Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 9

"Bu Ayu, bukannya tanah ini tanah yang dulu, rumahnya saja yang berbeda atau mungkin bibi yang salah ingat tampak jelas dari pandangan mata bibi, dia kebingungan"

“Iya bibi benar ini tanah kita yang dulu, tapi rumahnya sudah dirubah sempurna oleh bapak” jawab Ayu

“Bu Ayu, kita ngontrak ya? Gaji bibi setengah aja bu, kasihan bayar kontrakannya, pasti Bapak dan Ibu berat menghadapi semua ini.” Sambung bibi

ini bukan rumah kontrakan bi, tapi ini rumah milik kita, soal gaji bibi jangan pikirkan kami tetap akan membayar penuh gaji bibi. Satu yang bapak minta jangan sampai bibi bilang ke orang lain kalau kita tidak ngontrak. Kalau ada yang bertanya apakah kita disini ngontrak, bibi jawab saja iya. Kalau mereka bertanya berapa perbulannya, bibi bilang saja tidak tahu kalau soal harga yang bibi tahu hanya tinggal saja, tapi yang bibi dengar kontrakan itu hanya bayar setengah karena pemilik rumah itu teman baik Pak Rianto.

Walaupun bingung dengan apa yang terjadi, tapi bibi hanya percaya apa yang dikatakan majikannya itu pasti yang terbaik. Karena selama bibi mengikuti keluarga ini, tidak pernah bibi diperlakukan seperti pembantu karena yang ada saat bibi mengerjakan tugas didapur ibu Ayu selalu membantu, kalau bibi sakit tidak diperbolehkan mengerjakan pekerjaan rumah yang ada ibu Ayu yang memasakan bubur untuk pembantunya itu. Bibi jadi merasa memiliki keluarga lagi, keluarga yang sayang kepadanya. Makanya ketika mendengar usaha bapak Rianto bangkrut bibi bertekad untuk mengikuti kemanapun keluarga ini pindah, walaupun tidak digaji, bahkan bibi bertekad membantu perekonomian keluarga ini, karena bibi yakin jika dia membuat kue untuk jualan pasti laku.

Walaupun masih banyak pertanyaan dalam benak bibi Mira tapi dia lebih memilih memasak makanan untuk majikannya, bibi memasak apa yang ada di dapur karena baru pindah jadi belum belanja. Selesai memasak bibi memanggil majikannya untuk makan.

"Bapak, Ibu, Selkie makanan sudah siap, mari makan" panggil bibi

"Iya bibi. Ayoh kita makan bersama. Oh ya bibi soal pembersihan nanti saja. Bibi rapikan saja kamar bibi dan bantu Selkie merapikan kamarnya. Kamar saya dan bapak nanti saya yang beresin. Yang lainnya bapak sudah minta tolong orang lain buat mengerjakannya besok. Biar bibi tidak terlalu lelah. Besok saja kita rapikan hari ini kita istirahat lebih awal. Karena ini merupakan hari yang melelahkan."

"Kalau bicara terus kapan makannya Bu. Ayoh bibi duduk kita makan sama-sama. Duduk bi ajak Pak Rianto mengulang ajakannya kepada bibi Mira yang tampaknya masih malu"

Selesai makan Pak Rianto masuk keruang kerja dan menelfon seseorang dengan panggilan Vidio call (VC).

"Halo Andra gimana?...."

"Semuanya berjalan sesuai rencana Pak, tidak ada orang lain yang tahu atau sekedar curiga. Sesuai rencana semula Perusahaan yang ada diluar negeri itulah yang nantinya menjadi investor bayangan. Tidak sia-sia bapak membangun perusahaan itu dan menyembunyikan pemilik aslinya karena sejauh ini penyelidikan yang kudapatkan tak ada satupun yang mengarah kepada bapak, semuanya bersih. Untuk sementara saya yang akan menjalankan perusahaan bapak. Perusahaan saya akan dijalankan oleh istri saya dan asisten saya. Jadi bapak tak perlu khawatir ada orang lain yang curiga. Pak Rianto mengangguk puas.

Oh ya Pak Rianto soal Lisa aku rasa ada sesuatu yang ganjil dengannya tapi apa itu, aku belum tahu. Aku masih menyelidikinya. Aku rasa Lisa bukan orang sembarangan, ada sesuatu yang lain dengannya."

(Rianto terkejut......)

"Jadi masalah Lisa belum selesai bukannya dia sudah mengaku hanya mengincar harta saya. Dia hanya butuh uang untuk gayanya yang glamor." Rianto bingung sendiri

"Pak, saya rasa itu bukan tujuan Lisa karena ternyata Lisa bukan orang miskin atau sekedar sederhana. Dia anaknya bapak Steven Wijaya, bapak tahu kan siapa bapak Steven Wijaya?"

"Apa? Steven Wijaya. Apa kamu tidak salah orang Andra. Steven kan yang masuk 5 besar pengusaha sukses. Apa Steven menelantarkan Lisa?" tanya Rianto

"Semula aku pikirnya begitu, makanya aku menyuruh selidiki semuanya. Tapi apa yang kudapatkan sungguh diluar dugaan. Ternyata Lisa selama ini besar dengan ayahnya dan semua kebutuhannya ditanggung ayahnya. Tanpa lelaki kayapun dia bisa hidup glamor sesuai keinginannya karena kamu tahu sendiri kan kekayaan Steven. Lagipula Lisa itu anak tunggal, sejak kematian istrinya bapak Steven tidak pernah menikah lagi. Tapi kasih sayang ayahnya sama sekali tidak berkurang untuknya. Lisa juga ternyata bukan wanita penggoda, dia wanita baik-baik. Aku hanya heran kenapa dia berusaha mati-matian dekatin kamu. Apa mungkin dia benar-benar mencintai kamu?"

"Aku rasa dia tidak mencintaiku. Sebelum kesini aku sempat menelfonnya dan meminta pinjaman uang tapi bukan uang yang kudapatkan tapi caci maki. Dia bilang tidak mau ikutan miskin denganku, dia juga bilang dia bisa mendapatkan lelaki mapan yang bisa menghidupinya"

"Apa?.....jadi siapa Lisa"

"Rahasiakan soal Lisa, aku tidak mau membuat keluargaku tidak tenang. Mudah-mudahan pemikiran kita tentang Lisa bukan apa-apa, kita berdoa saja supaya ini cepat berakhir"

"Baik Pak"

"Ya sudah, kamu teruskan dulu pekerjaannya. Saya mau mengerjakan tugas lainnya"

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel