BAB 6 Pernikahan
"Sayang,sebentar lagi kamu akan meninggalkan nenek tapi nenek harap kamu gak akan pernah melupakan nenek ya sayang" ucap bu jihan kepada cucunya,
Mendengar tuturan dari sang nenek Najwa merasa ada sebuah rasa tidak tega untuk meninggalkan sang nenek demi alasan apapun,sedih sudah pasti dirasakannya.
Najwa pun berbaring diatas pangkuan sang nenek sambil menangis.
"Nek,hal yang paling tak bisa Najwa lupakan adalah nenek,nenek adalah orang yang satu satunya najwa punya dan harta paling berharga bagi najwa,najwa janji akan selalu ada buat nenek dan slalu berada disamping nenek walaupun najwa udah nikah nanti" ucap najwa
"Iya sayang,nenek percaya sama kamu,nak apa kamu sudah menghubungi kakakmu dan berziarah kemakam ibumu?" ucap bu jihan sambil membelai kepala najwa
"Belum nek,kemarin setelah lamaran najwa menghubungi kakak tapi kata kakak dia sibuk dan akan menghubungi lagi nanti"
"Kalau begitu lebih baik kamu ziarah terlebih dahulu ke makam ibumu nak"
"Tapi najwa tak bisa pergi sendiri nek,najwa takut najwa gak kuat nanti"
"Ya udah kamu pergi sama nenek,sekarang siap siap ya"
"Siap bos" ucap najwa
"Maya sekarang anak kamu najwa sudah dewasa,dan sebentar lagi dia akan meninggalkan ibu untuk menikah,jika kau masih hidup pasti kau bangga melihat dia,wajahnya cantik sepertimu dan sifatnya pun mirip sepertimu sebentar lagi kami akan mengunjungimu,kamu yang tenang disana ya nak" batin bu jihan
.......
Dimakam..
"Assalamualaikum ma,ini najwa ma.
Najwa kesini sama nenek" ucap najwa ketika tiba dimakam ibunya,
"Anak kamu sekarang udah dewasa maya,karena sebentar lagi dia akan menikah" ucap bu jihan sambil membelai batu nisan maya
"Ma,bentar lagi najwa mau nikah, najwa ingin minta doa restu sama mama,semoga pernikahan najwa nanti berkah dan samawa ya ma,najwa kangen banget sama mama walaupun najwa gak pernah liat wajah mama najwa yakin mama pasti sayang banget sama najwa" ucap najwa sambil menangis memeluk nisan ibunya
"Udah sayang mama pasti merestui najwa diatas sana nenek yakin mama juga bahagia karena najwa bahagia" ucap bu jihan sambil mengusap pundak cucunya
"Iya nek"
"Ayo kita pulang nak" ucap bu jihan dan diangguki oleh najwa.
~......~
"Assalamualaikum kak" ucap jihan ketika telpon tersambung
"Waalaikum salam,apa lagi sih?" jawab orang disebrang sana
"Kak akhir bulan ini najwa mau nikah kakak datang ya?"
"Gak bisa gue sibuk"
"Tapi kak dalam hari bahagia najwa nanti,najwa mau kakak juga hadir dipernikahan najwa,karena selain nenek,najwa hanya punya kakak"
"Kalo gue bilang gak bisa ya gak bisa lah"
"Yaudah kak,najwa cuma minta izin sama kakak"
"Kalo lo mau nikah nikah aja sana gak usah minta izin izin lagi"
"Najwa kan menghargai kakak seba....." belum selesai najwa mengucapkan kata katanya namun sudah diputuskan sepihak oleh orang disebrang sana.
"Sebesar itukah kebencian kakak pada najwa sampai hadir di acara kebahagian najwa pun kakak tak rela? Apa kesalahan najwa? Ya Allah najwa hanya ingin keluarga najwa berkumpul ketika pernikahan najwa apa itu salah?" Batin najwa
Tak terasa hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi najwa dan azzam bagaimana tidak hari ini mereka akan melangsungkan pernikahan,suatu acara sakral yang menkadikan Allah SWT sebagai saksinya.
"Nek,ntah kenapa ada suatu perasaan yang menganjal dihati dan pikiran najwa dan ini sangat meresahkan najwa nek" ucap najwa pada sang nenek ketika ia sudah selesai didandani
"Apa itu nak yang membuatmu hingga begitu cemas?" Tanya sang nenek sambil menggenggam tangan cucunya
"Najwa merasa kalo mas azzam terpaksa menerima najwa dan najwa merasa pernikahan ini akan sia sia saja nek"
"Astarfirullahhal'azim kamu tidak boleh berpikiran seperti itu sayangku,jika Allah saja meridhoi kalian bersama pada hari ini jadi mengapa kau malah meragukan dan berpikiran tidak baik apalagi pada calon suamimu nak,sesungguhnya Allah tidak suka pada orang yang slalu berpikiran jahat"
"Tapi nek perasaan najwa ini seperti nyata bagi najwa"
"Perasaan itu hanya sebuah ketakutan belakang yang membuat kamu goyah pada keputusanmu,jika kau ikuti perasaan maka kau akan binasa anakku"
"Jadi, bagaimana najwa ingin menghapus kekhawatiran najwa ini nek"
"Begini saja kau ambil air wudhu,lalu solat lah engkau nak maka insha Allah,Dia akan memberikan petunjuk dan jalan yang terbaik untukmu,lalu bertasbihlah engkau menyerukan namaNya"
"Baiklah nek,najwa akan melakukan semua itu,dan semoga setelah itu najwa mantap dengan keputusan najwa" ucap najwa sambil berpamit kepada sang nenek
Pengantin pria dipersilahkan memasuki pelaminan ucap pembawa acara
Azzam memasuki pelaminan dengan setelan jas warna hitam,azzam terlihat sangat gagah,
Pengantin wanita dipersilahkan memasuki pelaminan ucap pembawa acara dan sontak semua perhatian tertuju pada najwa karena keanggunan dan kecantikan najwa
Setelah selesai akad,sesuai tradisi keluarga azzam mereka akan membacakan seuntaian kata-kata berupa puisi didepan ratusan pasang mata tamu undangan,
"Memiliki mu adalah kebahagiaan terindah ku, semoga dalam ikatan kita yang baru nanti, kita bisa saling mendukung dan kakanda bisa menuntun adinda menuju surga Nya, adinda akan selalu mendampingi kakanda dalam keadaan suka maupun duka karena sekarang mas Azzam adalah rumah dan imam saya" ucap Najwa membacakan tulisan disecarik kertas
"Kita mengikat janji pernikahan atas kehendak Allah SWT maka kita pun akan berpisah atas izinNya, izinkan kakaknda untuk selalu menjaga adinda dan kita bersama menuju jannahNya,saya akan selalu bersama istri saya Najwa alfatunnisa sampai maut memisahkan kami dan akan slalu menuntunnya dalam hal kebaikan agar pernikahan kami slalu diridhoi Allah SWT" ucap azzam lalu najwa pun mencium tangan azzam dan sorak sorai tepuk tangan serta ucapan "Aamiin" mewarnai acara kali ini,
Setelah acara tersebut najwa bersumpah dalam hatinya dengan Allah SWT sebagai saksinya bahwa ia akan selalu menerima apapun bentuk masa lalu atau kesalahan prianya dan tidak akan pernah meninggalkan prianya.
