BAB 8 Sakit
"Mas, hari ini kita jadi pulang kan?" Ucap najwa
"Jadilah, lo kira gue betah lama-lama disini" balas azzam
"Yaudah najwa beres-beres dulu ya"
"Cepetan gue males lama lama"
"Iya mas" ucap najwa dan langsung menuju lemari untuk mengemaskan barang barang.
Mama is calling....
"Halo ma assalamualaikum" ucap najwa mengangkat telpon
"Halo, waalaikumsalam sayang apa kabar?" Ucap bu astuti disebrang sana
"Alhamdulillah baik ma, mama apa kabar?"
"Baik nak, gimana tadi malam?"
"Baik baik aja ma"
"Azzam gak ninggalin kamu kan?"
"Mas azzam.........eng..enggak kok ma, mas azzam dikamar aja tadi malam"
"Oo syukurlah kalo begitu soalnya azzam suka keluar malam kalo dirumah"
"Enggak kok ma, udah dulu ya ma najwa mau beresin barang, mau pulang"
"Loh kok cepet banget? Gak mau nambah hari disana?"
"Enggak ma, najwa lebih suka dirumah deket mama"
"Yaudah terserah kalian sayang"
"Iya ma assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Ya Allah maafkan hamba telah berbohong kepada mama karena hamba tak ingin beliau khawatir ya Allah batin najwa
"Mas najwa udah selesai beres beres" ucap najwa ketika melihat azzam duduk disofa
"Yaudah bantu ngangkatin tas yang kecil nanti gue yang ngangkat koper" ucap azzam dan mereka berjalan berdua keluar dari villa.
Ketika najwa masuk mobil dan azzam ingin mengendarai mobil tiba-tiba hp azzam berbunyi tanda sebuah pesan masuk dari Lisa
"Zam,jemput aku ya di cafe biasa"
"Eh lo ngapain duduk disini, duduk dibelakang" ucap azzam
"Emangnya kenapa mas?"
"Gue mau jemput pacar gue"
"Tapi mas najwa istri mas"
"Bodo amat, cepetan pindah"bentak azzam
Najwa pun hanya bisa menuruti kemauan azzam dengan pindah kebelakang.
"Dan satu lagi, jangan panggil gue mas nanti panggil aja gue bang azzam, ngerti lo"
"Iya mas"
20 menit mereka sampai disebuah cafe tempat biasa azzam dan lisa bertemu dan azzam segera keluar dari mobil untuk mencari sosok yang dicarinya.
Selang tak lama akhirnya azzam dan lisa masuk kedalam mobil.
"Sayang, dia siapa" ucap lisa sambil menoleh ke najwa
"Ooh dia adik sepupu aku" ucap azzam sambil tersenyum kearah lisa
"Ohh,hai aku lisa" ucap lisa sambil mengulurkan tangan ke najwa
"Najwa" jawab najwa sambil tersenyum dan menerima jabatan tangan lisa.
"Kita mau kemana hari ini yang?" Ucap lisa ketika selesai berkenalan dengan najwa
"Aku capek beb, besok aja ya?"
"Yaudah deh serah kamu aja"
"Ciee ngambek, pacar aku kalo ngambek tuhh makin cantik lo"
"Apaan sih"
"Gak mau jalan kalo gak kamu cium" ucap azzam sambil mematikan mobil
"Apaan sih yang,dibelakang ada najwa"
"Bodo amat"
Setelah itu lisa pun mencium pipi azzam didepan najwa, apa yg bisa najwa lakukan selain diam menahan rasa sakit dan pilu dihatinya.
Bisa dikatakan najwa memang tidak terlalu paham tentang gaya pacaran jaman sekarang, namun sebagai wanita najwa juga sakit hati melihat prianya dicium wanita lain.
Najwa merasa sangat buruk karena sebagai istri ia tak bisa melarang wanita lain mendekati suaminya, tak bisa mempertahankan haknya sebagai istri.
"Ya Allah apa ini yang disebut sebagai ujian dalam pernikahan?
Ya Allah ya Rabb hilangkan firasat buruk hamba tentang suami hamba ya Allah, kembalikan lah suami hamba ke jalan Mu ya Rabb" batin najwa
Setelah kejadian tadi pagi najwa menjadi bingung, pikirannya kacau hatinya terluka.
Bilang saja najwa munafik karena didepan orang tua azzam ia terlihat bahagia karena tak ingin orang tua azzam tau kejadian sebenarnya.
Berulang kali najwa menangis dalam solatnya, berulang kali najwa berusaha mengusir keresahannya namun tak satupun berhasil ia lakukan.
Tok tok tok.....
"Najwa, kamu didalam?" Ucap bu astuti
"Iya ma" ucap najwa
"Mama boleh masuk?"
"Boleh ma, pintunya gak najwa kunci kok"
"Najwa sayang, kamu malam ini nginap disini atau pulang kerumah kalian?"
"Nginap ma, kami kan belum punya rumah"
"Loh azzam belum cerita ya sama kamu?"
"Cerita apa ma?"
"Mama sama papa udah nyediain rumah buat kalian, ya walaupun gak besar tapi rumah itu milik keluarga papa azzam,bisa dikatakan rumah turun temurun buat pengantin baru"
"Gak papa ma, najwa gak mandang rumah tapi yang penting kebersamaan"
"Alhamdulillah nak, mama udah suruh pak husein buat nyiapin rumah disana skalian bersih bersih jadi kalian langsung bisa istirahat besok"
"Makasih ya ma"
"Iya sayang, mama keluar dulu ya"
"Iya ma, assalamualaikum" ucap najwa dan memeluk bu astuti bergantian dengan mencium tangan.
"Waalaikumsalam"
Bagai badai yang tak bisa dihentikan, seolah pikiran itu tak ambil peduli terhadap keresahan hati najwa.
akhirnya najwa memutuskan untuk mengadu kepada sang penciptanya untuk meminta jalan terang untuk mencari ketenangan.
Berkali kali najwa berusaha menghilangkan perasaan curiganya berkali kali pula dia memantapkan hatinya.
Yang najwa perlukan sekarang hanyalah azzam ada disampingnya.
Menjawab semua pertanyaan yang terpendam, mendengarkan semua keluh kesahnya, menenangkan pikirannya.
Namun semua itu hanya ada dalam mimpi najwa, hatinya hancur karena mengingat kejadian tadi pagi.
"Ya Allah, hamba sudah tidak kuat lagi menahan semua ini ya Allah.
Mengapa hamba selalu diasingkan dan tak diperdulikan? Mengapa cobaan dari Mu amat berat ya Allah?
Mulai dari hamba kehilangan orang tua hamba sejak lahir hingga hamba tak bisa bertemu orang tua hamba, kakak hamba tak peduli kepada hamba hingga suami hamba mengabaikan hamba.
Apa hamba harus bertahan atau mengakhiri ya Allah?" adu najwa
Lalu najwa melanjutkan dengan membaca alqur'an.
Dan najwa berhenti menangis begitu saja ketika ia melihat arti dari ayat yang ia baca.
Lalu ia pun menghapus airmatanya dan memilih untuk BERTAHAN disamping azzam untuk bersama sama memperbaiki diri.
