Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 15 Rencana

Najwa hari ini akan mengunjungi makam sang nenek dan mamanya,

Setelah selesai membersihkan rumah, ia pun bersiap siap untuk ziarah ke makam,

Disisi lain, Nadia masih tertidur pulas sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 dan Azzam akan berangkat ke kantor,

"Nadiaa" teriak Azzam memanggil sang istri,

namun tak ada jawaban dari Nadia,

"Nadia" teriak Azzam sekali lagi, namun masih tak ada jawaban,

Azzam pun menghampiri Nadia di kamar,

"Astaghfirullah hal'azim Nadia bangun! suami mau berangkat kerja bukannya disiapin sarapan malah masih tidur" oceh Azzam,

Namun Nadia masih belum membuka matanya, Azzam pun menggoyangkan tubuh istrinya itu,

"Nadiaa bangun"

"Apaan sih zam? ganggu orang tidur aja!"

"kamu yang kenapa? aku mau berangkat kerja!"

"yaudah tinggal berangkat susah amat"

"tapi aku belum sarapan Nadia"

"yaudah persen aja atau beli langsung"

"tanggung jawab kamu sebagai istri mana Nadia, suami mau berangkat kerja bukannya disiapin sarapan, ini malah asik tidur"

"repot banget sih zam"

"Dulu waktu Najwa jadi istri aku, ga ada waktu buat aku ngeluh! aku bangun baju kerja udah siap, kopi dan sarapan udah siap, rumah udah bersih dan dia udah wangi, sedangkan kamu? jam segini masih tidur! 180 derajat sangat beda sama Najwa"

"stop bandingin aku sama Najwa bisa ga sih zam! engga mama, papa, kamu kenapa sih suka bandingin aku sama Najwa"

"harusnya dengan itu semua bisa bikin kamu sadar dan belajar buat memperbaiki diri, yaudah capek aku pagi pagi ribut, aku berangkat Assalamu'alaikum" ujar azzam lalu meninggalkan kamar,

Nadia semakin membenci Najwa karena sekarang Azzam menjadi berubah tak seperti Azzam yang sangat mencintai nya dulu,

"awas aja lo Najwa, gue bakal balas dendam"

ujar nadia,

Sementara Najwa saat ini sedang ziarah ke makam sang nenek,

"Assalamualaikum nek, maaf ya najwa baru sempat kesini, nenek bahagia kan disana? najwa kesini buat izin sama nenek, boleh ya najwa tinggal dirumah nenek? Najwa janji kok bakal beresin rumah nenek setiap hari dan najwa gak bakalan beli masakan diluar, najwa bakal masak sendiri sama kayak nenek ajarin dulu, najwa rindu sama nenek," Ucap najwa sambil memeluk nisan nenek seolah sedang berbicara pada nenek,

"Maaf nek, Najwa udah ngecewain nenek dengan cerai sama mas azzam, Najwa belum bisa menjaga keutuhan rumah tangga Najwa nek, maafin Najwa"

"Tapi nek, sekarang kak nadia udah bahagia kok dan sekarang dia tinggal di Indonesia! jadi nenek ga perlu cemas lagi sama kak nadia"

"Oh iya nek, Najwa sama Nuri udah baikan loh nek, nenek pasti seneng kan dengernya?"

Setelah puas menangis dan bercerita disana akupun memutuskan pergi dan berpamitan pada nenek,

Flashback on

Najwa berjalan sendirian tanpa ada yang mendukung nya, sang ibu dan papa Azzam merasa iba melihat ke arahnya, namun Najwa ingin sendiri tak mengizinkan keluarga Azzam menghampirinya,

Najwa duduk tak jauh dari keluarga azzam sambil menunggu persidangan dimulai tiba tiba ada yang memegang pundak najwa,

"Najwa" ucap wanita itu yang tak lain adalah nuri,

"Nuri" ucap najwa terkejut

Lalu nuripun langsung memeluk najwa meluapkan semua kerinduannya selama ini,

"Maafkan aku najwa, aku terlalu bodoh hingga aku tak melihat ketulusanmu bahkan aku menuduhmu yang tidak tidak, dan disaat kau terpuruk aku malah tidak ada untukmu" ucap nuri sambile terisak di bahu najwa,

"Hei sudahlah, biarkan itu menjadi masa lalu sekarang yang penting kebenarannya terungkap jadi berhenti menangis" ucap najwa sambil menyapu air mata nuri menggunakan ibu jarinya,

"Trimakasih najwa" ucap nuri sambil memeluk najwa lagi,

"Ngomong ngomong najwa kenapa kau tidak bilang jika kau akan bercerai?" Ucap Arfan

"Aku hanya tak ingin kalian cemas" ucap najwa

"Kenapa kalian bercerai najwa?" Tanya nuri,

Najwa hanya tersenyum tanpa menjawab,

"ku dengar kak nadia pulang, apa ini ada sangkut pautnya dengan dia?" selidik Nuri,

Najwa hanya tersenyum,

"Sudahlah aku ga mau bahas hal itu"

Lalu petugas pun mengizinkan azzam dan najwa untuk masuk mendengarkan hasil keputusan,

"Berdasaakan ini kami nyatakan tuan azzam khalid putra dan nyonya najwa alfatunnisa berpisah(maaf ya gak terlalu tau masalah sidang tentang cerai hehehe..jadi harap maklum)"

"atas izin yang mulia izinkan saya membacakan beberapa hak yang akan didapatkan nyonya najwa setelah perceraian ini" ucap sang pengacara,

"Diizinkan"

"Nyonya najwa akan mendapatkan uang tunjangan dari saudara azzam sebesar 50 juta dan satu buah unit mobil serta rumah"

"Maaf yang mulia hakim, saya tidak menerima pemberian apapun untuk saya" ucap najwa

Persidanganpun selesai sekarang najwa dan azzam resmi berpisah,

Flashback off

Saat Najwa sudah tiba dirumah sang nenek, tiba tiba perutnya kram, kepalanya pusing, badannya panas dingin, dan mual,

"Astaghfirullah hal'azim kenapa ini?" ujar Najwa, ketika Najwa sedang kesakitan tiba tiba ada orang yang memencet bel,

sekuat tenaga Najwa membuka pintu dan ternyata itu adalah Nadia,

" Lo kenapa?" tanya Nadia dan tiba tiba Najwa pingsan,

Nadia pun membawanya ke rumah sakit, setelah ditangani oleh tim medis Najwa akhirnya bangun,

"Gimana dokter keadaan adik saya?" Tanya Nadia,

"Adik anda tidak apa apa, selamat ya adik anda hamil"

"HAMIL?" seru Najwa dan Nadia bersamaan,

"Iya selamat ya, saya sarankan lebih menjaga kesehatan dan jangan sampai stress, saya permisi dulu" pamit dokter, sepeninggalan dokter Najwa berusaha menjelaskannya kepada sang kakak,

"Kak ga mungkin Najwa hamil, Najwa ga pernah berhubungan sama mas azzam kak, Najwa bersumpah"

"Diem Najwa diem" teriak Nadia,

"Lo emang paling bisa nyakitin gue Najwa, kalo Lo hamil berarti Azzam bakal cerain gue" ujar nadia menangis,

"Najwa bersumpah kak, Najwa ga hamil Najwa dan mas azzam ga pernah berhubungan" ujar Najwa terisak,

"kalo Lo sama Azzam ga pernah berhubungan kenapa Lo bisa hamil Najwa? kalo bukan anak Azzam anak siapa?"

teriak Nadia lalu pergi meninggalkan Najwa,

Nadia menangis sambil berlari keluar rumah sakit, sekarang tempat tujuannya adalah rumah orang tua azzam,

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel