BAB 7 Awal pernikahan
Tepat pukul 22.00 wib resepsi pernikahan azzam dan najwa berakhir, orang tua azzam memutuskan bahwa azzam dan najwa akan menginap dulu di villa keluarga azzam sementara kedua orang tua azzam dan nenek najwa akan kembali ke jakarta.
Ketika azzam dan najwa memasuki kamar, azzam langsung membaringkan tubuhnya dikasur sedangkan najwa duduk didepan meja rias.
Setelah lama berbaring, azzam pun bangkit dari tempat tidurnya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sementara najwa masih setia ditempatnya, 20 menit berlalu dan azzam akhirnya keluar dari kamar mandi.
"Apa kau tidak mau berganti pakaian? Apa kau tidak lelah memandangi dirimu yang terlihat biasa saja dikaca itu? " ucap azzam yang membuat najwa terkejut
"Tapi mas, apa mas tidak mau membantuku melepaskan pakaian ini? " ucap najwa
"Kau kira aku pembantumu, aku ini suamimu, setelah resepsi yang tidak penting dan menghabiskan waktu untuk berdiri disana kau menyuruhku membantumu membuka baju itu? Apa kau tidak tau bahwa suamimu ini kelelahan?" teriak azzam
"Maa..ff mas" ucap najwa hampir tidak terdengar karena ia hampir akan menangis, setelah mengucapkam kata itu najwa berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri sambil menahan air mata.
"Apakah aku salah jika ingin manja kepada suamiku dimalam pengantin kami? Ya Allah apakah ada yang salah dari kata kataku" batin najwa sambil menangis dibawah derasnya shower yang ia nyalakan.
Setelah tangisnya agak mereda, ia pun berusaha menguatkan hatinya dengan mengatakan "mungkin mas azzam sangat lelah makanya dia marah, aku harus memijatnya agar kelelahannya mereda" batin najwa lalu ia pun keluar kamar mandi dan menuju ranjang.
"Mas" panggil najwa
"Apa? " jawab azzam masih memandangi gadget nya
"Mau najwa pijat? Soalnya najwa liat mas azzam terlihat kecapean?" tawar najwa
"Hmmm, boleh juga tawaranmu, silakan pijit tubuhku" ucap azzam sambil menunjukkan ke arah kakinya dan dengan cekatan najwa memijat pria yang sudah berstatus suaminya sekarang itu lalu tanpa disadari azzam ia memuji najwa
"Sedap juga pijatanmu" ucap azzam sambil meletakkan gadget nya diatas meja dan menyuruh najwa memijat pundak serta tangannya
"Makasih mas, alhamdulillah kalo soal memijat najwa bisa soalnya dulu najwa suka memijat nenek"ucap najwa
"Bagus lah setidaknya kau berguna sebagai seorang istri" ucap azzam sambil memejamkan matanya
15 menit berlalu dan najwa pun telah selesai memijat suaminya sedangkan azzam pun telah tertidur dengan pulas, ketika najwa sedang membereskan kamar dengan menggumpulkan baju pengantin mereka tiba tiba handphone azzam berdering karena tidak mau mengganggu azzam najwa pun memutuskan menganggkatnya
"Halo,assalamualaikum? " ucap najwa
"Ini siapa ya?" ucap seseorang di sebrang sana
"Ini najwa"
"Oh istri azzam, bisa panggilin azzam bentar gak? "
"Maaf tapi mas azzam baru aja istirahat kalo ada pesan boleh disampaikan ke saya? "
"Widih, istri baru azzam songong banget yakk, udah bangunin aja azzam bilang dari niken ini sangat penting"
"Yaudah saya coba bangunin ya"
"Tuhh coba dari tadi"
"Mas, mas azzam ini ada telpon" ucap najwa membangunkan azzam
"Dari siapa?" tanya azzam masih menutup mata
"Katanya namanya mbak niken" ucap najwa dan seketika azzam bangun dan merampas hp dari tangan najwa
"Halo" ucap azzam
".. ........ "
"Iya ini aku dijalan sabar ya"
"......... "
"Iya sayang bentar lagi nyampe kok, love you too" ucap azzam dan menutup telpon
"Aku mau keluar kamu tidur aja" ucap azzam ketika selesai mengganti kemejanya
"Mau kemana mas?" tanya najwa
"Ketemu temen" jawab azzam singkat
"Maaf mas kalo najwa boleh tau kok mas panggil mbak niken sayang emang mbak niken siapa mas?"
"Pacar aku"
"Tapi najwa kan istri mas"
"Lo gak usah sok ngatur gue deh, serah gue mau punya pacar berapa lo itu cuma menantu buat ibu gue tapi gak gue anggap istri gue, ngerti lo? Sekarang biarin gue pergi dan jangan banyak tanya apalagi ngalangin jalan gue" ucap azzam dan keluar sambil membanting pintu.
~~~~~~~~~~~~~~~
Waktu sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari namun sedikitpun tak ada tanda-tanda azzam pulang, sedih,khawatir dan bingung pun menyatu dalam pikiran najwa.
Sedih karena azzam meninggalkannya dalam malam bahagianya, khawatir karena tidak tau dimana keberadaan azzam dan bingung harus berbuat apa atau bertanya pada siapa.
Berulang kali najwa berusaha menghilangkan pikiran pikiran jahat tentang suaminya namun pikiran itu tetap kembali seolah tak ambil peduli terhadap airmata yang mengalir.
Mulai dari panggilan seorang wanita,ucapan sayang yang keluar dari mulut suaminya tapi bukan untuk dia dan hentakan pintu yang cukup kuat.
Sakit? sudah pasti.
Akhirnya najwa pun mengambil air wudhu dan menjalankan solat malam agar diberi ketenangan hati hingga sampai solat pun air mata najwa tak henti hentinya mengalir.
"Ya Allah,beri hamba ketegaran dan ketenangan ya Allah,jaga suami hamba dari hal-hal yang negatif jauhkan dia dari hal yang bisa mendatangkan murka Mu ya Rabb,sesungguhnya hanya kepadaMu lah hamba meminta dan hanya kepadaMu lah hamba memohon" doa najwa ketika selesai solat.
Ketika najwa mengambil al-qur'an tiba tiba ada yang mengetuk pintu dengan keras, segeralah najwa membuka pintu berharap yang pulang adalah suaminya.
Segera najwa bersyukur ketika ia melihat yang datang adalah suaminya
"Alhamdulillah akhirnya mas azzam pulang, mas dari mana aja mas dari tadi najwa nungguin mas dan najwa sampai gak bis......" ucap najwa terhenti karena dipotong oleh azzam
"Aaaarrgghhh berisik gue capek mending lo diem" teriak azzam pada najwa
Alhasil najwa hanya bisa diam dan menunduk sementara azzam langsung menuju tempat tidur dan tak lama ia pun tertidur.
Segeralah najwa membuka mukenanya dan membantu suaminya melepaskan sepatu hingga mengganti baju suaminya
"Astarfirullah mas azzam kok bau alkohol? Apa dia habis minum alkohol?" Batin najwa
Selesai membuka sepatu dan menggantikan baju suaminya najwa pun duduk diatas sofa untuk menonton acara kultum kesukaannya.
Niat najwa memang ingin menonton tapi pikiran najwa selalu memikirkan perilaku azzam.
Najwa pun berhenti menonton ketika terdengar suara azan.
Segeralah ia membangunkan suaminya untuk solat berjamaah.
"Mas,mas, mas azzam ayo bangun kita solat subuh yuk mas" ucap najwa berulang kali untuk membangunkan azzam
"Aarrgghh berisik, kalo lo mau solat solat aja sana gak usah ngerepotin atau ngajak gue" ucap azzam setengah berteriak kepada najwa, sementara najwa hanya diam berusaha menyembunyikan air matanya dan berlalu meninggalkan azzam untuk mengambil wudhu.
Malam indah hanya ada didalam mimpi bagi najwa, sekarang yang ia lakukan hanya bisa duduk menahan airmata mengadu kepada penciptanya.
Hatinya hancur, impiannya sirna.
