Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab II Rasa

"Nek kita jadi pulang kan hari ini?Najwa udah sehat kok nek?" Tanya Najwa manja

"Iya sayang kita pulang" balas nenek jihan sambil mengelus kepala Najwa penuh kasih sayang

"Yes makasih nek,nenek memang yg terbaik" ucap Najwa sambil memeluk nenek jihan

"Ayo kita pulang" ajak nenek jihan dan langsung Najwa angguki

"Nek kita pulang sama Nuri kan?" Tanya Najwa penuh semangat

"Iya nanti nenek telpon Nuri ya" ucap nenek jihan sambil membantu Najwa duduk dikursi roda dan mendorongnya keluar.

Ketika sudah sampai diluar Rumah Sakit nenek jihan mencoba menghubungi Nuri namun nomor Nuri tak aktif

"Aduh kok nak Nuri gak aktif ya?" Ucap nenek jihan sambil terus mencoba menghubungi Nuri

"Coba lagi aja nek" ucap Najwa sambil memegang pergelangan tangan nenek jihan

Tiiiiitttt......

Bunyi klakson dari mobil berwarna putih didepan Rumah sakit tak jauh dari tempat Najwa dan nenek jihan berdiri

"Ibu jihan" sapa orang didalam mobil

"Dokter arfan kan?" ucap nenek jihan sambil berusaha mengingat

"Iya nek,Assalamualaikum" ucap Arfan setelah keluar dari mobil

"Waalaikum salam" jawab Najwa dan nenek jihan secara bersamaan

"Nenek sama Najwa mau pulang ya?"

"Iya dok"

"Ya udah bareng saya aja nek?"

"Gak usah dok,nanti ngerepotin"

"Gak papa nek,saya juga baru habis jaga malam,jadi mau pulang"

"Bener gak ngerepotin dokter?"

"Enggak kok nek tapi boleh saya minta satu hal nek?"

"Apa dokter"

"Jangan panggil dokter nek,terlalu formal"

"Oohh bagaimana kalo nenek manggil kamu nak Arfan?"

"Itu lebih baik nek,ayo kita pulang nek"

"Ayo nak arfan" ucap nenek dan langsung masuk ke mobil arfan

"Nenek masa Najwa ditinggal?" ucap Najwa sedikit Berteriak

"Ya Allah nenek lupa kamu diluar sayang" ucap nenek jihan sambil keluar dari mobil dan mendapatkan  cemberut dari Najwa

"Jangan cemberut dong sayang,nanti cantiknya ilang" rayu nenek jihan

"Mau saya bantu nek?" Tawar Arfan

"Boleh" kata nenek jihan lalu arfan membantu Najwa masuk ke mobil

"Makasih" ucap Najwa yang hanya mendapat anggukan dan senyuman dari Arfan lalu arfan masuk ke mobil dan menjalankan mobil keluar dari rumah sakit

"Nek rumahnya dimana?" Tanya arfan ketika mereka beehenti dilampu merah

"Habis ini lurus aja nanti ada persimbangan belok kanan lalu lurus rumah no 23 warna biru" jawab nenek jihan

"Oohh baik nek" kata arfan sambil tersenyum

"Ngomong ngomong nak arfan sudah berkeluarga?" Tanya nenek jihan

"Belum nek" jawab arfan dengan tersenyum

"Kenapa kok belum berkeluarga padahal nak arfan sudah bisa dikatakan layak berkeluarga"

"Saya baru saja menyelesaikan pendidikan S2 kedokteran diJerman nek,jadi belum mikirin berkeluarga dulu"

"Oohh begitu,kalo Najwa sekitar 2bulan lagi baru akan menyelesaikan studynya"

"Memangnya Najwa kuliah apa nek?"

"Guru agama"

"Pekerjaan yg sungguh mulia" ucap Arfan penuh kagum

"Masya Allah sungguh indah wajah Najwa,sangat bersinar dan berseri" batin arfan

"Itu rumah kami disebelah kanan" ucap nenek jihan dan mobil arfan perlahan berhenti didepan rumah nenek jihan lalu arfan membantu mengeluarkan barang barang.

"Sekali lagi makasih ya nak arfan"

"Iya sama sama nek" ucap arfan tersenyum

"Gak mau masuk dulu?" tawar nenek jihan

"Tidak makasih nek,lain kali aja ya" tolak arfan secara halus dan ketika mereka mengobrol tiba tiba Nuri datang

"Ya ampun maaf ya nek,Nuri tadi ada pelajaran tambahan jadi gak bisa jemput tepat waktu lalu ketika Nuri kerumah sakit kata perawat disana nenek sama Najwa udah pulang makanya Nuri langsung kesini" jelas Nuri sambil menggenggam tangan nenek jihan

"Iya gak papa nak Nuri,kami juga udah diantar sama nak arfan" ucap nenek jihan dan sontak Nuri terkejut karena saking khawatir Najwa dan nenek jihan akan marah sampai Nuri tak mengetahui ada Arfan disana

"Eh dokter arfan,maaf ya saya gak tau ada dokter"ucap Nuri salah tingkah

"Iya gak papa kok" balas arfan sambil tersenyum

"Sebagai ucapan minta maaf aku gimana kalo kita makan es krim dan aku masakin makanan kesukaan nenek dan Najwa?" tawar Nuri

"Eh kamu,Najwa baru keluar dari rumah sakit" ucap nenek jihan

"Gak papa kan dok?" tanya Nuri pada arfan

"Iya gak papa,asal jangan berlebihan,saya duluan ya soalnya mau jemput mama" jawab Arfan sambil berpamitan pada nenek jihan,Najwa dan Nuri

"Oohh iya hati hati ya dok" ucap Nuri

"Iya,jaga diri ya Najwa,assalamualaikum" pamit arfan sambil tersenyum dan mendapat balasan senyuman dari Najwa lalu berjalan masuk ke mobil

"Eh ni dokter muda kenapa senyam senyum sendiri?" Tanya dokter Indra kepada arfan yang duduk diruangannya

"Ganggu aja lo ndra,kalo masuk tuh ketok dulu minimal assalamualaikum" kesal arfan

"Ya Allah demi nabi Muhammad yang mencintai siti khadijah sampai akhir hayat aku udah ngetok pintu sambil assalamualaikum didepan berkali kali fan tapi kata kamu aku gak ngetok pintu?" Ucap indra penuh kesabaran

"Buktinya aku gak denger kamu ngetok ndra? Dan kenapa kamu langsung masuk?" Tanya arfan

"Karena kamu terlalu sibuk dengan lamunan kamu,aku langsung masuk karena aku takut kalo terjadi hal yg tak diinginkan makanya aku langsung masuk pake kunci duplikat" jelas indra

"Oh gitu ya,ya udah maaf ya ndra" ucap arfan dengan polosnya

"Ya Allah gitu aja fan?" Ucap indra kecewa

"Terus mau gimana? Gak mungkin kan aku mohon mohon sambil berlutut lalu meluk kamu? Gak lucu kali" canda arfan

"Gak gitu juga kali fan,maksud aku tuh minimal traktir gue makan gitu karena dari tadi pagi aku belum makan fan?" Ucap indra dengan cengiran khasnya

"Oo yaudah nanti aku traktir makan tapi aku harus menyelesaikan beberapa laporan dulu ya? Sambil nunggu tuh makan dulu kue yang aku bawa tadi,hitung hitung pengganjal lapar" ucap Arfan

"Yes,Alhamdulillah" kata indra

"Btw kenapa kamu ngelamun fan?" Tanya indra penasaran

"Aku lagi mikirin bidadari yang baru saja Tuhan kirimkan buat aku" ucap arfan kembali tersenyum

"Ya Allah kamu gak papa kan fan? Gak lagi kesambet kan?" Tanya indra ngeri

"Gak lah ngaco kamu" sangkal arfan

"Ceritain dong siapa fan? Siapa tau aku kenal" tanya indra

"Gak,gimana kalo nanti kamu suka sama dia dan jadiin dia istri kamu?" Ucap arfan dengan wajah polosnya

"Astarfirullah hal'azim pikiran kamu fan,aku udah punya istri kali,iya aku tau aku tampan tapi aku masih sayang sama istri aku" omel indra

"Oh iya aku lupa kalo kamu gak sendiri lagi"

"Lalu siapa wanita yang selalu mengisi pikiran dokter arfan kita ini?"

"Namanya Najwa,dia pasien aku malam kemarin"

"Jadi?"

"Wajahnya sungguh cantik,sopan,menghargai orang tua,bicara seperlunya saja,bahkan ketika aku bicara dia tak menatap ku karena itu bisa disebut zinah mata sungguh Allah telah menurunkan seorang bidadari untuk melengkapi hidupku" ucap arfan penuh senyum

"Jangan menambah dosa fan" ucap indra

"Maksudnya?" Tanya arfan bingung

"Dengan kamu memikirkan Najwa yang belum menjadi halal bagimu berarti itu sudah termasuk dosa" jelas indra

"Astarfirullah hal'azim ya Allah ampuni hamba ya Allah,kamu benar ndra" ucap arfan penuh penyesalan

"Kalo kamu bener bener suka sama dia pergi kerumahnya untuk silaturahmi lalu ajak dia ta'aruf agar kalian saling mengenal setelah merasa cocok bicara kepada orang tuanya lalu pinang dan nikahi dia,dengan semua itu kalian bisa terhindar dari dosa dan fitnah,pacaran setelah menikah itu lebih indah fan" ucap indra menasehati arfan

"tapi aku belum berani ndra" ucap arfan ragu

"Niatkan semua karena Allah fan maka Allah pun akan membantumu" ucap indra dan perawat pun masuk memberitahukan bahwa ada operasi yang harus ditangani dokter indra

"Ya udah aku keluar dulu ya jangan lupa sama obrolan kita" ucap indra sambil menepuk bahu arfan

" ndra dengan traktir gimana?" Ucap arfan

"Lain kali aja"

"Ndra tunggu" ucap arfan sambil menghampiri indra yang akan keluar dari ruangannya

"Apa?"

"Makasih ya atas semuanya" ucap arfan sambil memeluk indra

"Siap dokter muda,bisa gak kita gak pelukan? Terlalu melow dan hal yg paling penting gimana kalo orang mikir kita sama sama suka? Kan gak lucu" ucap indra sambil tersenyum dan arfan melepaskan pelukannya lalu beberapa detik kemudian indra pun lenyap dari pandangan

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel