Bab 4. Terbongkarnya Identitas
Malam setelah peristiwa penyerangan kawanan srigala telah berlalu, kondisi Kang Yi pulih dengan begitu cepat setalah Hae-rin memberikan energinya untuk menyembuhkan luka-lukanya, Hae-rin yang berubah wujud menjadi rubah putih setelah menyelamatkannya kini masih meringkuk disamping tempat tidurnya, Kang Yi dengan sabar menunggu Hae-rin kembali ke wujud manusianya, dan meminta penjelasan padanya.
Saat menunggu lama akhirnya Hae-rin kembali kewujud aslinya.
Namun hal tak terduga terjadi, Yong hwa kembali masuk ke tenda pribadi Kang Yi, ia melihat semua yang terjadi
"Jendral.." ucap Yong-hwa hwa terbata-bata
Kang Yi menoleh dengan rahang mengeras, Yong hwa terpaku ditempat dengan tubuh gemetar.
Hae-rin yang menyadari wujud aslinya telah terbongkar, tubuhnya menjadi berkeringat dingin, kemudian ia menarik diri sedikit menjauh, menarik dirinya ke sudut tempat tidur.
Hae-rin diam membisu tidak mengucapkan sepatah katapun, namun Kang Yi tau ada ketakutan besar dimata Hae-rin yang tidak bisa dijelaskan.
"Hae-rin" ucap Kang Yi tegas tidak seperti biasanya
"Siapa kamu Hae-rin?"
Hae-rin masih diam, tidak menjawab, tubuhnya gemetar karena pertanyaan dari kang Yi
"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu jika kamu jujur, jadi katakan siapa kamu?"
"Aku..aku seorang gumiho" ucap Hae-rin lirih
Mendengar kata gumiho Yong hwa yang masih terpaku ditempatanya tubuhnya menjadi bergetar sangat hebat, ia pernah mendengar mitos jika gumiho makhluk jahat yang akan memakan hati manusia. Dengan keberanian ia berkata,
"Jendral, dia makhluk mitologi jahat, kita harus melenyapkannya"
Mendengar kata lenyap Hae-rin ketakutan, Kang Yi menyadari itu
"Diam Yong-hwa, Hae-rin tidak akan menyakiti kita, di telah menyembuhkanku jadi tidak ada alasan untuk melenyapkanya"
"Tapi Jendral.. "
"Diamlah Yong hwa, pergilah dan rahasiakan semua ini, tutup mulutmu jika hal ini tersebar aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang"
"Baik Jendral"
Yong hwa segera pergi dari sana yang masih menyisakan rasa takut dihatinya, kini di dalam tenda hanya tersisa mereka berdua, Kang Yi berusaha membujuk Hae-rin untuk tidak takut dengannya
"Hae-rin, kemarilah"
Hae-rin diam tidak bergeming,
"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu"
Dengan gemetar Hae-rin mendekat ke arah Kang Yi, Kang Yi menarik tubuhnya kemudian memeluknya dengan erat,
"Aku tidak akan menyakitimu, siapapun kamu Hae-rin"
"Kamu tidak takut padaku Kang Yi?"
"Apa yang harus aku takutkan?"
"Aku akan memakan hatimu"
"Ha.ha.ha" tawa Kang Yi
"Dengan senang hati aku akan menyerahkan untukmu Hae-rin"
"Jadi, kamu benar-benar tidak takut padaku?"
"Tidak Hae-rin, kamu penyelamatku, dan aku sudah berjanji untuk melindungimu"
"Syukurlah" ucap Hae-rin bernafas lega
"Jadi ceritakan padaku tentangmu Hae-rin" ucap Kang Yi sambil melepaskan pelukannya
Hae-rin kemudian menceritakan saat awal mereka bertemu dengannya di hutan, ia bukannya tidak punya rumah, ia hanya mengalami kecelakaan dan luka, setelah memulihkan diri, ia berencana untuk kembali ke dunia perinya, namun ia memutuskan untuk mengikutinya.
Kang Yi terharu dengan keberanian Hae-rin meninggalkan rumahnya hanya demi dirinya.
"Aku bersumpah akan selalu melindungimu" ucap Kang Yi sungguh-sungguh.
Ditenda lain Yong hwa masih terlihat ketakutan, cerita mitos itu benar-benar ia percayai sepenuh hati, sedari kecil keluargannya selalu menceritakan makhluk mitologi rubah ekor sembilan yang terkenal jahat dan suka memakan hati manusia.
Namun ancaman dari sang Jendral tidak bisa dianggap remeh, untuk sementara ia akan menyembunyikan semua ini, ia kan menunggu waktu yang tepat untuk memisahkan sang jendral dari makhluk jahat berbulu putih itu.
