sembari berlalu kembali ke kamarnya.

Fania berangkat ke bandara untuk menjemput Syika sekaligus membawa wanita itu untuk mencari tempat tinggal selama di Indonesia. Sementara Erick pergi ke Villa Tristan untuk melihat keadaan lelaki itu.

“Kenapa kau membuat kontrak dengan ayahku? Bukankah kau memberiku tugas untuk menjaga wanitanya Tristan. Dan sekarang kau malah memintaku membawanya kembali Bimo.”

“Tuan Muda benar. Tetapi saya teringat saran seorang teman juga. Apa anda tahu apa penawar sebuah racun?”

“Apa maksudmu, Bimo?”

“Jika seseorang terkena racun maka ia membutuhkan penawar. Dan penawarnya adalah racun itu sendiri. Tuan saya seperti ini karena ia kehilangan penyemangat hidup. Maka sekarang dengan membawa penawarnya yaitu nona Syika maka tuan saya akan kembali dari koma panjangnya.”

“Jangan meracau kau Bimo. Apa kau pikir Syika akan mau bertemu dengan lelaki itu? Asal kau tahu, ia bahkan menolak keras kerja sama ini. Dan tidak ingin bertemu dengan Tristan. Bahkan mendengar namanya dia tak sudi.”

“Itu masalah Tuan Muda. Saya hanya memberikan jembatan bagi penawar untuk Tuan saya.”

“Haha, kelicikanmu akhirnya keluar juga Bimo,” ketus Erick yang tak suka mendengar niat lelaki itu. terang saja Erick kesal, karena saat ini, ia sudah jatuh cinta pada Syika dan akan memiliki wanita itu terlepas pada Tristan siuman atau tidak.

Namun ternyata jauh sebelum ia merealisasikan keinginannya itu, jalan lain membentang untuk pertemuan Syika dan Tristan. Mengikuti saran dari dokter Angga, Bimo menggunakan jalan bisnis untuk membuat Erick membawa Syika kembali ke tanah air. Setidaknya jika wanita itu sudah berada di sini, akan mudah baginya untuk mendekatkan mereka lagi.

“Kenapa Tuan Muda terlihat kecewa dengan rencana saya? Bukankah ini yang terbaik untuk Tuan Tristan? Atau … jangan-jangan Tuan Muda sudah jatuh cinta pada Nona Syika?” Bimo menatap curiga pada Erick yang memasang wajah tak sukanya.

“Kalau iya, kenapa? Apa kau keberatan?”

“Tidak. Saya tidak berhak melarang atau ikut campur urusan pribadi Tuan Muda. Itu bukan ranah saya. Tetapi sudah kewajiban saya menjaga milik Tuan saya. Terlepas dari perasaan Tuan Muda pada Nona Syika.”

“Baiklah. Kalau begitu lakukan apa yang ingin kau lakukan. Aku akan mempertahankan Syika dengan caraku sendiri. Terlepas kau suka atau tidak.”

“Tuan Muda, saran saya, sebaiknya Tuan jangan menyakiti diri sendiri. Jauh sebelum mengenal cinta, Tuan Tristan adalah cinta pertama wanita itu. jika Tuan Muda bersikeras dengan perasaan Tuan itu, maka itu sama artinya Tuan menyakiti diri. Perlu Tuan ketahui, cinta pertama ibarat lapisan paling dasar dari hati. Apalagi jika memiliki jejak yang sudah ditinggalkan alam. Pertemuan dan perpisahan yang dialami oleh Tuan Tristan dan nona Syika, adalah permainan takdir. Dan hanya takdir yang berhak atas diri mereka. dan saya tidak sanggup melawan takdir sekeras apapun saya ingin, Tuan.”

“Agh. Masa bodoh. Itu hanya ungkapan menohok mu saja. Kita lihat saja nanti, Bimo. Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan. Aku pamit!”

Erick berjalan acuh meninggalkan Villa Tristan. Sementara Bimo hanya menyungging senyum melihat punggung lelaki itu yang semakin mengecil dari zona pandangnya.

“Sungguh Tuan. Hanya Tuhan dan alam yang tahu bagaimana cinta tuan Tristan dan Nona Syika dulu. Bahkan saya yang sudah lelah dengan cinta, tak sanggup untuk berperang memisahkan mereka meskipun saya berpeluang untuk hal itu. Cinta mereka terlalu kuat untuk dipisahkan. Dan terlalu rapuh untuk mengikis ego mereka.” gumam Bimo dalam kesendiriannya.

“Joe, awasi Nona Syika. Hari ini dia akan kembali ke Indonesia. Dan juga ikuti perkembangan Tuan kecil. Laporkan kepadaku,”kata Bimo pada Joe, salah satu anak buahnya.

“Baik, Tuan.”

“Maafkan saya Tuan Muda Erick. Saya harus menjaga dan melindungi apa yang menjadi milik Tuan saya. Dia sedang tak berdaya sekarang. Saya harus melakukan apapun untuk membawa penawarnya kemari.” Bimo bermonolog lagi.

***

Syika dan Fania sudah berada di sebuah apartemen. Kedua wanita itu sedang melihat-lihat beberapa apartemen sebagai tempat tinggal sementara bagi Syika dan anaknya.

“Halo kamu di mana?” suara Erick yang menderu dari seberang.

“Oh, aku sedang di apartemen Puri indah. Aku di sini. Kamu kemarilah habis itu kita temui Emmile bersama-sama.”

“Baiklah. Karena kita harus ke PH Pour Group untuk mengurus kerja sama.”

“Okay.”

“Kamu mau langsung ke Pour Group?” sidik Fania.

“Heem.”

“Apa kamu siap berhadapan dengannya?” sidik Fania lagi.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel