Bab 7
Besok harinya perusahaan dipadati wartawan. Banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada karyawan-karyawan perusahaan tapi tak ada seorangpun yang tahu duduk persoalan yang sebenarnya jadi mereka hanya menghindar.
Ketika Andra tiba di perusahaan belum juga turun dari mobil wartawan telah menjemputnya dengan banyak pertanyaan.
“Pak, apa benar pengusaha sukses Rianto pemilik perusahaan ini mengalami masalah keuangan” (Andra berusaha menghindari wartawan. Tapi langkah Andra terhenti karena tidak ada jalan lagi untuknya)
“Pak, apa benar bapak Rianto bangkrut?..., Pak Andra tolonglah dijawab”
Baiklah saya akan menjawab pertanyaan kalian semua. Sebenarnya tahun lalu Rianto mengalami masalah keuangan yang serius. Rianto meminjam uang kepada saya untuk biaya produksi. Tapi karena uang yang dibutuhkan sangat banyak dan perusahaanku tidak memiliki uang sebanyak itu untuk investasi, jadi saya mengenalkan Rianto kepada sahabat saya yang tentu saja sanggup membantunya. Perusahan ini serta rumah menjadi jaminannya. Tapi tetap saja Rianto tidak berhasil memajukan perusahannya lagi. Sehingga sekarang sahabat saya memegang kendali penuh perusahaan ini. Makanya saya kesini karena diminta mengurus semuanya. Sekarang perusahan, rumah serta seluruh aset yang dimiliki Rianto diambil alih oleh Perusahaan lain.
“Bukankah anda teman bisnis pak Rianto? Apa anda tidak membantu pak Rianto”
Aku mau saja membantu tapi…. (Andra terdiam sesaat, ragu untuk meneruskan kalimatnya) hutang Rianto terlalu banyak, perusahaan saya juga membutuhkan uang. Aku memang merasa bersalah tidak dapat membantu tapi inilah bisnis kadang kita berada diatas, kadang kita berada dibawah. Aku mau menyembunyikan kenyataan ini tapi tetap saja suatu saat akan terbongkar juga. Lagi pula sekarang saya sudah tidak bekerjasama dengan Rianto, karena sekarang dia bukan lagi pemilik perusahaan ini. Tapi bagaimanapun keadaannya sekarang, Rianto tetaplah temanku.
Sementara itu dirumah Rianto menonton setiap moment yang ada dengan tersenyum puas. Ayah mau mencoba menelpon Lisa dan minta bantuannya? Apa diijinkan bu?....
Ayu tersenyum (menganggukan kepala). Didepan Ayu dan Selkie kemudian rianto mengeluarkan ponselnya dan menelpon Lisa dengan memasang Loudspiker halo Lisa, aku mau minta bantuan kamu, aku mau pinjam uang. Boleh ya? Kamu kan cinta sama aku.
Apa? bantuan. Kamu jangan mimpi, aku tidak akan membantumu sama sekali, untuk apa buang-buang uang untuk orang seperti kamu, bikin rugi. Lagi pula aku tidak pernah mencintai kamu, aku hanya suka kamu karena kamu itu kaya, tapi kalau kamu sudah miskin buat apa aku ngejar-ngejar kamu lagi. Aku tidak mau ikutan miskin seperti kamu, aku bukan gadis bodoh, aku cantik dan pasti masih banyak pria mapan yang mau sama aku. Oh ya satu lagi Rianto, kamu jangan pernah muncul lagi dihadapanku, anggap saja kita tidak pernah ketemu. Aku menyesal buang-buang waktu mengejar cintamu. Lisa mematikan ponselnya. (Kata-kata Lisa membuat Rianto tersenyum puas, Ayu juga puas apalagi Selkie.)
Ayah, Ibu malam ini aku nginap di rumah Yansen. Karena hanya Yansen, Ana dan Feli yang tahu kalau aku anak pengusaha Rianto. Aku yakin besok banyak wartawan yang akan datang kesini minta penjelasan ayah dan bila aku masuk TV teman-temanku pasti menuduhku pembohong, sebab yang mereka tahu kalau aku tinggalnya dipinggir kota disebuah gubuk kecil. Maaf yah bukannya menghindar dari masalah tapi sandiwaraku disekolah belum berakhir. Boleh yah, bu?..... Ayu dan Rianto setuju dengan permintaan anaknya. Setelah pamitan kepada kedua orang tuanya dan juga bibi, Selkie menuju rumah yansen.
Apakah berita tadi benar bu? Tanya pembantu mereka. Aku ikut ya bapak, ibu? Tidak usah digaji juga tidak apa-apa yang penting aku tetap ikut keluarga ini. Saya sudah tidak punya siapa-siapa dan aku merasa nyaman kerja bersama keluarga ini. Saya mohon bu, ijinkan saya tetap ikut keluarga ibu.
Kemasi semua pakaian bibi karena besok pagi kita akan meninggalkan rumah ini. Aku sudah memesan taksi buat besok dan mereka akan menjemput kita pukul 08.00 wita. Jangan sampai ada yang ketinggalan ya bi. Oh ya sekalian minta tolong kalau sudah selesai mengemasi pakaian bibi, ambilkan koper kecil dikamar Selkie, itu baju yang akan Selkie bawah, dia sudah mengemasinya sebelum pergi kerumah Yansen. Oh ya satu lagi soal gaji tetap akan bibi terima. Bibi tenang saja suatu saat kita akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tapi belum sekarang.
Baik bu, saya permisi mau mengemasi pakaian saya.
