BAB 14 Hari baru
Hari ini hari pertama bagi nadia menjadi istri azzam, dan mereka telah tinggal satu minggu dirumah orang tua azzam, dan hari ini mereka akan pulang ke rumah azzam, rumah yang dulu ditempati Azzam dan najwa,
"Ma, Azzam sama nadia pulang dulu ya" ucap azzam sambil berpamitan kepada orang tua nya,
"Iya sayang, hati-hati ya jangan lupa telpon mama " ucap mama azzam sambil memeluk sang ibu,
"iya ma" ucap azzam,
"Mama kangen deh sama Najwa, biasanya Najwa slalu masak buat sarapan pagi" sedih sang ibu,
"Yaudah ya ma, kalo Azzam sama Najwa ditakdirkan bersama InsyaAllah kami akan bersama, mama doain aja ya" ujar azzam,
Lalu Azzam pun memeluk sang ibu guna menenangkannya,
Sementara nadia? Dia sangat muak melihat drama ini, dia sangat ingin menyeret azzam pergi dari neraka ini, bagaimana tidak ibu azzam seolah tak perduli dengan keberadaan nadia dirumah ini,
"Ah akhirnya bisa lepas dari nenek sihir sialan itu" ucap nadia sangat pelan sehingga hampir tak terdengar ketika mobil sudah berjalan, lalu tiba-tiba azzam berhenti mendadak,
"Apa yang kau ucapkan nadia?" Tanya azzam penuh selidik,
"Aa...anuu..anu... ee..nggak kok sayang kamu salah denger aja kali" jawab nadia tergagap,
"Lalu kenapa kamu lepas hijab kamu?" Tanya azzam sedikit terkejut,
"Aku gerah" jawab nadia santai,
"Kan ada AC?" Tanya azzam lagi,
"Mas perempuan hamil itu kadang hormonnya mudah berubah biarin aja selagi aku hanya memperlihatkan auratku jika aku bersama muhrimku" ujar nadia ,
'walaupun mereka bersaudara, namun Nadia dan Najwa sangat berbeda! cara mereka memperlakukan aku dan keluarga ku sangat berbeda' benak Azzam,
Ketika sedang dijalan tiba-tiba nadia ingin makan rujak karena melihat tukang rujak,
"Sayang aku mau rujak" rengek nadia, azzam pun langsung menepikan mobilnya dan menyuruh nadia untuk membelinya,
"Yaudah ayo kita beli" ajak azzam,
"Ah gak mau, aku malas buat jalan, lagi pula kandungan muda kayak aku gini gak boleh capek sayang" ujar nadia manja,
"Lalu gimana?" Tanya azzam malas,
"yaudah kamu yang beliin ya?" Tanya nadia bersemangat,
"Gak, kamu aja sendiri" jawab azzam,
"Ga ada perhatian nya sama istri heran, kalo kandungan aku kenapa kenapa gimana? kamu mau tanggung jawab?" ujar nadia,
"Iya yaudah, tunggu sini bentar" ujar azzam,
Azzam pun turun untuk membeli rujak, selang beberapa menit Azzam datang dengan sekantong kecil rujak,
"Nih"
"makasih sayang"
Nadia langsung melahap rujak dari Azzam,
"makan itu pake Bismillah, pelan pelan"
"cerewet banget sih, namanya juga lagi pengen"
"iya tapi makannya pelan pelan"
"ikhlas ga sih belinya?"
"ikhlas"
"yaudah kalo ikhlas, jangan banyak komen! bikin orang ga selera makan aja"
"aku cuman ngingetin Nadia, kamu itu istri aku! aku wajib menegur kamu jika salah"
"iya tapi kamu itu udah terlalu banyak ngomong, cape tau ga!"
"kamu sama Najwa beda banget ya!"
"kok jadi ngebandingin aku sama Najwa!"
"ya emang faktanya begitu"
"udah ah capek debat sama kamu, baru juga seminggu nikah, ga ada lembut-lembutnya sama istri"
Lalu Nadia memejamkan matanya, tak menghiraukan Azzam,
Lalu azzam pun melanjutkan perjalanannya tanpa ada seorangpun yang bicara sehingga nadia menggantuk dan tertidur,
Dalam hati Azzam, sangat merindukan sosok Najwa yang periang, lemah lembut dan penyayang.
Namun nasi sudah menjadi bubur, apa yang sudah ia tanam itu yang ia tuai,
Dia harus bisa merelakan orang yang sangat ia cintai karena kesalahan yang ia lakukan,
Disisi lain, Najwa baru sampai di rumah neneknya,
Setelah resepsi pernikahan Nadia dan Azzam, Najwa memilih untuk berlibur ke Lombok sendirian,
saat pertama masuk ke rumah sang nenek, Najwa mengingat bagaimana dulu keluarga Azzam meminangnya, kenangan saat ia bersama Azzam hingga kenangan saat Nadia menikah bersama Azzam,
Flashback on
"sayang, kamu tinggal sama mama ya?" bujuk Bu Astuti kepada Najwa,
"engga ma, Najwa tinggal dirumah nenek aja" tolak Najwa,
"tapi disana nanti kamu tinggal sendirian sayang" ujar Bu Astuti,
"ga papa ma, mama jangan mikirin Najwa ya, InsyaAllah Najwa bisa jaga diri"
"kamu mama izinin tinggal dirumah nenek kamu dengan satu syarat nak"
"apa ma?"
"kalo kamu butuh apa apa, atau kamu lagi kesusahan kamu harus telpon mama ya nak"
"iya ma, InsyaAllah"
"sini nak peluk mama"
Najwa pun menghampiri ibu Azzam dan memeluknya,
"ingat sayang, mama bukan mantan ibu mertua kamu, mama adalah ibu kamu jangan sungkan buat berbagi hal yang ga bisa kamu ceritain ke orang lain, karena mama adalah ibu kamu" ujar Bu Astuti sembari menangis memeluk Najwa, sementara Najwa hanya menganggukkan kepala,
"mama jangan nangis ya, Najwa pergi dulu" pamit Najwa sambil mengusap air mata Bu Astuti,
"Assalamu'alaikum" pamit nya setelah menyalami papa dan mama Azzam,
Lalu Najwa pun beranjak dari kediaman Azzam,
Didepan rumah Azzam sudah ada taksi yang menunggunya,
Ketika Najwa berjalan ke gerbang, tak sengaja ia berpapasan dengan Azzam yang baru pulang lari pagi,
"Kamu mau kemana Najwa?"
"Najwa mau pulang ke rumah nenek"
"Kenapa? bukannya dirumah nenek ga ada siapa siapa?"
"Iya gapapa"
"Tinggal disini sama mama aku mohon" ujar azzam mencoba membujuknya,
"Maaf mas, Najwa ga mau ngerepotin"
"Engga Najwa, kamu engga ngerepotin"
"Maaf mas, Najwa ga bisa"
"Tapi Najwa...."
"Maaf mas, Najwa ga bisa! Najwa duluan ya, Assalamu'alaikum" pamit Najwa,
Dan ia pun berlalu dari hadapan Azzam,
Didalam taksi, Najwa memutuskan untuk menenangkan diri sejenak jauh dari keramaian kota ia akan menghibur dirinya sementara waktu, walaupun tidak bisa melupakan kesedihannya.
setidaknya dia bisa menghibur dirinya sendiri,
Ia memutuskan untuk pergi ke Lombok selama seminggu
flashback off
