Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 13 Pernikahan Azzam

____________________________________

"Jika tidak bersama dalam kebahagiaan maka izinkan kami bersama dalam sebuah cobaan"

Najwa alfatunnisa

____________________________________

Hari ini adalah hari pernikahan azzam dan nadia, mereka tidak mengadakan pesta besar besaran karena mama azzam menolak untuk membuat pesta,

Pernikahan mereka dilakukan di rumah orang tua azzam dengan mengundang beberapa kerabat dan sahabat saja,

Nadia sedang dikamar tamu untuk bersiap siap dibantu dengan beberapa orang keluarga azzam,

Sedangkan najwa sedang berada dikamarnya dan najwa sedang memakai baju yang diberikan oleh mertuanya, tiba tiba azzam datang,

"Najwa kamu udah siap?" Ucap azzam sambil mendekati najwa,

"Bentar lagi mas, mas kenapa kesini? ingat kita bukan muhrim" ujar najwa

"Aku hanya ingin melihatmu Najwa, apa kau yakin dengan keputusan ini? apa kau tidak mencintai ku?" tanya azzzam,

"InsyaAllahh Najwa siap, dan soal mencintai cukup Najwa dan Allah yang tau" jawab Najwa tersenyum,

"Kenapa kamu rela melepas suami kamu gitu aja? walau itu kakak kamu? itu berarti kamu ga ada perasaan sama aku" ujar azzam,

"Mas, tidak ada istri yang mau merelakan suaminya walau untuk kakak nya sendiri, hati Najwa juga sakit saat Najwa harus mengikhlaskan suami Najwa, tapi Najwa hanya berusaha menjaga martabat suami Najwa, karena tugas Najwa menjaga martabat mas azzam" ucap najwa,

"Tapi sayang, aku engga bisa ngejalanin semua keputusan kamu Najwa, ini engga adil buat kamu" ujar azzam,

"Najwa yakin mas bisa, Najwa tau mas akan menjadi suami, imam dan ayah yang baik nanti" ujar najwa lagi,

"Tapi itu berarti aku engga adil sama kamu Najwa? nanti gimana sama kamu?" iba Azzam,

"Mas ga perlu khawatir sama Najwa, InsyaAllah Najwa bisa ngejalanin ini semua, Najwa mau mas janji sama Najwa?"

"Apa?"

"Najwa pengen mas selalu jaga kak nadia dan anaknya, sayangi dan lindungi mereka seperti mas sayang sama diri mas, dan jangan sampai ponakan Najwa tidak merasakan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya, Najwa ga mau ponakan Najwa merasakan yang Najwa rasakan"

Dengan menghela nafas panjang, Azzam menyanggupi permintaan Najwa,

"Baiklah, aku janji sama kamu bakal ngejaga mereka" ujar azzam,

"Maaf tuan muda, saya disuruh tuan memanggil anda" ujar salah satu pelayan,

"Baik saya akan kesana" ujar azzam, lalu ia pun menoleh ke arah Najwa dan tersenyum,

Azzam pun berlalu dari kamar Najwa,

Sepeninggalan Azzam, Najwa kembali duduk didepan cermin, kembali ia mengingat pembicaraannya bersama Azzam beberapa hari lalu,

Flashback on

Azzam menghampiri najwa dibalkon, ketika najwa tengah asik santai sambil melihat ke arah langit,

"Sayang, kamu lagi apa? Disini dingin tau" Ucap azzam sambil memasangkan selimut dibelakang najwa,

"Gak mas, cuman lagi duduk aja sambil liatin langit"

"Kenapa liatin langit kalo kamu bisa liatin suami kamu yang tampan ini"

"Lain kali aja"

"Ya Allah tega banget, padahal langit malam itu gelap loh"

"Terkadang langit  malam itu bisa menjawab semua pertanyaan kita, jawaban yang tidak pernah membuat kita kecewa atau sakit hati"

"Masa? Emangnya kamu tanya apa?"

"Aku tanya sama langit, apa nenek bahagia disana? Dan dia menjawab nenek najwa sedang bahagia"

"Gimana kamu tau?"

"Karena dia membiarkan beribu ribu bintang untuk keluar malam ini sebagai jawabannya"

"Gitu ya"

"Tapi langit gak bisa jawab pertanyaan najwa satu ini, karena langit pengen najwa nanya langsung ke mas azzam"

"Apa sayang?"

"Mas azzam jangan tersinggung ya?"

"Iya"

"Seblumnya najwa ngucapin makasih karena mas azzam udah berubah sama najwa, tapi najagak ngerti alasan dibalik semua ini? Kadang terlintas di benak najwa alasan mas azzam baik sama najwa adalah karena mas azzam ingin nikahin kak nadia" jelas najwa lemah dan menunduk

"Gak sayang, mas azzam aja baru tau kalo nadia kakak kamu, gini ya waktu itu aku ada pertemuan disalah satu hotel didekat kantor, lalu disaat kami sedang berbincang tentang sebuah kesepakatan ada satu pasangan yang sedang bermesraan, aku pikir dia baru menikah tapi ternyata pria itu selingkuh"

"Mas azzam tau dari mana dia selingkuh"

"Aku tau dia selingkuh ketika ada mamanya pria itu membawa seorang wanita dan memergoki anaknya yang sedang bermesraan itu, mamanya marah besar hingga mamanya terkena serangan jantung lalu meninggal ditempat, sebelum mamanya meninggal, mama nya berbicara pada anaknya, bahwa anaknya tidak boleh datang ke pemakamannya apalagi ikut campur dalam mengurusi jenazahnya karena mereka sudah tidak memiliki hubungan"

"Lalu?" Tanya najwa berusaha mencari kebenaran dimata suaminya,

"Lalu anak itu duduk terdiam dan istrinya yang lemah lembut itu berubah menjadi orang yang kasar, dan kamu tau apa yang

buat hati aku tersentuh mendengar kata kata ibu itu?"

"Apa?"

"Ibu itu bilang kamu gak kasian

Sama istri kamu ha? Duduk dirumah sendirian nungguin kamu hingga tengah malam cuman karena khawatir kamu udah makam apa belom tapi ternyata kamu lagi senang senang sama perempuan lain, seketika aku sadar dari ucapan ibu itu bahwa aku sangat bodoh karena melakukan semua itu, jadi mulai sekarang aku bakal selalu disamping kamu dan mengubur masa lalu itu" jelas azzam dan najwa pun langsung memeluk suaminya penuh haru,

Najwa menangis dalam pelukan Azzam, begitupun sebaliknya, saat cinta mereka bersatu, dan perasaan mereka saling melengkapi, namun mereka harus berpisah.

Terkadang takdir sekejam itu, saat kita mulai merasakan bahagia, ia harus menghantamnya dengan sebuah duka,

Najwa melepaskan pelukannya, ia tersenyum ke arah suaminya,

"Ayo mas kita turun ke bawah, yang lain pasti udah pada nungguin kita"

Azzam menghentikan Najwa, tak percaya ia setengar ini,

"Kamu yakin sayang?"

"InsyaAllah aku yakin"

Lalu Najwa pun menuntun Azzam ke bawah, disana terlihat keluarga Azzam dan Nadia sudah berkumpul,

Terlihat raut kesedihan di wajah mama dan papa Azzam,

"Mas, Najwa sudah siap ditalak" ujar najwa,

"Tapi sayang, apa kamu yakin?" ujar mama Azzam,

"InsyaAllah ma, Najwa siap"

Dengan menarik nafas Azzam melihat kearah Najwa, Najwa hanya tersenyum dan mengangguk,

Sambil mengeluarkan air mata, Azzam menalak Najwa,

"Najwa Alfatunnisa, saya Azzam Khalif putra menceraikan anda" ujar azzam,

Flashback off

Sebentar lagi akad nikah akan dimulai, azzam sudah siap dengan tuxedonya, sekarang najwa sedang menjemput nadia dikamarnya untuk dibawa ke bawah,

Nadia menggunakan gaun putih, selaras dengan azzam yang memakai tuxedo hitam dengan dalaman putih,

Sementara najwa menggunakan baju pink selaras dengan baju ibu azzam,

Ketika mereka berdua berjalan mata azzam tak lepas memandangi najwa,

"Sudah bisa dimulai?" tanya penghulu,

Azzam dan sang ayah mengangguk,

"Bismillahirrahmanirrahim, Saudara Azzam Khalif putra bin Khalif ahmad Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Nadia sapphira binti Muhammad alfarizi dengan maskawin berupa 12gram emas Tunai"

"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nadia sapphira binti Muhamamd Alfarizi dengan maskawin tersebut, tunai"

"Bagaimana para saksi, SAH?"

"SAH"

"SAH"

"Alhamdulillah...."

Najwa berusaha menyembunyikan airmatanya, ia tak mau Azzam dan keluarganya melihatnya menangis

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel