Bab 18
Hari terus berganti selkie tetap berada disamping Felia dengan satu tujuan mengubah jalan pikiran Felia supaya dia tidak lagi menyalahkan dirinya atas kematian kakaknya. Selkie memang tidak pernah merasakannya secara langsung tapi selkie bisa tahu bagaimana perasaan Felia ketika melihat kakaknya tewas demi menyelamatkan nyawanya.
Malam hari saat semuanya beristirahat Selkie mengajak Felia menonton sebuah film yang isinya menceritakan tentang seorang lelaki yang tidak bisa menerima kenyataan kalau istrinya meninggal saat usia yang masih muda karena lelaki ini telat membawa istrinya ke Rumah sakit. Karena rasa bersalah, kepandaianya digunakan untuk membuat penemuan agar dia bisa memutar waktu kembali kemasa lalu, usahanya berhasil. Dia bisa menciptakan alat untuk membawanya kemasa lalu.
Dia memutar waktu kembali ke masa lalu dimana istrinya masih hidup. Kemudian dengan melihat waktu dia melarikan istrinya kerumah sakit untuk mendapat perawatan, tapi apa yang terjadi? Tetap saja istrinya meninggal saat perawatan di RS pada tahun, hari, jam dan detik yang sama. Kemudian lelaki itu memutar waktu lagi, dia kemudian membawa istrinya dalam keadaan sehat kerumah sakit kemudian mengontrol kondisi istrinya pada saat yang tepat sehingga istrinya bisa sehat kembali, lelaki itu sangat bahagia tapi pada tahun, hari, jam dan detik yang sama dia melihat istrinya meninggal ditempat, karena tertabrak mobil. Kemudian dia memutar waktu lagi, kali ini dia membawa istrinya ke puncak jauh dari kepadatan lalu lintas, tapi apa yang terjadi? Tetap saja di tahun, hari, jam dan detik yang sama dia melihat sendiri istrinya meninggal karena jatuhan ranting pohon yang besar. Pada akhirnya lelaki itu tidak mau lagi kembali memutar waktu, dia akhirnya sadar berapapun usaha yang dilakukan tetap saja dia akan menyaksikan kematian istrinya disaat yang sama. Justru dengan memutar waktu kembali ke masa lalu menambah luka dihatinya karena dia harus melihat sendiri kematian istrinya di waktu yang sama tapi dalam kematian yang berbeda-beda. Selkie kemudian berkata usia itu Tuhanlah yang menentukan karena hidup kita hanyalah sementara, karena itu hidup manusia ada yang panjang ada yang pendek.
Dalam kondisi apapun kita bisa meninggal, yang namanya takdir tetaplah tak bisa diubah. Usia kakakmu hanyalah sampai disitu, bersyukurlah Tuhan memberikan dia kesempatan untuk bersama denganmu walaupun singkat, jujur mendengar ceritamu aku bangga dengan kakakmu. Kakakmu pasti bangga padamu kalau kamu mampu mewujudkan impiannya, bukankah yang diinginkan kakakmu sangatlah sederhana, hanya mau kamu belajar dan sekolah seperti anak-anak pada umumnya agar supaya masa depanmu cerah dan kamu tidak kehilangan masa mudamu. (Felia mengangguk).
Setelah melihat kondisi Felia yang sudah mengikhlaskan kematian kakaknya, Felia yang sudah bisa tersenyum lagi dengan tulus, Felia yang sudah bisa bersendah gurau lagi, selkie memilih untuk mengakhiri perannya. Dia merasa tugasnya sudah selesai. Selkie menelpon ayahnya dan meminta ayahnya mengirim seseorang untuk menjemputnya, lagipula liburan sekolah sudah akan berakhir.
