Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 3 Rencana perjodohan

Drrrrtt...

My house is calling...

"Halo" ucap Azzam

"Tuan muda ada yang harus saya sampaikan" ucap seorang pelayan dengan khawatir

"Ada apa?" Ucap azzam masih dalam keadaan setengah ngantuk

"Nyonya terkena serangan jantung tuan dan sekarang nyonya diruang icu"

"APA? Bagaimana itu bisa terjadi? Bagaimana keadaan mama sekarang?" teriak azzam

"Nyonya masih belum sadarkan diri dan tuan diminta pulang ke indonesia oleh tuan besar"

"Baiklah aku akan pulang ke indonesia,aku akan naik penerbangan yg pertama" ucap azzam dan memutuskan telpon sepihak.

Setelah mendapat berita tentang ibunya,azzam langsung mengemasi koper,memasukkan beberapa barang dan baju,ketika azzam membuka pintu betapa terkejutnya azzam melihat seorang wanita sedang berdiri didepan pintu apartemennya yang tak lain adalah pacarnya

"Loh,kamu mau kemana sayang?" Tanya wanita itu

"Aku mau pulang ke indonesia,mama aku lagi sakit" ucap azzam berusaha menetralkan jantungnya

"Oh,bilangin ke mama cepat sembuh ya" ucap wanita itu sambil mengalungkan tangannya ke leher azzam

"Iya pasti aku sampaiin,btw kamu gak mau ikut aku ke indo?" Ucap azzam sambil menggalungkan tangannya di pinggang wanita itu

"Enggak ah yang,aku masih ada urusan disini kapan kapan aja yah"

"Iya yaudah,aku pergi dulu ya,jangan rindu" ucap azzam sambil mencium sekilas kening wanita itu

"Pasti aku rindu sama kamu sayang" rengek wanita itu

"Jangan gitu dong,yaudah kamu antar aku ke bandara yuk? Penerbangan aku bentar lagi" ucap azzam sambil memeluk wanita itu

"Aku ada kuliah yang,tapi aku mampir dulu bentar,maaf ya gak bisa nganterin kamu" ucap sang wanita penuh penyesalan

"Iya gak papa sayangku,kamu jaga diri ya, I LOVE YOU" ucap azzam sambil mencium lama kening wanita itu

"Too sayang, hati hati ya" ucap wanita itu ketika azzam melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan wanita itu

Setelah 45 menit diperjalanan,akhirnya azzam tiba dibandara dan segera ia masuk ke pesawat karena semua urusan check in dan check out diurus oleh anak buah ayahnya

Sekitar 12 jam akhirnya azzam tiba di indonesia,setelah keluar dari bandara azzam mencari taksi dan menelpon seseorang

"Halo" ucap orang disebrang sana yang tak lain adalah tuan Aldi ayah azzam

"Halo pa,ini azzam mama dirumah sakit mana pa?"

"Dirumah sakit Muara Bunda,kamu udah sampai?"

"Ini baru mau naik taksi pa,yaudah ya pa azzam tutup dulu telponnya bentar lagi azzam sampai kok" ucap azzam dan langsung menutup telpon

"Rumah sakit Muara Bunda pak" ucap azzam kepada supir taksi dan hanya diangguki oleh sang supir

Ketika sampai dirumah sakit azzam sudah disambut sang ayah

"Pa gimana keadaan mama?" Ucap azzam sambil mencium tangan papanya

"Ayo masuk,temui mama kamu,biar barang barang kamu diurus oleh supir papa" ucap pak aldi dan langsung membawa azzam keruangan buk Astuti

"Ma,ini azzam ma" ucap azzam lembut sambil memegang tangan sang ibu

"Azzam" ucap bu astuti masih dalam keadaan lemah

"Iya azzam disini"

"Kamu akhirnya datang juga nak,mama kangen sama kamu"

"iya azzam juga kangen sama mama"

"Zam,mama boleh minta dua hal sama kamu?"

"iya boleh ma,apapun itu azzam pasti akan nepatinnya,azzam janji"

"Mama mau kamu gak kembali ke Jerman dan stay di Indonesia"

"Tapi ma,gimana sama kuliah aku?"

"Mama tau zam,kalo kuliah kamu udah selesai satu bulan yg lalu,mama gak bego dan kamu juga udah janji sama mama kan?"

"Iya ma,azzam akan stay di Indonesia" ucap azzam dalam kepasrahan

"Dan satu hal lagi,kamu waktu itu udah janji kalo kamu pulang ke indonesia kamu bakalan mau kalo mama kenalin ke anak teman mama?"

"Tapi apa gak terlalu cepat ma?"

"Zam,kita gak tau kapan kematian akan datang,siapa tau aja besok atau lusa salah satu dari kita bertiga akan pergi menghadap sang Maha Esa" ucap bu astuti

"Huhh,baiiklah kalo itu kemauan mama,azzam pasti akan ikut kemauan mama" ucap azzam menyerah karena azzam tau jika mamanya sudah berbicara tentang kematian pasti akan ada bencana besar jika azzam tak mengikuti mau sang ibunya

"Tapi mama harus sembuh dulu ya" ucap azzam sambil memeluk sang ibu

Karena ibu Astuti bilang sudah merasa baikan dan minta pulang,akhirnya dokter mengizinkan bu Astuti untuk pulang dengan syarat bu Astuti harus menjaga pola makannya dan istirahat yg cukup.

"Azzam,nanti ada temen mama mau kerumah,hari ini kamu jangan kemana mana ya?" Ucap bu Astuti antusias

"Buat apa ma?" Tanya azzam masih memejamkan matanya

"Buat ngejodohin kalian" jawab bu Astuti

"APA? Ya ampun ma,mama itu baru aja sembuh udah mikirin perjodohan,itu semua kan bisa nanti aja ma,gampang lah toh azzam juga gak akan kemana mana" jawab azzam terkejut

"Iya mama tau zam,tapi mama gak sembarangan cariin istri buat anak mama yang bandel ini,ada banyak tahap yang harus mereka lalui buat jadi istri kamu dan mama kan udah ngomong kalo kematian itu gak ada yang tau azzam karena....." ucap bu Astuti terputus oleh azzam

"Iya ma iya azzam akan dijodohin" ucap azzam pasrah dan bu Astuti memeluk azzam dengan sangat bahagia.

Night~

Hari pertama perjodohan datanglah gadis bernama Putri Aisyah.

Ia gadis yang manja dan agak sombong.

Ibu azzam bertanya pada putri tentang banyak hal untuk mencari tau kepribadian putri.

"Nak putri apa hobinya?" Tanya bu Astuti

"Jalan jalan sama belanja" jawab putri agak tersenyum

"Selain itu?"

"Gak ada lagi tante,aku suka belanja karena fashion itu suka berubah tante apalagi kalau aku udah belanja itu ya tante bisa ngabisin sekitar 10-15 juta aja kok tante,dikit banget kan?" Ucap putri penuh sombong

"Apa kamu suka baca Al-qur'an?"

"Gak tante"

"Kamu pernah baca Alqur'an?"

"Pernah sih tante"

"Ngaji udah sampai juz 30?"

"Belum lah tante,jangankan sampai juz 30, juz satu aja belum selesai"

"Putri kamu kan suka belanja dan kalo belanja bisa ngabisin 10-15 juta perminggu,tapi kalo nanti kamu jadi istri azzam uang belanja kamu hanya 2 juta perminggu atau bahkan 500 ribu perminggu"

"What tante?"

"Iya karena kalian baru memulai kehidupan baru kalian harus pandai berhemat demi masa depan kalian,dan nanti kalo kamu jadi istri azzam kamu pasti harus lebih banyak dirumah karena azzam lebih suka masakan rumah,kamu bisa masak kan?"

"Enggak tante,kan ada pembantu apa susahnya iya kan?"

"Iya tapi azzam lebih suka kalo istrinya yang masak"

"Kayaknya putri gak bisa jadi istri azzam deh tante"

"Loh kenapa?"

"Iya soalnya kepribadian putri sangat bertolak belakang sama kehidupan azzam tante,putri gak mau ngecewain mama,papa,tante,azzam ataupun putri sendiri kalau perjodohan ini dipaksakan"

"Iya kamu bener juga sayang,tante sih cuma mau mastiin kalo kalian itu sama sama nyaman dengan perjodohan ini"

"Ngomong ngomong azzamnya mana ya tante? Kok gak keliatan dari tadi?"

"Azzam lagi keluar ketemu temennya bentar katanya,bentar lagi juga pulang"

"Eh itu azzam,azzam sini nak" teriak bu Astuti dan azzam pun melangkah menuju sang ibu

"Kenalin ini azzam anak tante" ucap bu astuti sambil menyuruh azzam bersalaman dengan putri

"Ii..yaa aku putri" ucap putri terbata bata karena terkesan dengan ketampanan azzam sambil menerima uluran tangan azzam

Karena terlalu asik berbincang dengan bu Astuti,putri lupa bahwa ia ada janji dengan temannya

"Eeh tante,azzam aku duluan ya soalnya ada urusan,permisi" ucap putri sambil mencium tangan bu Astuti dan langsung keluar dari rumah itu

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel