Bab 6
Waktu terus berlalu tapi sikap Rianto masih sama, tak ada perubahan. Keluarga Selkie berada diujung perceraian. Walaupun masih tinggal serumah tapi kebersamaan mereka jelas runtuh sama sekali. Selkie sudah tidak pernah ke Panti Asuhan lagi, bahkan prestasi Selkie jelas-jelas menurun.
“Pagi Bu, pagi Ayah” Selkie duduk diam dikursinya
“Pagi juga Selkie, Ayah pergi dulu ya”
“Tapi ayah….(selkie tidak meneruskan kalimatnya ketika melihat ibunya menggelengkan kepalanya pelan. Selkie hanya memandang kepergian ayahnya dengan rasa kesal dan kecewa).”
“Selkie kita akan ikuti ayahmu” Ayu memberikan perintah
“Baik bu…”
“Menurut jadwal seharusnya jam begini ayahmu tidak ada pekerjaan”
"Kenapa ayah kearah sini Bu?"
"Entahlah, kita ikuti saja"
(Mobil yang dikemudikan Ayu berhenti disebuah café yang sangat dikenal Selkie, tapi asing bagi ibunya)
“Bu itu Ayah, tapi gadis itu?.....bukankah itu gadis yang sama dengan yang lalu”
“Iya kamu benar, itu Lisa”
“Tapi kenapa Lisa bersama Ayah? di café lagi.”
“Entahlah, tapi…. (memandang sekeliling) Selkie itu temanmu kan? Ajak dia ke cafe, traktir dia, ini uangnya. Tapi jangan sampai kamu melihat ayahmu, yang pasti usahakan ayah melihatmu. Pakai alat ini agar ibu lebih mudah memberi tahu kapan kamu harus meninggalkan café.”(setelah pamitan, Selkie mendekati Ratih dan mengajaknya ke café)
Ajakan Selkie makan bersama di café diterima Ratih dengan tersenyum. Kebetulan Ratih merupakan sahabat Selkie dari SMP, jadi tidak ada rasa canggung antara mereka berdua. Sambil berbincang tentang pelajaran yang nantinya akan mereka kerjakan bersama disekolah selkie tetap fokus dengan tujuan utamanya berada disitu.
“Selkie Tarik perhatian Ayahmu tapi jangan memanggil pelayan karena itu mencurigakan” (Ibunya memberi perintah dari seberang)
“Lalu aku harus bagaimana?.....”
“Bagaimana apanya?...” Ratih bingung dengan pertanyaan Selkie yang menurutnya tidak nyambung.
Bukannya menjawab pertanyaan Ratih, Selkie justru bercerita sesuatu yang lucu sehingga membuat Ratih tertawa cukup keras (secara reflex Ratih langsung menutup mulutnya dengan tangan).
“Bagaimana?......”(selkie bertanya yang ditujukan kepada ibunya)
“Seharusnya aku yang bertanya, bagaimana lanjutan ceritanya? Tanya Ratih, tapi Selkie hanya tersenyum."
“Jangan berbalik, ayah telah melihat kamu sepertinya dia gugup dan berusaha meninggalkan café tapi kamu duduk arah pintu depan berarti ayahmu pasti lewat pintu samping. Pamitlah kepada temanmu dan tinggalkan café itu sekarang. Ibu tunggu di mobil”
Ratih, maaf ya aku harus pulang, ceritanya nanti dilanjutkan lain kali, aku ada urusan (Ratih mengangguk sambil tersenyum). Ini uang untuk bayar makanan, maaf ya aku tidak bisa mengantarmu pulang. (Ratih baru mau mengembalikan uang selkie, tapi selkie sudah cepat-cepat pergi dari hadapannya. Ratih hanya memandang bingung kearah Selkie yang tidak biasa).
Selkie mendekati mobil yang dipakai ibunya. Mobil yang disewa seharian penuh. Tanpa menunggu perintah, Selkie langsung masuk mobil dan mobil meluncur meninggalkan café. Selkie memandang ibunya yang sementara mengincar mobil hitam yang ada didepannya. Mobil hitam berhenti tepat didepan sebuah rumah. Rianto dan Lisa turun dari mobil. Tanpa menunggu lagi Ayu langsung melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Bu, aku tidak tahu apa bisa memaafkan ayah. Aku kecewa dengan kelakuan ayah. Aku menyesal punya ayah Rianto. Aku marah sama ayah, aku benci ayah, aku tidak mau ketemu ayah lagi. Ayah tidak kuat iman, kalau iman ayah kuat pasti ayah tidak akan tergoda dengan wanita manapun atau secantik bidadari. Tapi ini?.....
Ibu juga kecewa tapi apa yang dapat ibu lakukan? Ibu tidak bisa apa-apa. Ibu hanya tinggal menunggu keputusan Ayah, yang penting kamu tetap ada disamping ibu itu sudah cukup. Sebaiknya kita pulang saja.
“Selamat siang bu, selkie”
“Siang bi…..”
“Makan dulu, bibi sudah masak makanan kesukaan ibu dan Selkie”
“Selkie tidak lapar, Selkie mau ke kamar saja”
“Tapi Selkie…..”
“Sudahlah, biarkan Selkie istirahat, ini hari terberat dalam hidupnya”
“Baik bu”
Ayu duduk terdiam, masih tak percaya dengan apa yang terjadi dalam rumah tangganya. Ayu sama sekali bingung apa yang harus dilakukan. (Air bening mengalir dipelupuk mata Ayu, tapi segera dia menghapus air mata ketika bunyi mobil masuk garasi) Ayu memandang Rianto yang berjalan mendekatinya.
“Aku mau bicara Bu, ikut Ayah ke kamar” (Rianto mengajak istrinya masuk kamar. Tanpa disadari anak tunggalnya memperhatikan setiap gerakan mereka dan berlahan mengikuti mereka dari belakang secara diam-diam).
“Kenapa mengajakku ke kamar?....” (Ayu berusaha tenang, berusaha keras menahan emosinya).
“Aku mau jujur sama kamu”
“Tentang Lisa?...”
“Iya bu, Lisa kembali”
“Lalu siapa yang kamu pilih keluargamu atau Lisa. Jika kamu memilih keluargamu tinggalkan Lisa untuk selamanya, tapi jika kamu memilih Lisa biarkan Selkie ikut denganku maka aku akan menceraikanmu”
“Tapi bu… bukan itu yang mau aku katakan”
“Tidak ada tapi-tapian. Aku akan menceraikanmu bila Selkie ikut denganku, aku juga tidak akan menuntut harta gono gini. (Air bening mulai mengalir dimata Ayu, Rianto menarik Ayu kepelukannya. Ayu berusaha melepaskan pelukan Rianto tapi sia-sia tangan kekarnya erat memeluk istrinya dan menerima semua pukulan yang diberikan istrinya)”
“Aku bukan mau bicarakan perceraian, aku mau minta bantuan ibu dan Selkie”
“Bantuan? maksudnya…….”
Ayah sudah coba menjelaskan ke Lisa kalau dia tidak pernah ada dalam kehidupanku. Tapi dia tetap mengejarku dan mengancamku. Kalau aku tidak memenuhi permintaannya dia akan mengganggu kehidupan kamu dan selkie. Terpaksa Ayah memilih mengikuti kemauannya sambil berpikir bagaiman cara agar dia meninggalkan ayah. Ayah tahu betul sifatnya, Lisa akan melakukan berbagai cara supaya tujuannya berhasil. Sebelumnya aku sudah menjelaskan baik-baik, aku sudah memaki-maki, aku sudah marah-marah tapi semua usahaku sia-sia. Sampai akhirnya Andra sahabatku memintaku bersikap baik padanya dan menemuinya. Semula aku marah, tapi mendengar penjelasan Andra, aku setuju. Maksud Andra agar aku bersikap baik pada Lisa untuk menyelidiki mengapa Lisa nekat mengejarku bahkan sampai mengancamku. Karena menurut Andra kalau Lisa benar-benar mencintaiku maka dia akan relakan aku dengan wanita pilihanku selama itu membuatku bahagia. Semula Ayah risih tapi tekad Ayah untuk menyelamatkan rumah tangga ini dan menjauhkan Lisa dari kehidupan kita lebih kuat dari ego yang aku miliki. Akhirnya aku sadar Lisa mengejarku karena kesuksesan Ayah dalam berkarir, semakin maju usaha Ayah, semakin banyak uang yang Ayah miliki itulah yang membuatnya tidak mau melepaskan Ayah. Kemarin Andra meminta Ayah mengajak Lisa dan memasang wajah sedih dan bilang kalau Ayah bangkrut. Tapi belum sempat mengatakan semuanya itu Ayah melihat Selkie di café yang sama. Ayah tidak mau Selkie salah paham jadi Ayah memilih meninggalkan café, mengantarnya ke rumah dan bilang kalau usaha Ayah bangkrut. Tapi Ayah bingung Lisa sama sekali tidak percaya. Jadi aku bingung harus bagaimana lagi, kalau begini terus yang ada Ayah bisa gila tahu. Ayah tidak tahu harus bagaimana lagi. (Ayah tersungkur dilantai sambil menangis, bersandar di tempat tidur dan menutup wajahnya dengan kedua tanganya). Ayu, aku mohon bantuan kamu, aku bingung mau bagaimana lagi. Aku tidak mau bercerai.
Ayu dan Rianto terkejut ketika tiba-tiba Selkie berlari memeluk Rianto Ayahnya. Ayah maafkan Selkie, Selkie telah salah menilai ayah. Kejadian di café tadi sebenarnya semua itu rekayasa. Selkie dan ibu sengaja mengikuti Ayah dari tadi dan ini bukan yang pertama, tapi sudah banyak kali. Maaf juga tadi Selkie sengaja mengikuti ayah dan ibu ketika ayah mengajak ibu bicara di kamar, maaf aku mengintip dan mendengar semua pembicaraan ayah. (Selkie menghapus air mata yang mengalir di mata ayahnya). Tapi Selkie juga bingung harus membantu dengan cara apa, pikiran selkie buntuh saat ini. Bagaimana bu?.....
Kalau Lisa mendekati ayah karena uang seharusnya Lisa juga akan menjauhi ayah ketika ayah miskin. Aku rasa Andra benar satu-satunya cara ayah harus berpura-pura bangkrut itupun kalau ayah siap meninggalkan semua kemewahan yang ayah miliki.
Selkie setuju bu, bukankah dengan ayah kesusahan ayah akan tahu mana sahabat yang menerima ayah apa adanya, dan mana sahabat yang hanya ingin memanfaatkan ayah. Ayah juga dapat mengetahui mana karyawan yang benar-benar tulus menghormati ayah dan mana yang hanya menghormati ayah ketika ayah menjadi pemilik perusahaan saja.
“Kan tadi ayah sudah bilang Lisa sama sekali tidak percaya. Apa ada cara lain?” ayah memandang Ayu dan Selkie.
“Itu satu-satunya cara” kata Ayu
Caranya gimana bu?.......
Ayah berpura-pura perusahaan bangkrut. Pura-pura rumah ini disita, saham perusahaan diambil alih perusahaan lain dan ayah sewa seseorang untuk membocorkan hal ini ke media secara rahasia. Dengan begitu wartawan akan mencari informasi secara detail yang tentunya akan menghebohkan, yang tentunya sengaja atau tidak sengaja Lisa akan tahu. Tidak boleh ada seorangpun yang tahu sekalipun sekretaris ayah, intinya semua karyawan ayah tidak boleh ada yang tahu. Ayah hanya butuh seseorang yang dapat dipercaya untuk mengawasi perusahaan, yang bisa dipercaya untuk membawa surat-surat penting ketangan ayah tanpa ada seorangpun yang tahu, yang dapat mengirimkan email ke ayah tanpa ada yang tahu. Tapi resikonya juga besar, itu berarti ayah harus siap dijauhi teman-teman ayah, ayah harus siap dihina.
Ayah setuju dengan ide itu, demi keluarga ini ayah akan lakukan apapun. Besok aku akan bicara sama Andra karena ayah hanya percaya kepada Andra. Kebetulan banyak yang tidak tahu kalau ayah dan Andra sahabat akrab soalnya jarang ketemu, kami hanya curhat lewat telepon. Kalaupun ketemu itupun hanya membahas pekerjaan yang kebetulan perusahaan ayah bekerjasama dengan perusahaan Andra. Setelah menelpon Andra akhirnya permainan baru dimulai. Andra kemudian mengatur semuanya agar berjalan mulus sesuai rencana, Satu hal yang Andra tidak lupa bekerjasama dengan pihak Bank. tanpa ada seorangpun yang tahu termasuk istrinya sendiri. Karena dia telah berjanji kepada Rianto kalau hanya dialah satu-satunya yang tahu keadaan sebenarnya.