Sang-min yang melihat ketakutan dan kegelisahan pada temanya merasa harus tau, Sang-min menyakan apa yang terjadi, Yong hwa berbohong jika ia takut jika kawanan srigala akan menyerang mereka lagi,
"Kamu terlihat gelisah dan ketakutan?"
"Aku hanya takut jika kawanan srigala itu akan kembali lagi"
"Hari sudah menjelang pagi, kawanan srigala itu tidak mungkin datang lagi"
"Aku harap begitu"
Pagi menjelang
Cahaya pagi sudah menampakan wujudnya, kicauan burung membangunkan Hae-rin yang tertidur lelap dalam dekapan Kang Yi.
Kang Yi merasa ada pergerakan lain disamping tidurnya, saat membuka mata ia melihat siluet wanita yang sangat cantik yang baru saja bangun dari tidur.
Jiwa lelakinya meraung, ia ingin sekali menerjang Hae-rin dan tidak akan membiarkannya turun dari tempat tidur, memberinya kecupan dan tanda kepemilikan, sedari malam ia menahan hasrat lelakinya dan pagi ini ia juga harus tetap menahan semua itu.
Kang Yi bergegas bangun dari tidurnya sebelum ia hilang kendali karena tidak bisa menahan diri, kemudian ia keluar dari tendanya dan memerintahkan semua prajurit untuk berkemas untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Ibukota.
Para bawahan dan prajurit yang melihat sang Jendral sudah kembali pulih merasa senang, obat herbal yang ditemukan Sang-Min dan tiga teman lainya sangatlah manjur.
Perjalanan dilanjutkan kembali, Sang min dengan setia berada disamping tandu Hae-rin, duduk dengan gagah diatas kudanya.
Selama perjalanan Sang-min merasa Yong-hwa lebih banyak diam, tidak seperti biasanya yang selalu cerewet banyak mengatakan hal-hal yang lucu untuk menghibur.
Sang-min menanyakan apa yang terjadi kenapa tidak seperti biasanya, Yong-hwa mengatakan ia baik-baik saja.
Malam kedua ini mereka sudah berada di desa, mereka tidak perlu membangun tenda lagi untuk bermalam, untuk itu Kang Yi memerintahkan Sang min untuk mencari penginapan.
Penginapan yang digunakan untuk bermalam mereka sangatlah sederhana, namun lebih baik daripada harus berada di hutan dengan tenda dan tidak akan tau kapan datanya kawanan srigala yang siap menerkam mereka.
Kang Yi berada satu kamar dengan Hae-rin, setelah mengetahui identitas asli Hae-rin, Kang Yi tidak akan meninggalkan Hae-rin barang sedetikpun.
Ia kawatir jika ada seseorang yang melakukan hal buruk kepada Hae-rin.
Saat makan malam Yong hwa selalu mengawasi gerak gerik Hae-rin, Kang Yi menyadari hal itu, untuk itu Kang Yi memberikan tatapan tajam kepadanya. Matanya mengisyaratkan seolah berkata tutup mulutmu dan rahasiakan apa yang kamu lihat waktu itu.
Sang-min melihat apa yang dilakukan Yong-hwa, ia begitu penasaran hingga akhirnya bertanya dengan nada lirih,
"Apa kamu membuat kesalahan Yong-hwa?"
"Hah, apa maksudmu?"
"Kamu terlihat takut saat Jendral melihatmu, katakan apa yang kamu lakukan?"
"Tidak ada, aku tidak membuat kesalahan"
"Hei jangan berbohong, aku melihat semuanya"
"Sudahlah, aku sudah kenyang, aku akan kembali terlebih dahulu"
Yong-hwa kembali terlebih dahulu kedalam kamar yang ada dipenginapan itu, namun dipertangahan jalan ia secara tidak sengaja menubruk seseorang pria dan membuat orang itu jatuh tersungkur,
Brukkk
"Maaf" ucap Yong-hwa spontan
Tanpa niat membantu Yong-hwa pergi begitu saja, namun suara dingin tiba-tiba terdengar dari pria yang tersungkur itu,
"Kamu harus menjauhinya, keberadaanya memang membawa berkah namun juga petaka"
Ucap pria itu sebelum pergi
Yong-hwa menoleh melihat seorang pria yang terlihat seperti orang pintar
"Tuan, apa maksud anda?"
Pria itu tidak menggubris Yong-hwa, ia segera pergi dari sana dan hal itu membuat Yong-hwa menjadi sangat penasaran apa yang dimaksudnya.
