Bab 3. Wujud Gumiho
Jantung Hae-rin bedegup dengan kencang saat mendengar suara Kang Yi memanggilnya, tubuhnya terasa dingin, ia merasa identitasnya sebagai gumiho sudah terbongkar, namun takdir berkata lain. Kang Yi datang ke tendanya dengan wajah kawatir untuk memberikan informasi bahwa srigala menyerang tenda yang lain, srigala ini sangat bringas seperti tidak terpengaruh dengan bunga Marigold.
"Hae-rin, dengar kamu harus tetap berada ditenda, jangan pernah keluar tanpa seizinku"
"Ada apa Kang Yi? Apa terjadi hal buruk?"
"Srigala itu menyerang dengan sangat bringas ke tenda prajurit yang lain, aku akan turun tangan, kamu tetep disini, di depan ada Sang-min yang menjagamu, ingat Jangan pernah keluar, mengerti?"
"Hemm" Hae-rin membalas
Kang Yi keluar dengan tergesa, sebelum benar-benar pergi Hae-rin masih mendengar Kang Yi bercara dengan Sang-min untuk melindunginya.
Tiga puluh menit telah berlalu namun Kang Yi belum kembali, Hae-rin merasa kawatir, instingnya mengatakan terjadi hal buruk dengan Kang Yi, untuk itu ia berlari keluar menerobos kemanan Sang-min di depan tendanya.
Sang-min yang melihat Hae-rin keluar dari tendanya segera mengikuti dan mencoba menghentikannya, sang jendral sudah memberinya tugas untuk melindungi Hae-rin, jika terjadi sesuatu dengan Hae-rin, kepalanya mungkin tidak terselamatkan.
"Nona Hae-rin, berhenti, disana sangat berbahaya" teriak Sang-min
Namun teriakan Sang-min bagaikan angin lalu Hae-rin terus berlari mencari keberadaan Kang Yi, setelah melihat beberapa penjuru, ia akhirnya melihat Kang Yi beserta prajurit yang lain dikeroyok dengan ratusan srigala, srigala itu terlihat aneh tidak takut dengan bunga Marigold, bunga yang digunakan untuk mengusir mereka kawanan serigala.
Hae-rin melihat Kang Yi yang berlumuran darah, menerjang kawanan srigala yang ingin menyerang ke arah tenda lain, dibelakangnya para prajurit juga membantunya menumpas keberadaan kawanan srigala itu yang mengamuk dengan bringas, namun seolah kalah tenaga, srigala itu tidak mudah mati meskipun sudah bertarung hebat dengan mereka.
Kang Yi merasa lututnya lemas, ia banyak mengeluarkan darah karena luka dari cakaran srigala itu, meskipun masih banyak kawanan srigala yang ingin meyerang mereka, Kang Yi sudah banyak menumbangkan srigala itu ketanah.
Saat seekor srigala yang tampak lebih besar dari yang lain menyerang Kang Yi.
Hae-rin berteriak dengan lantang,
" Kang Yi awas"
Namun peringatan itu kalah cepat dengan tajamnya kuku srigala mengores kulit Kang Yi, ia jatuh tersungkur, dan srigala itu ingin mengoyak dirinya. Kang Yi yang melihat Hae-rin mendekat ia sangat kawatir
"Jagan mendekat, kembali ketendamu" teriak Kang Yi dengan sekuat tenaga
Namun Hae-rin tidak takut karena ia adalah gumiho, ia berlari menghampiri Kang Yi yang sudah lemah ditanah.
Kawanan srigala itu tiba-tiba takut saat Hae-rin mendekati mereka, seolah memberi peringatan kamu akan mati jika tidak segera pergi.
Hae-rin semakin dekat dengan kawanan srigala yang menyerang Kang Yi, matanya berubah menjadi biru, kawanan srigala itu ketakutan melihat itu, serigala itu berkumpul kemudian berbalik pergi meninggalkan mereka. Tidak ada seekorpun yang tersisa.
Semua yang ada disana merasa heran sekaligus takjub, mereka sudah berusaha keras mengusir srigala gila itu namun tidak ada satupun yang mau pergi. Namun saat Hae-rin datang kawanan srigala itu pergi tanpa ada perlawanan.
"Kang Yi, kamu terluka"
Hae-rin merasa sedih saat melihat Kang Yi terluka sangat parah. Ia menopang kepala kang Yi kemudian ia taruh dipangkuanya.
"Kenapa kamu keluar, kamu tidak mengikuti perintahku" ucap Kang Yi lirih
"Hiks hiks kamu terluka sangat parah"
"Jangan menangis, aku tidak ap.." Kang Yi pingsan sebelum menyelesaikan ucapannya
Prajurit disana segera membawa jendral mereka ke tenda untuk segera diobati, namun karena luka dari serangan srigala yang sangat banyak membuat Kang Yi banyak mengeluarkan darah, dan ini harus segera dihentikan jika tidak maka nyawanya akan melayang.
Prajurit lain yang terluka juga segera diobati namun mereka tidak separah Jendral mereka, Hae-rin yang mendengar jika nyawa Kang Yi terancam ia sangat sedih. Ia harus menyembuhkan Kang Yi.
Yong-hwa mengatakan Kang Yi membutuhkan tanaman herbal untuk menghentikan pendarahan itu, namun persediaan diperbekalan mereka tidak cukup untuk mengobati sang jendral.
Dengan semangat dan keberanian, Sang-min dan tiga prajurit lainya mengorbankan diri untuk mencari tanaman herbal itu untuk menyembuhkan Jendral Kang Yi, meskipun taruhanya nyawa saat mereka kembali bertemu dengan kawanan srigala itu.
"Aku akan mencari obat herbal itu" ucap Sang-min
"Kamu harus hati-hati, jangan sampai bertemu dengan kawanan srigala itu, bawalah tiga prajurit lainya bersamamu" balas Yong-hwa
Sang-min dan tiga prajurit lainya segera mencari obat herbal itu, Kang Yi tergeletak tak berdaya diatas ranjang ditemanin Hae-rin
Yong-hwa membiarkan mereka, ia kembali ketendanya untuk meracik obat herbal yang masih tersisa.
Hae-rin melihat tubuh Kang Yi berlumuran darah, wajahnya pucat, bibirnya putih, dan badannya mulai dingin, ia terus menangis tetesan matanya mengenai luka Kang Yi dan secara ajaib lukanya berangsung mengering.
Hae-rin tidak tega melihat kondisi Kang Yi yang mengenaskan untuk itu, ia menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Kang Yi namun karena kondisi fisiknya lemah, ia kan berubah menjadi Gumiho.
Saat kekuatannya mulai menyembuhkan luka-luka Kang Yi dengan sempurna, wujud Gumihonya muncul, ia berbaring disamping Kang Yi yang perlahan sadar.
Saat dirinya terluka Kang Yi masih bisa mendengar dan merasakan apa yang dilakukan Hae-rin kepadanya, ia begitu kaget saat mengetahui Hae-rin bukanlah manusia namun seekor Gumiho. Mitos mengatakan Gumiho adalah makhluk yang jahat, yang suka mengoda dan memakan hati manusia, namun Hae-rin tidak seperti mistos yang diceritakan.
Kang Yi yang melihat seekor rubah putih tidur disampingnya, ia sudah menduga itu adalah Hae-rin. Ia mengelus lembut rubah itu dan berkata,
"Terima kasih sudah menolongku Hae-rin"
Tiga puluh menit telah berlalu Yong Hwa Mambawa obat herbal yang berhasil didapatkan Sang-min dan tiga prajurit lainya.
Namun saat ia berada di dalam tenda, Yong-hwa begitu terkejut saat melihat Kang Yi sudah siuman dan terlihat sehat seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
"Jendral" ucap Yong-hwa terbata
Kang Yi hanya menoleh dan mengisyaratkan untuk tidak berisik, itu akan membuat rubah putih disampingnya bangun.
"Rahasiakan semua ini, Jagan bairakan ada yang masuk ke tenda, bilang mereka aku membutuhkan istirahat untuk pemulihan diri"
"Baik tuan"
Yong-hwa keluar dengan tubuh gemetar, sebelum pergi sekilas ia melihat seekor rubah putih yang tertidur disamping sang jendral, ia berfikir rubah itu yang menyembuhkan jendral Kang Yi, tapi ia tidak pernah berfikir jika rubah putih itu adalah Hae-rin.
"Hewan mitologi itu menyembuhkan Jendral Kang Yi, sungguh luar biasa"
"Aku harus mengatakan ini kepada Hae-rin, mengapa aku tidak melihatnya, kemana dia?"
Yong hwa mencari Hae-rin kedalam tendanya namun terlihat kosong, rasa panik mulai menjalari perasaanya, ia diam-diam mencari Hae-rin dipenjuru tenda namun hasilnya nihil, ia tidak terlihat tanda-tanda keberadaan Hae-rin. Ia akhirnya memutuskan untuk melaporkan ini kepada sang Jendral.
Namun saat ia memasuki tenda sang Jendral, sebuah kejadian yang tak terduga terjadi,
"Jendral.." ucapan Yong-hwa terpotong, tubuhnya gemetar melihat kejadian yang seharusnya tidak ia lihat.
