Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 5

Hari terus berganti tak terasa Selkie telah menyelesaikan sekolahnya di SMP N 1 Tareran. Sekarang Selkie telah terdaftar sebagai siswa baru di SMA N 1 Tareran, sekolah yang terletak di ujung kota, walaupun berada di ujung kota akan tetapi sekolah itu bukanlah sekolah biasa, sekolah yang menjadi pusat perhatian karena memiliki sejumlah prestasi yang gemilang. Sekolah yang memiliki siswa yang paling banyak. Boleh dikata sekolah nomor 1 di wilayahnya.

Selkie tersenyum memandang pakaian putih abu-abu yang akan menemaninya selama 3 tahun kedepan. Memulai semuanya dari awal berkenalan dengan teman-teman baru, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mempelajari sifat guru-guru dan masih banyak lagi yang tentunya akan menjadi hari sangat membahagikan karena Selkie sadar masa-masa SMA adalah masa yang paling indah. Kebahagiaan Selkie berbanding terbalik dengan Ayu ibunya. Dilain pihak ibunya sadar akhir-akhir ini ada yang berbeda dengan sang suami yang selama ini menemaninya, tapi Ayu masih menyembunyikan semuanya dari Selkie, Ayu menunjukkan hal-hal yang wajar didepan putra tunggalnya.

“HP bunyi kok dibiarkan, angkat dong kan kasihan yang telepon” kata Ayu

“Iya Bu, Ayah angkat dulu, sebentar ya…..” (Rianto mengangkat telepon setelah menjauh dari Ayu. Ayu yang menyaksikan semua itu diam membisu, mencoba tenang)

“Bu, Ayah pamit ada urusan penting sebentar” (mencium kening istrinya, lalu pergi meninggalkan Ayu yang hanya memandang kepergian suaminya yang jelas-jelas tak dapat menyembunyikan kegugupannya).

Ibu kenapa ayah gugup, tidak seperti biasanya? Tiba-tiba suara Selkie mengagetkan Ayu yang diam memandang kepergian suaminya. Ayu baru sadar Selkie telah berada dibelakangnya.

Ibu juga bingung. Perasaan ibu tidak enak, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan ayahmu. Semenjak usaha ayah memasuki pasar luar negeri akhir-akhir ini ayahmu seperti menjadi orang lain.

Ayah memang bisa memberikan semua yang kita inginkan bu, tapi yang Selkie mau keluarga kita seperti dulu. Ayah selalu ada waktu untuk kita, ada waktu bercanda bersama, jalan-jalan bersama. Selkie seperti kehilangan sosok ayah.

Ibu tahu, tapi kita harus mengambil langkah tepat, jangan gegabah. Ibu janji semuanya akan kembali seperti dulu lagi, ibu perlu bantuanmu tapi belum sekarang.

Iya Bu, kapan ibu perlu Selkie, Selkie selalu siap.

Ayu berusaha mencari solusi dari masalahnya. Tapi Ayu juga harus mengerti betul duduk persoalan yang sebenarnya. Cara pertama yang dilakukan Ayu menyadap percakapan ayah dengan menggunakan penjepit dasi yang sudah dilengkapi alat penyadap, yang tentunya Rianto tidak akan pernah menyadarinya karena memakai penjepit dasi itu hal biasa baginya.

“Bu, Ayah pergi dulu ya”

“Ayah tidak sarapan?” Tanya Ayu istrinya

“Ayah janji kita akan sarapan seperti dulu lagi setelah masalahku selesai” (pergi)

“Selkie, ayo ikut ibu sekarang”

“Kemana bu?...(bingung)”

“Ikut saja…. Kita akan ikuti kemana ayah pergi sekaligus mendengar percakapan ayah hari ini, ibu sengaja memasang alat penyadap”

“tapi bu…..” (Selkie tidak meneruskan kalimatnya ketika ibunya meletakan jari telunjuk dibibirnya sebagai tanda untuk Selkie diam. Keduanya mengikuti mobil ayah selkie).

“Lisa berapa kali harus aku jelaskan ke kamu?”

“Rianto sadarlah dalam hatimu hanya ada aku, bukan Ayu”

“Lisa, aku mencintai keluargaku”

“Kamu lupa, dulu kamu hampir gila karena aku”

“Lisa itu hanya masa lalu”

“Baiklah, mungkin kejujuran adalah yang terbaik….. aku yakin mungkin ini akan menyadarkanmu.”

“Katakan Rianto”

“Masa-masa SMA kita memang penuh makna. Dulu aku pernah pacaran sama kamu dan berpikir kamu adalah segala-galanya bagiku tanpamu hidupku tak ada artinya. Makanya ketika kamu pergi meninggalkan aku, aku lebih banyak diam dan melamun. Tapi aku bukan sedang patah hati tapi sebaliknya. Aku banyak diam dan berpikir keras kenapa ketika kamu menyakitiku, aku justru sama sekali tak terluka, tapi Ayu yang bahkan bukan pacarku justru dialah yang membuat aku merasa kehilangan. Aku terlambat menyadari ternyata aku tak terluka karena dihatiku bukanlah kamu. Aku tak pernah menyangka kalau gadis yang justru telah merebut hatiku hanyalah gadis sederhana, gadis yang cuek dengan keadaan disekelilingnya, gadis yang tidak pernah takut kepada siapapun, termasuk kepadaku. Padahal waktu itu semuanya takut padaku, tak ada yang berani membantahku kecuali gadis itu. Aku sendiri tak menyadari cintaku untuknya, aku baru menyadari dia telah menjadi bagian dari hatiku ketika dia tak lagi berantem denganku, ketika dia pindah sekolah aku baru menyadari ada sesuatu yang hilang dariku, aku kangen waktu-waktu bersamanya. Wajar kalau banyak yang salah sangkah karena kalian berdua pindah sekolah hampir bersamaan.”

“Rianto, kita bisa memulainya dari awal, kita buka lembaran baru. Aku tahu kamu terluka dengan penghianatan aku dulu. Aku akui itu semua salahku. Aku minta maaf”

“Apa? Setelah susah payah kudapatkan cinta Ayu, kau menyuruhku memulai kisah baru denganmu? Asal kamu tahu saja menaklukan hati Ayu tidak semudah menaklukan hatimu ataupun gadis-gadis lain.” (Rianto pergi meninggalkan Lisa)

“Ibu, siapa Lisa?.....”

“Masa lalu ayahmu”

“Bu, bagaimana kalau ayah jatuh cinta lagi seperti kata anak zaman now CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali)?....ih Selkie tidak mau kalau itu sampai terjadi”

“Sudahlah Selkie, kita jangan menuduh ayah yang bukan-bukan. Kita harus yakin ayah tahu mana yang terbaik untuk semua. Selkie rahasiakan semua ini dari Ayah. Bersikaplah biasa seolah-olah tidak terjadi sesuatu, jangan satu kalipun keceplosan mengucapkan kata Lisa”

“Iya bu”

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel