Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 9 - Diserang!

“ Ethan…”

Mereka berdua langsung terkejut ketika tiba-tiba saja ada seorang gadis yang datang menghampiri mereka. Gadis itu terlihat kesal dan langsung menjitak kepala Ethan dengan keras. “Aku sudah mencarimu kemana-mana dan ternyata kau sedang berada bersama dengan gadis ini. Siapa dia?’ gerutu gadis yang ternyata bernama Sakura tersebut.

“Maafkan aku, Sakura! Perkenalkan! Dia adalah Natasya, sahabat Wade yang berasal dari Indonesia. Mulai sekarang, dia juga akan tinggal juga di Kota Tokyo dan Natasya, dia adalah Sakura, kekasihku.” Ethan memperkenalkan keduanya sambil tersenyum.

Natasya menjabat tangan Sakura dengan kaku. Sepertinya gadis ini tidak menyukai kehadirannya sama sekali. Apa mungkin Sakura marah karena daritadi dia berdekatan dengan Ethan?

Dia juga tidak tahu kalau Ethan sudah memiliki seorang kekasih. Wajar saja sih. Ethan itu kan orangnya baik, tampan, dan juga menyenangkan. Siapa sih yang tidak mau bersamanya?

Tunggu! Kenapa di saat seperti ini, dia malah merasa hatinya benar-benar kecewa. Ada apa dengannya?

“Sudahlah, Ethan!! Ayo kita pergi sekarang!!” Sakura mendengus jengkel.

“Tu-tunggu! Aku harus mengantar Natasya kembali ke apartemennya dulu. Kita tidak mungkin meninggalkan Natasya sendirian disini, bukan?”

“Dia itu sudah dewasa, Ethan. Kau terlalu mengkhawatirkannya. Dia bisa memakai taksi atau bus untuk pulang ke apartemennya.” Sakura memutar kedua bola matanya dengan jengah.

“Ta-tapi-“

“Kau lebih memilih dia daripada aku begitu?” Sakura mulai terlihat kesal.

“Tidak apa-apa, Ethan. Kak Sakura benar. Aku bisa pulang sendiri kok.” Natasya tersenyum. “Lebih baik kau pergi saja!”

“Apa kau yakin?” Tanya Ethan dengan nada khawatir.

“Aku bisa menjaga diriku sendiri. Kalau begitu, sampai jumpa.” Natasya melambaikan tangannya sambil melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu membuat Ethan yang melihatnya menjadi tidak enak.

Kalau Wade sampai tahu hal ini, Wade pasti akan sangat marah padanya tapi dia juga tidak bisa membiarkan Sakura yang merupakan kekasihnya.

Ughhh… kenapa situasinya menjadi rumit seperti ini sih?

Bab 3- Cemburu

Natasya yang saat itu sedang berada di keramaian pusat Tokyo memutuskan untuk berjalan-jalan terlebih dahulu sebelum akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke apartemen.

Sebelum kembali, Natasya tampak sedang berbelanja bahan dapur untuk beberapa hari ke depan karena dia sama sekali belum belanja bahan-bahan makanan sama sekali sejak ia sampai di Tokyo.

Dia belum sempat berbelanja ketika datang ke negara ini karena sibuk mengurus berbagai keperluannya. Kalau dia tidak belanja, nanti dia akan makan apa?

“Tomat, wortel, ayam, mungkin ini sudah cukup.” Natasya mengamati isi keranjang belanjaannya dengan seksama, takut-takut ada yang kekurangan. Sekiranya semua sudah cukup, Natasya langsung membayarnya di kasir dan segera pergi dari supermarket.

Bahan-bahan ini seharusnya sudah cukup untuk bisa membuat makanan kesukaannya. Setelah menemukan taksi, Natasya sendiri langsung memberikan alamat apartemennya kepada supir taksi tersebut dan menyender lemas di kursi jok mobil.

Benar-benar hari yang melelahkan.

Karena apartemennya terletak di sebuah gank kecil, dengan terpaksa Natasya harus berjalan kaki menuju apartemennya sambil menenteng belanjaannya seorang diri. Jalanan terlihat sepi sekarang. Natasya sendiri hanya bisa mengusap tengkuknya yang terasa meremang.

Entah kenapa daritadi dia merasa ada seseorang yang sedang mengawasinya dari belakang dan semua terjadi begitu saja ketika tiba-tiba saja ada seseorang yang membekap mulutnya dari belakang. Natasya meronta hebat dan kantung belanjaan yang sedang dibawanya pun tergeletak begitu saja.

“Emphh….” Natasya mengerang tertahan.

“Diamlah!!”

Sial!! Apa dia seorang penculik, perampok atau bahkan pembunuh? Tanpa sadar tubuh Natasya bergetar ketakutan. Natasya mencoba melepaskan diri dengan menendang ulu hati pria itu sampai dia berhasil terlepas dari cengkraman pria tersebut.

Natasya menatap pria itu dengan sorot mata tajam. “Siapa kau!! Berani sekali kau melakukan ini padaku!!”

“Kau berani juga melawanku, gadis kecil,” geram pria tersebut dengan nada yang cukup menakutkan. Pria itu langsung memukul wajah Natasya sampai darah mengucur dari sudut bibirnya. Natasya mengusap darah yang terus keluar sambil berdecih.

Berniat menyerang balik, dengan cekatan pria itu langsung menghindar dari serangan yang dilancarkan oleh Natasya dan menarik tangan gadis itu ke belakang punggungnya sendiri hingga Natasya meringis kesakitan.

“Akkh-”

“Lebih baik kau diam atau aku akan menghajarmu lagi!!” Natasya sendiri hanya bisa memejamkan kedua matanya dengan ketakutan apalagi ketika orang itu berniat melakukan hal yang tidak-tidak sebelum tiba-tiba saja, Aiden datang menyelamatkannya.

“Dasar pengecut!! Beraninya lawan perempuan saja. Ayo lawan aku kalau berani!!” seru Aiden sambil berteriak.

Natasya langsung terkejut ketika tiba-tiba saja, Aiden sudah berada di hadapannya. Pria itu juga tampak sudah terpental dari tempatnya berada tadi. “Aiden…” pekik Natasya terkejut.

“Sialan!!”

Perkelahian antara kedua pria itu sudah tidak terelakan lagi. Aiden dan juga pria itu saling menyerang satu sama lainnya dengan membabi buta. Natasya sendiri hanya bisa mengamati pertarungan itu dengan perasaan khawatir.

Dia benar-benar takut kalau Aiden sampai kalah. Bagaimanapun juga Aiden itu masih kecil tapi melihat Aiden yang sepertinya bisa mengimbangi kekuatan pria itu menelan semua rasa cemas Natasya saat ini. Sepertinya Aiden bisa mengatasi pria itu dengan baik.

Syukurlah!! Meskipun di saat seperti ini, dia malah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Dia benar-benar lemah.

Merasa sudah kalah, pria itu langsung kabur meninggalkan mereka membuat Aiden yang melihatnya langsung mendengus. Aiden menghampiri Natasya yang masih terlihat ketakutan saat ini. “Kak Natasya tidak apa-apa kan?” tanya Aiden dengan nada khawatir. “Disini memang banyak sekali penjahat jadi kakak harus berhati-hati.” Aiden menasehati Natasya dengan perasaan cemas.

“A-aku.. aku tidak apa-apa. Terima kasih ya, Aiden. Kalau tidak ada kamu, mungkin aku sudah-” Natasya mengatakannya dengan nada gemetar.

“Tidak masalah. Aku benar-benar panik ketika melihat Kak Natasya diserang tadi.” Aiden menghela nafasnya. “bagaimanapun juga kita ini adalah keluarga. Harus saling menjaga satu sama lainnya. Lebih baik kakak segera obati luka di pipi kakak dulu. Pipi Kak Natasya memar tuh..” Aiden membantu memungut belanjaan Natasya yang masih bisa diselamatkan. Untungnya setengahnya masih bisa diselamatkan meski sebagiannya lagi sudah hancur.

Rugi sudah!

“Terima kasih.” Natasya tersenyum manis.

Aiden hanya tersenyum meanggapinya sebelum tiba-tiba saja, tatapannya teralih pada sebuah kanvas yang kebetulan ikut terjatuh. Aiden tersenyum.

“Woah… bukankah ini gambar kak Ethan?” Aiden berdecak kagum. Natasya yang mendengarnya langsung terkejut. “kak Ethan memang hebat, bukan?”

“I-itu….”

“He..he aku megetahuinya kok.” Aiden tersenyum. “kalau kakak butuh sesuatu, kau tinggal meminta bantuan padaku ataupun penghuni apartemen yang lain. Kami semua akan siap membantumu. Ayo, Kak! Kuantar sampai apartemen! Aku takut kakak kembali diserang lagi.”

“Umhh…” Natasya yang mendengarnya langsung tersenyum dan mengangguk. Ia langsung mengikuti Aiden menuju apartemennya yang sudah berada di depan mata.

Setidaknya dia bisa tenang kalau ada yang menemaninya.

TBC

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel