BAB 5 Silaturahmi untuk Lamaran
"Hari ini mama jadi mau ke rumah ibu jihan?" Tanya papa azzam
"Jadi dong pa, yuk berangkat" ucap Bu Astuti bersemangat,
"Ma, maaf ya papa ga jadi ikut, ada meeting mendadak soalnya" ujar papa Azzam,
"yaudah gapapa, mama jalan dulu ya, Assalamu'alaikum" pamit Bu Astuti pada suami,
.........
"Assalamuailaikum" ucap bu astuti sambil mengetuk pintu ketika tiba didepan sebuah rumah yg besar namun sederhana
"Waalaikum salam" ucap seseorang dari dalam rumah yang tak lain adalah bu jihan
"Permisi bu ingat sama saya?"
"Eehh astuti,ayo silakan masuk nak"
"Iya bu"
"Silakan duduk,Mau minum apa?" Tanya bu jihan sambil menyuruh bu astuti untuk duduk
"Apa aja bu" jawab bu astuti sambil tersenyum dan bu jihan memanggil pembantu untuk membuatkan minuman
"Begini bu,tujuan tuti datang kesini ingin menyambung tali silaturahmi karena sejak kepergian maya,tuti jarang bahkan tidak pernah lagi kesini"
"Iya nak"
"Dan tuti juga ingin kita menjadi keluarga bu?"
"Maksudnya nak?"
"Begini bu tuti mau menjodohkan najwa sama azzam anak tuti? Bagaimana bu? Apa ibu setuju?"
"Apa tidak terlalu cepat nak?"
"Menurut tuti tidak bu,karena tuti yakin mereka akan menjadi keluarga yg samawa dan saling melengkapi"
"Kalo ibu tinggal terserah pada najwanya karena yang menjalaninya najwa bukan ibu nak"
"Itulah mengapa tuti datang kesini yaitu untuk menanyakan hal tersebut kepada najwa"
"Baiklah ibu akan memanggil najwa agar kalian bisa berbicara,sebentar ya nak" ucap bu jihan sambil berlalu meninggalkan tuti untuk memanggil najwa,
Tak lama bu jihan datang bersama najwa.
"Assalamualaikum tante" ucap Najwa sambil mencium tangan bu astuti
"Waalaikumsalam sayang" jawab bu astuti sambil tersenyum
"Begini nak bu astuti ingin menanyakan sesuatu pada kamu" ucap bu jihan
"Begini nak,tujuan tante datang ke sini adalah ingin menjalin tali silaturahmi yang sempat putus dan ingin mempereratnya dengan menjadi sebuah keluarga"
"Maksudnya tante? Najwa belum paham"
"Begini nak,tante ingin menjodohkan kamu sama azzam anak tante"
"Tapi tante apa ini tidak terlalu cepat? Najwa juga belum kenal sama anak tante begitupun sebaliknya"
"Iya nak,tante ingin kalian pacaran setelah menikah"
"Taa..pii" najwa melihat kearah neneknya untuk mencari sebuah jawaban
"Nenek terserah padamu nak,jika kau setuju maka nenek akan merestui lagipula nenek juga sangat mendukung jika kalian bersama karena nenek sangat kenal sama tante astuti begitupun almarhumah ibumu" ucap bu jihan yang seolah mengerti pada tatapan cucunya.
"Bagaimana Najwa?" Tanya bu astuti
"Bismillahirohmanirrohim,Najwa setuju tante" ucap najwa sambil tersenyum
"Alhamdulillah" ucap bu jihan dan bu astuti secara bersamaan,
"Baiklah kalau begitu lusa saya akan melamar Najwa secara resmi dan membawa azzam beserta rombongan keluarga" ucap bu astuti dalam senyum bahagianya dan memeluk Najwa sementara bu jihan hanya tersenyum bahagia,
"Ya sudah ya bu,tuti pulang dulu,lusa tuti kesini lagi" ucap astuti
"Iya nak,hati hati ya" ucap bu jihan
"Iya bu,permisi Assalamualaikum bu"
"Waalaikumsalam nak" ucap bu jihan
setelah berpelukan dengan astuti.
Sesampainya Bu Astuti dirumah, ia langsung menghampiri sang anak,
"Azzam,kamu tau mama baru pulang dari mana?" Tanya bu astuti ketika tiba diruang keluarga
"Siapa ma?" Jawab azzam yang masih fokus pada gadgetnya
"Mama ketemu anak temen mama,alm maya dulu"
"Yang mana?"
"Iih masa kamu lupa,tante maya yang dulu suka kerumah waktu kamu kecil"
"Azzam lupa"
"Iih ya udah serah kamu deh,tapi mama mau kamu besok ikut mama kerumah bu jihan ibu maya"
"Buat apa ma?"
"Buat melamar Najwa untuk kamu"
Sontak ucapan bu astuti membuat azzam hampir menjatuhkan gadgetnya karena terkejut dengan tuturan sang ibu.
"Aa..apa? Mama serius?" Tanya azzam masih dalam mode terkejut,
"Iya dong sayang,jadi kamu besok gak usah kemana mana ya,nanti mama juga akan bilang ke papa biar gak kemana mana besok"
"Ma,apa mama serius? Maksud azzam apa gak terlalu cepat? Azzam aja belum kenal sama Najwa"
"Udah gak papa,lebih cepat lebih baik daripada nanti timbul fitnah,kalian nanti pacaran setelah menikah aja"
"Tapi ma..azzam belum.."
"Gak ada tapi tapian zam,nanti kalo kamu selalu banyak alasan kapan mama nimang cucu nanti keburu mama udah meninggal lo"
"Iya ma iya besok azzam ikut" ucap azzam pasrah ketika ibunya membahas hal kematian dan ibu astuti hanya tersenyum tanda kemenangan.
......
Hari lamaran..
"Azzam,cepetan nanti kita terlambat" teriak bu astuti
"Sabar ma,mungkin azzam lagi siap siap" ucap papa azzam menenangkan istrinya
"Enggak lah pa,masa dari tadi siap siap tapi gak turun turun? Mama aja yang wanita udah siap dari tadi" oceh bu astuti dan azzam pun turun
"Ini udah selesai ma" ucap azzam
"Ya ampun anak mama tampan banget,Masya Allah" puji bu astuti
"Yaudah,sekarang kita berangkat nanti terlambat" ucap papa azzam
Setelah memakan waktu 1jam mereka tiba dikediaman Bu Jihan,
"Assalamualaikum bu" ucap bu astuti ketika berada didepan rumah bu jihan
"Waalaikumsalam,ayo silakan masuk" ucap bu jihan,
"Silakan duduk bu pak" ucap bu jihan dan dibalas senyuman oleh ketiga orang tadi
"Begini bu,seperti kemarin yang sudah saya jelaskan maksud kedatangan kami kesini adalah untuk melamar cucu ibu yaitu Najwa Alfatunnisa" ucap bu Astuti membuka obrolan
"Sebentar ya saya panggilkan Najwa,karena hanya dia yang berhak memutuskan" ucap bu jihan dan menyuruh pembantunya untuk memanggil najwa,tak lama setelah itu Najwa pun turun dan ikut bergabung bersama mereka.
"Cantik juga ni cewek,kalo dibawa kemana mana gak malu maluin,kayaknya seleranya juga bagus kalo diliat dari penampilannya" batin azzam
"Nak,kedatangan ibu dan keluarga adalah ingin melamar kamu untuk anak ibu azzam,apakah kamu bersedia?" Ucap bu astuti namun Najwa hanya diam menunduk dan sesekali menoleh kearah neneknya dan bu astuti,ada satu pertanyaan besar dalam hatinya namun ia tak berani mengungkapkannya,takut keluarga bu astuti tersinggung dan membuat tali silaturahmi yang sudah lama terjalin menjadi hancur.
Seolah mengerti dengan kegelisahan Najwa,bu astuti pun menyuruh azzam sendiri yang melamar Najwa.
"Zam,ayo lamar Najwa" bisik bu astuti
"Tadi mama kan udah? Kok azzam lagi?" Balas azzam
"Beda dong,dia kan butuh kepastian apa kamu dipaksa atau enggak sama mama?"
"Kan emang udah dipaksa?"
"Azzam"
"Iya deh iya"
"Najwa,mungkin kita belum saling mengenal bahkan ini pertemuan pertama kita namun aku percaya jika kita bersama dalam suatu niat mencari keridhoanNya maka insha Allah,Allah akan merestui dan membuat kita selalu bersama, jadi apakah kamu mau menjadi istri saya?" Ucap azzam yang membuat hatinya begitu terguncang karena kata kata itu ia persiapkan ketika ingin melamar sang pujaan hatinya namun ia harus mengutarakannya kepada wanita lain dan hal berbeda terjadi pada najwa,ia sangat tersentuh mendengar kalimat dari Azzam.
"Bismillahiromanirrohim,insha Allah atas izin Allah najwa setuju dengan hubungan ini" ucap najwa penuh keyakinan dan semua keluarga mengucapkan Alhamdulillah.
"Maksud keluarga kami tidak ingin mengadakan pertunangan jadi kami ingin langsung menikah saja,bagaimana menurut ibu?" Tanya bu astuti kepada bu jihan
"Saya ikut saja,jika itu yang terbaik"
"Baiklah kalau begitu bagaimana jika mereka menikah akhir bulan ini atau sekitar 2 minggu kedepan?"
"Baiklah,saya setuju" ucap bu jihan.
