Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 3 - Kedatangan Tetangga Baru part.2

“Kalian datang juga…” sapa Ethan dengan nada riangnya seperti biasa.

Natasya menatap lekat pemuda berambut cepak pirang coklat muda yang baru saja keluar dari apartemen yang saat ini langsung terlihat berbincang-bincang dengan Wade. Natasya memilih mengabaikan keduanya karena dia sendiri tidak tahu harus berbuat apa sekarang.

Pandangan Natasya teralih pada apartemen yang akan ditinggalinya mulai ke depannya. Apartemen ini memang kecil tapi sepertinya cukup nyaman juga untuk ditinggali. Apalagi dia kan hanya tinggal sendiri.

“Maaf kalau aku jadi merepotkanmu tapi aku hanya merasa khawatir saja kalau sampai harus meninggalkannya sendirian karena bagaimanapun juga, dia adalah seorang gadis dan baru saja pindah ke negara ini. Kau bisa menjaganya untukku kan?” pinta Wade terhadap sahabat dekatnya tersebut.

“Tentu saja…serahkan dia padaku!” Ethan menunjuk dirinnya sendiri sambil tersenyum. “aku pasti akan menjaganya dengan baik. Ngomong-ngomong, siapa dia? Kekasihmu?” goda Ethan usil. “aku jarang sekali melihatmu berdekatan dengan perempuan selama ini.”

“Dia hanya sahabatku, Ethan. Bisakah kau berhenti bertingkah berlebihan begitu?” Wade mendengus pelan.

“Sepertinya kau sangat dekat dengan gadis itu..” komentar Ethan.

“Itu karena aku sudah menganggap dia seperti adikku sendiri.” Lama-lama Wade jadi kesal juga karena Ethan yang terus bertanya ambigu padanya. Memangnya apa yang salah sih kalau dia berjalan bersama perempuan?

“ Lalu kau anggap aku apa, Wade?” tanya Ethan yang terlihat sedang berharap-harap cemas.

Wade terkekeh sebentar kemudian menjawab, “Kau hanyalah seorang Ethan idiot.” Ethan yang mendengarnya langsung terlihat menekuk wajahnya dengan kesal.

Wade terlihat tidak peduli dan memilih menghampiri Natasya yang sedang termenung tempatnya berada. “Natasya… perkenalkan dia adalah Ethan, sahabatku. Kalau ada apa-apa, kau bisa meminta bantuan padanya. Dia adalah tetangga apartemenmu yang baru.” Wade memperkenalkan Natasya kepada Ethan yang terlihat masih tersenyum charming ke arah sang gadis berambut hitam legam yang masih setia berdiri di sampingnya.

“Tetangga apartemenku yang baru?” beo Natasya kebingungan.

“Perkenalkan!! Namaku adalah Ethan Caldera. Aku adalah tetangga apartemenmu mulai saat ini. Ruangan apartemenku persis berada di depan ruangan apartemenmu. Jadi kalau ada apa-apa, jangan sungkan untuk meminta bantuan padaku, oke?” Ethan menampilkan cengiran lima jarinya membuat Natasya langsung terperangah selama beberapa saat.

“Ahh.. kau pasti Ethan, sahabat dekatnya Kak Wade, ya? Kak Wade banyak menceritakanmu padaku. Katanya kau ini-” Natasya tidak bisa melanjutkan perkataannya ketika tiba-tiba saja Wade membekap mulutnya sampai dia tidak bisa berbicara sedikitpun membuat Ethan yang melihatnya langsung mengkerutkan keningnya heran melihat tingkah Wade saat ini.

“Aku apa?” Alis Ethan terangkat.

“Ahh…tidak ada apa-apa. Bagaimana kalau kita melihat ruangan apartemenmu yang baru, Natasya?” Wade tersenyum kikuk.

Natasya mengerucutkan bibirnya dengan kesal ketika dengan seenaknya, Wade malah membekap mulutnya seperti itu.

Apa salahnya sih? Dia kan memang berbicara fakta.

“Emhh…baiklah...” Ethan berdehem sejenak. “aku akan memperkenalkanmu kepada penghuni-penghuni apartemen disini.” Ethan langsung menarik tangan sang gadis sementara Wade sendiri memutuskan untuk mengikuti mereka berdua dari belakang saja.

Natasya begitu terkejut ketika melihat banyak orang yang sedang berkumpul saat ini. Melihat ada seseorang yang datang, mereka semua langsung menoleh ke arah pintu secara bersamaan dan menghampiri mereka.

Tentu saja Natasya jadi merasa gugup sekarang.

“Perkenalkan!! Namaku adalah Yui, pemilik apartemen ini. Apartemen ini memang kecil dan tidak seperti apartemen pada umumnya. Apartemen ini bergaya tradisional layaknya rumah tinggal biasa. Kuharap kau menyukainya.” Yui berkata dengan manis.

Kedua mata Natasya terlihat mengerjab selama beberapa kali kemudian ia mengangguk. “Sa-salam kenal juga, Kak Yui. Aku menyukai apartemen ini kok. Terima kasih. Apartemen ini tampaknya sangat nyaman untuk ditinggali.” Natasya berkata dengan sopan dan ramah.

Wade tersenyum dan menghampiri Natasya yang terlihat gugup saat ini. “Sahabatku ini memang orang yang sangat pemalu. Jadi kuharap kalian bisa menjaganya untukku.” Wade membungkukkan tubuhnya dengan sopan.

“Tentu saja. Siapapun yang tinggal di apartemen ini adalah keluarga kami juga. Jadi, kau tidak perlu merasa khawatir, Kak Wade. Kami pasti akan menjaganya untukmu.”

Wade terlihat hanya mengkerutkan keningnya heran, mendengar nada tidak biasa yang keluar dari mulut para penghuni-penghuni apartemen ini. Nadanya sangat aneh seperti ingin menggodanya.

Ada apa dengan mereka sih?

“Ngomong-ngomong, siapa namamu?” Tanya Yukira kepada Natasya yang masih betah berdiri di belakang Wade saat ini. “jangan takut! Kami tidak akan memakanmu kok..” Yukira tertawa kecil.

“Namaku Natasya. Salam kenal semuanya...” Natasya terlihat tersenyum manis ketika sedang memperkenalkan dirinya.

“Namaku Yukira. Salam kenal juga, Natasya. Semoga kau betah disini.” Yukira membungkukkan tubuhnya sambil memperkenalkan diri sesuai adat istiadat negara Jepang.

“Dan namaku Aiden. Semoga kita bisa berteman akrab, ya.” Aiden tersenyum manis.

“Baiklah. Aku fikir, sampai disini dulu perkenalannya. Natasya juga pasti kelelahan karena habis menempuh perjalanan jauh.” Ethan berdehem. “ayo, Natasya! Kuantar kau ke ruangan apartemenmu yang berada di lantai atas. Pasti kau merasa kelelahan karena habis melakukan perjalanan jauh, bukan?” Ethan tersenyum.

Natasya mengangguk dan memutuskan untuk mengikuti Ethan menuju ruangan apartemennya yang terletak di lantai 2. Masih banyak sekali ruangan yang berada di apartemen ini. “Wade sudah mengatakan padaku kalau hari ini kau akan datang jadi aku dan yang lainnya sudah membereskan ruangan apartemenmu agar bisa kau gunakan hari ini juga.” Ethan membuka pintu yang bertuliskan angka tujuh. “silahkan masuk!”

Natasya mengangguk dan tersenyum.

“ Permisi…” Kedua mata Natasya terlihat mengitari seluruh ruangan yang merupakan ruangan apartemen barunya saat ini. Apartemen ini terlihat begitu bersih dan juga rapi. Memiliki satu kamar tidur dengan ranjang king-size dan juga lemari pakaian yang terletak di dalamnya. Kamar mandi yang dilengkapi oleh shower dan juga air panas. Terdapat satu kitchen-set kecil yang dipergunakan untuk memasak dan apartemen ini juga memiliki ruang tamu yang juga sudah dilengkapi dengan sofa, meja kecil dan juga sebuah televisi berukuran sedang yang terletak di ujung ruangan.

Apartemen ini benar-benar nyaman apalagi ketika kita bisa melihat pemandangan Kota Tokyo dari balkon kamar. Benar-benar sangat indah…

Cocok untuk ia yang tinggal sendirian saat ini.

“Bagaimana? Apa kau menyukainya?” tanya Ethan kepada Natasya yang masih betah melihat-lihat ruangan barunya saat ini.

“Umhh… aku menyukainya. Terima kasih atas bantuannya, Ethan.” Natasya tersenyum kecil.

“Kalau begitu, aku serahkan semuanya padamu, Ethan! Masih ada pekerjaan yang harus kuurus jadi aku harus pergi dulu.” Wade menatap Ethan sekilas.

“E-ehh...tunggu!! Kak Wade…” Natasya mencoba melarang Wade untuk pergi.

Jujur saja, dia masih agak takut ditinggal sendirian disini apalagi ini hari pertamanya berada di lingkungan asing.

“Tidak apa-apa.” Wade mengacak rambut Natasya dengan gemas. “besok aku akan datang kesini lagi karena besok, kita juga harus mengurus beberapa berkas agar kita bisa mendaftarkanmu di sekolah baru kan? Istirahatlah! Ini sudah malam.” nasehat Wade kepada sahabatnya itu.

“Baiklah...” Natasya menghela nafasnya dengan pasrah. “Terima kasih karena sudah mau direpotkan olehku, Kak Wade.” Natasya tersenyum.

Wade langsung mendengus mendengarnya.

“Kau memang selalu merepotkanku. Dasar…”

“Kalau begitu, aku juga permisi dulu. Kebetulan masih banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan juga. Kau beristirahatlah, Natasya.” Ethan tersenyum.

“Hm… terima kasih,” jawab Natasya gugup.

Natasya hanya menatap kepergian Ethan saat ini sambil tersenyum. Natasya benar-benar senang karena memiliki tetangga-tetangga yang baik. Dibandingkan dengan rumahnya yang dulu, mungkin dia bisa lebih nyaman tinggal di apartemen ini. Ethan juga sepertinya orang yang sangat baik.

“Kenapa kau tersenyum-senyum sendiri begitu?” Wade mengangkat satu alisnya dengan heran. “jangan-jangan kau menyukai Ethan lagi?”

Natasya yang mendengarnya sontak terkejut.

“Hey... mana mungkin begitu!” Natasya mengelak keras. “aku dan Ethan saja baru saling mengenal tadi. Aku juga tidak berniat mencari seorang kekasih tahu.” Wajah Natasya memerah.

“Benarkah??” Wade masih betah menggoda sahabat perempuannya yang terlihat seperti ingin menerkamnya hidup-hidup.

“Cck… Kak Wade kenapa kau ini sering sekali menggodaku sih? Lebih baik kak Wade pergi saja deh! Katanya masih banyak pekerjaan yang harus Kak Wade urus. Aku ingin istirahat!” Natasya mengusir sahabatnya secara halus.

Sebenarnya dia juga agak kesal dengan tingkah Wade yang terus saja menggodanya.

“Sekarang kau malah mengusirku. Jahat sekali.” Wade mengerucutkan bibirnya dengan kesal. “baiklah! Sampai jumpa besok, Natasya.”

“Sampai jumpa.” Natasya melambaikan tangannya ketika melihat Wade yang saat ini sudah pergi dari apartemennya. Natasya menghela nafasnya dan memilih untuk langsung berbaring di kasur empuknya sambil menguap. Natasya benar-benar mengantuk.

Perjalanan hari ini benar-benar sudah menguras tenaganya sampai titik terakhir. Besok juga pasti akan menjadi hari yang melelahkan untuknya. Dia harus segera beristirahat.

TBC

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel