Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 10 Kesabaran

Pernikahan Nuri membuat hati najwa dipenuhi rasa bahagia dan kecewa, semua rencana yang najwa susun dengan nuri batal karena seorang wanita yang bahkan bukan siapa siapa azzam.

Dan sekarang sudah pukul 23.00 malam namun belum jua ada tanda -tanda azzam pulang, berulang kali najwa mencoba menghubunginya namun tak satupun diangkat.

Seolah tak memiliki penat, najwa sudah hampir 3 jam mondar-mandir didekat pintu berharap orang yang dicemaskannya segera pulang.

Jam menunjukkan pukul 00.00 tengah malam.

Lalu najwa memutuskan untuk menelpon sang suami, 1x, 2x tak jua ada kabar dari sebrang sana hanya dering telpon yang terdengar, namun najwa tak putus asa, ia terus saja berusaha menelpon sang suami hingga pada akhirnya setelah sekian kali menelpon akhirnya ada jawaban dari sebrang sana.

"Halo assalamualaikum mas?" Ucap najwa ketika telpon terhubung

"Lo siapanya azzam?" Jawab disebrang

"Saya istrinya mas azzam"

"Oh gue pacarnya azzam kenapa lo telpon dia? Nyuruh pulang? Gak bakal mempan"

"Maaf tapi saya ini istrinya dan saya ingin berbicara pada suami saya"

"Suami? Ikatan kalian hanya sebuah nama, gelar suami istri hanya sebuah persetujuan bagi azzam, jadi lo gak usah ngarepin lebih apalagi sampai ngatur azzam kayak gini"

"Tapi saya tetap lah istrinya"

"Istri? Jaman sekarang kalo suami istri tuh ya pasti udah pernah ditidurin sama suami lah, bukan seperti lo sama azzam, ah udahlah bacot lo ntar gue bilangin azzam biar dia pulang.," belum sempat najwa menjawab telpon tersebut langsung terputus begitu saja, jangan tanya hati najwa saat ini, hatinya remuk perasaannya terluka namun ia tak bisa berbuat apa-apa.

Ia bahkan tak tau dimana harus mencari suaminya, walaupun najwa sudah lama tinggal dikota tersebut tapi ia tidak terlali mengerti seluk beluk kota tersebut apalagi sekarang tengah malam dan najwa seorang wanita.

"Ya Rabb mengapa hal ini slalu terjadi? Disaat hal indah kurencanakan selalu ada yang menjadi penghalang, Kau pernah berfirman bahwa Kau tidak akan menguji hambaMu melebihi kemampuannya, apakah hamba masih bisa melewati ujian dariMu ini ya Rabb?" Batin najwa

Butir demi butir air mata najwa masih mengalir, ucapan wanita tadi masih terngiang-ngiang ditelinganya.

Seolah kakinya sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk berdiri, ia masih terduduk menangis didekat pintu.

Rasanya mustahil jika melarang azzam untuk mengencani wanita, mustahil jika azzam mau mendengarkan najwa.

Memarahi suami? Bahkan melihat mata azzam secara berpandangan saja najwa tak berani apalagi memarahi azzam.

Yang najwa lakukan hanyalah menangis,menguatkan iman dan memulihkan tenaga.

Najwa tak masalah jika azzam tak menyukainya, tapi najwa berhap jika mereka bisa tinggal berdua sebagai teman.

Seminggu berlalu setelah pernikahan Nuri, tapi tak ada perubahan dalam diri azzam sedikitpun.

Pergi pagi hingga pulang pagi pun tak pernah azzam lewatkan yang hanya bisa najwa lakukan adalah menguatkan hatinya.

Beberapa jam lalu ibu nuri memberitahu najwa bahwa hari ini nuri pindah rumah dan ibu nuri mengajak najwa untuk mengunjungi nuri.

Sekarang najwa sudah siap untuk berangkat tak lupa ia meminta izin pada suaminya, azzam.

50 menit perjalanan yang najwa tempuh untuk mengunjungi rumah nuri hingga pada akhirnya ia tiba dirumah nuri.

Rumah yang elegan, indah dan sederhana namun berkelas.

Rumah impian nuri dan najwa ketika dibangku kuliah dulu.

"Assalamualaikum" ketuk najwa

"Waalaikumsalam" jawab orang didalam yang tak lain adalah nuri

"Hai ri"

"Oh kamu kenapa?" Jawab nuri

"Mama bilang kamu pindahan hari ini jadi aku mampir, mama udah sampai?"

"Belum,katanya macet" jawab nuri

"Oh boleh aku masuk"

"Silakan"

Apa ini hanya pikiranku atau memang ada yang lain dalam diri nuri batin najwa

"Ri ternyata impian kamu waktu kita kuliah dulu udah tercapai ya?" Ucap najwa ketika duduk disofa indah nan mewah itu

"Impian yang mana?" Jawab nuri acuh sambil memainkan permainan di androidnya

"Impian kita untuk rumah yang sederhana,nyaman,indah tempat keluarga kita bermain dan bercanda"

"Oh"

"Emm kamu apa kabar ri?"

"Baik"

"Pasti kamu bahagia ya punya suami seperti mas arfan"

"Ya"

"Nasib kamu memang beruntung,punya suami yang sayang sama kamu mertua yang peduli sama kamu dan ketika kamu melepas masa lajang kamu orang tua kamu lengkap dan mendampingi, kadang aku iri sama kamu"

"Kamu iri sama aku? Harusnya aku yang iri sama kamu" teriak nuri sambil berdiri

"Kenapa ri?" Ucap najwa terkejut

"Istri mana yang gak sakit hati ketika malam pertama suaminya malah membayangkan perempuan lain dan perempuan itu adalah sahabat dirinya sendiri"

"Maksud kamu?"

"Mas arfan suka sama kamu"

"Aa...apa?"

"Kamu gak usah sok gak ngerti waktu itu dua hari setelah pernikahan kamu mas arfan kerumah nenek kamu buat ngelamar kamu dan ternyata kamu udah nikah sama azzam,setelah itu mas arfan dijodohin sama aku awalnya aku menolak karena aku gak mau dijodohin tapi setelah aku tau bahwa itu adalah mas arfan aku berubah pikiran, aku setuju buat dijodohin, aku sangat bahagia menunggu hari peresmian kami tiap hari jam menit detik slalu ku lewati dengan senyuman walaupun hanya memandang dia lewat foto tapi setelah hari peresmian kami semua hal yang aku bayangkan hanyalah hayalan semata, mas arfan membayangkan kamu dimalam bahagia kami setelah dia bercerita dia pergi meninggalkan aku"

"Aku bener-bener gak tau ri soal mas arfan ngelamar aku"

"Diam kamu, gak usah sok polos didepan aku, aku benci bicara sama perempuan kayak kamu dan sekarang aku tau kenapa ayah kamu pergi ninggalin ibu kamu itu karena ibu kamu penggoda sama kayak kamu"

"Apa yang kamu bilang nuri?"

"Kenapa itu kenyataannya"

"Selama ini aku slalu diam sampai tadi aku masih diam tapi ternyata diam aku gak buat kamu sadar bahwa kita sahabat, tega kamu nuduh ibu aku kayak gitu? Nenek aku aja gak pernah bilang begitu,aku gak nyangka hal itu keluar dari mulut kamu aku yakin ibu aku orang baik,bilang ke mama aku pulang duluan assalamualaikum" pamit najwa sambil menangis dan keluar dengan berlari meninggalkan nuri seorang diri

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel