BAB 4 Pertemuan
Hari ini Bu Astuti akan belanja kebutuhan rumah di supermarket, ia pergi sendiri karena suami dan anaknya sibuk
Disupermarket...
Ketika bu Astuti sedang asik belanja,tak sengaja ia ditabrak oleh seseorang.
"Ya Allah,astarfirullah hal'azim maaf buk,saya gak sengaja"ucap orang tersebut
"Iya gak papa kok sayang,salah tante juga tadi gak liat kamu" ucap bu astuti sambil membelai pipi orang tadi
"Ya ampun sayang,kamu gak papa kan?" Tanya wanita tua itu kepada orang yang menabrak astuti
"Maafin cucu saya ya buk" ucap wanita itu
"Iya gak papa kok nek" ucap astuti sambil tersenyum
"Maaf bu jihan ya?" Tanya astuti memastikan
"I..ya anda siapa ya?" Tanya wanita tua yang tak lain adalah bu jihan
"Saya astuti bu,sahabatnya maya"
"Astuti?"
"Iya yang dulu selalu main kerumah maya"
"Oh tuti,iya ibu ingat,kamu apa kabar sayang, Ya Allah tambah cantik ya kamu,Masya Allah"
"Alhamdulillah bu,kabar tuti baik,ibu apa kabar?"
"Alhamdulillah nak,ibu sehat"
"Ini siapa ya buk"
"Oh,kenalin ini Najwa cucu ibu" ucap bu jihan sambil menyuruh najwa untuk memperkenalkan dirinya
"Assalamualaikum tante,nama saya Najwa alfatunnisa" ucap najwa memperkenalkan diri
"Waalaikumsalam,hai najwa nama tante astuti" ucap astuti sambil tersenyum
"Kamu tinggal dimana sekarang nak?" Tanya bu jihan
"Dideket sini juga bu,ibu tinggal dimana sekarang?"
"Masih ditempat dulu nak"
"Oh,umur najwa sekarang berapa bu?"
"22 tahun,oh iya sekarang anak kamu ada berapa?"
"Cuma satu bu,kakaknya najwa sekarang dimana bu?"
"Nadia sekarang dijerman,kadang dia pulang ke indonesia 2bulan 1 kali,saya bayar belanjaan dulu ya kalian ngobrol aja dulu" ucap bu jihan lalu meninggalkan mereka
"Kita duduk disini dulu ya sayang" ajak bu astuti dan diangguki oleh najwa
"Najwa tante boleh tanya gak?"
"Boleh kok tante"
"Menurut kamu pernikahan itu apa?"
"Pernikahan adalah suatu upacara sakral yang menjadikan Allah SWT sebagai saksinya atas pengikatan janji suci dan setia seumur hidup oleh dua orang agar menjadi pasangan yang samawa dalam keridhoanNya"
"Menurut kamu apa kewajiban istri?"
"Kewajiban istri menurut najwa itu apapun yang dilarang suami dan apapun perintah suami harus kita patuhi selama itu masih kita sanggupi dan tidak membuat Allah murka selain itu kewajiban kita sebagai istri adalah melayani suami"
"Kamu belum nikah tapi udah tau banyak ya sayang"
"Alhamdulillah tante,itu hanya sedikit yang najwa ketahui karna yang maha mengetahui hanyalah Allah SWT"
"kamu benar sayang,tante mau nanya lagi boleh?"
"Iya tante"
"Kamu tau masak?"
"Alhamdulillah tau tante walaupun hanya sedikit"
"Jika nanti suami kamu mengajak kamu untuk memulai kehidupan baru dari nol dan kalian tidak tinggal dirumah nenek atau mertua kamu melainkan tinggal dirumah yang sederhana bahkan sempit,bagaimana menurut kamu?"
"Gak papa tante,suami adalah imam najwa,seperti yang najwa ucapkan tadi bahwa ucapan suami adalah perintah,jika suami najwa mengajak najwa untuk memulai kehidupan yang mandiri,najwa pasti ikut suami dan insha Allah najwa akan terus mendukung suami najwa"
"Masya Allah,sayang"
Ketika mereka sedang asik mengobrol tiba tiba bu jihan datang dan mengajak najwa pulang
"Ayo najwa nenek udah selesai kita pulang" ajak bu jihan
"Iya nek" ucap najwa dan langsung mengambil beberapa belanjaan dari tangan bu jihan
"Tuti ibu pulang dulu ya,kapan-kapan main ya kerumah" ucap bu jihan
"Iya bu,nanti pasti tuti main kesana ya bu" ucap astuti
"Yaudah kami duluan ya nak" pamit bu jihan
"Iya bu" ucap astuti sambil tersenyum
"Duluan ya tante,assalamualaikum" ucap najwa
"Waalaikum salam" ucap bu astuti
"Ya Allah apakah ini sudah engkau rencanakan? Engkau mempertemukan hamba dengan Najwa,anak yang baik,sopan dan selalu ingat pada Mu ya Rabb,hamba ingin mereka berjodoh dalam rahmatMu" batin astuti
"Mama ketemu bu jihan" ucap Bu Astuti,
"Bu jihan? Yang mana?"
"Iihh papa pasti lupa ya,bu jihan ibunya maya? Sahabat mama?"
"Oohh ibu jihan, iya papa ingat,emangnya kenapa ma?"
"Ternyata sebelum maya meninggal itu dia sempet melahirkan anak keduanya"
"Oh ya?"
"Iya pa,maya melahirkan seorang anak perempuan yang diurus oleh bu jihan"
"ya terus hubungannya sama kita apa?"
"Mama mau jodohin anaknya maya sama azzam pa"
"Ma,mama itu udah ngejodohin azzam sama 45 anak temen mama,tapi apa coba?
Satupun gak ada yang mama pilih,kasian azzam ma biarin aja dia milih pasangan hidupnya sendiri"
"Enggak pa,yang satu ini beda kalo gak salah namanya Najwa.
Najwa itu beda banget sama anak temen mama yang lainnya dia sopan,berbudi pekerti yang baik yang terpenting dia lebih mentingin kewajiban sebagai istri daripada tren diluar,mama yakin dia adalah istri yang baik buat azzam lagian sampai kapan kita mau nunggu azzam cari pasangan pa? Nanti keburu kita udah gak ada"
"Sttt mama gak boleh ngomong gitu,ya sabar aja azzam pasti lagi cari pasangan hidupnya"
"Sabar mulu sabar mulu,kapan pa? Mama udah mau gendong cucu, mama malu waktu arisan temen temen mama bawa menantu dan cucunya,sedangkan mama gak ada"
"Astarfirullah hal'azim ma,kalo tujuan mama mau cari menantu buat dipamerin lebih baik jangan ma,kenapa selama ini gak ada yang pas buat mama jadiin menantu karena Allah gak ridho atas niat mama"
"Iya pa..mama minta maaf deh tapi kan mama malu pa"
"Apa yang harus dimaluin sih istri cantikku jodoh,maut,dan rezeki sudah diatur sama Allah,jadi sabar aja jodoh azzam bentar lagi pasti ada kok"
"Kapan pa? Mama itu punya target buat nimang cucu,pokoknya mama gak mau tau besok mama akan kerumah bu jihan untuk meminang najwa"
"Apa gak terlalu terburu buru ma?"
"Apanya yang terburu buru sih pa?"
"Ya kata mama tadi?"
"Pa,mama itu cuma mau kerumahnya buat silaturahmi sekaligus meminang najwa apa mama salah?"
"Buat silaturahmi sih gak salah ma, niat mama mau menjodohkan azzam juga gak salah karena mama mau yang terbaik untuk azzam tapi ma apa ini gak terlalu cepat,maksud papa biarin aja dulu mereka dekat saling kenal kalo nanti mereka merasa cocok kan kita sebagai orang tua juga akan bahagia"
"Jadi papa mau biarin anak kita berdosa gitu pa? Pa najwa itu sangat menjunjung tinggi syariat islam,jadi gak mungkin kalo najwa itu bakal setuju buat pacaran"
"Maksud papa bukan pacaran ma,kan mereka bisa ta'aruf biar bisa saling mengenal"
"Ah itu lama pa,iya kalo cocok kalo azzam merasa gak cocok gimana? Kan ribet pa"
"Lebih baik mereka merasa gak cocok diawal agar nanti tiada yang menyesal ma"
"Pa niat mama baik lo,menjodohkan mereka agar terhindar dari segala fitnah"
"Yaudah deh ma,asalkan mama gak terlalu memaksa mereka berdua papa sih oke oke aja"
"Jadi papa setuju?"
"Iya papa setuju"
"Alhamdulillah makasih ya pa,mama bahagia banget mama yakin kalo najwa adalah istri yang baik buat azzam"
"Aamiin,semoga ya ma"
"Iya pa,mama sangat yakin najwa bukan hanya istri yang baik tapi juga menantu yang baik karena naluri mama bilang kaya gitu"
"Iya ma"
"Besok mama mau kerumahnya bu jihan,papa mau ikut?"
"Jam berapa?"
"Sekitar jam 09.00 pa"
"Oke besok papa ikut"
"Sekali lagi makasih ya suami tercinta ku" ucap bu astuti sambil memeluk sang suami
