Bab 19
(Keesokan harinya)
"Selamat siang, apa benar ini rumah Kel. Rian Hendrawan? kalau benar apakah Pak Rian ada? tanya seorang lelaki kepada bibi"
“Ada, silakan duduk, saya panggilkan dulu”
“Maaf, kata bibi kamu mencari saya, ada apa ya? Apa saya mengenal anda”Tanya Rian
Maaf Pak Rian, bapak tidak mengenal saya, kenalkan saya Jones (bersalaman), saya ke sini mau meminta isin untuk membawa kembali keponakan saya Anggi. Saya sudah mencarinya kemana-mana tapi saya baru menemukannya disini itupun secara tidak sengaja. Kemarin secara tak sengaja saya melihat anggi memasuki kompleks sini, makanya setelah Tanya sana sini akhirnya saya tahu dia tinggal disini. Saya ingin membawa anggi ke Bandung.
Maaf pak Jones bukannya saya tidak percaya, tapi saya mau memastikan dulu ke anggi apa benar kamu keluarganya atau bukan. Sebagai pemilik rumah saya juga harus memastikan keselamatan pekerja saya, apalagi anggi masih dibawah umur. Saya tidak mau sampai salah langkah. Sebelumnya saya akan menanyakan identitas anggi. Banyak pertanyaan yang dilontarkan pak Rian kepada pak Jones dan semuanya dijawab dengan santai tanpa ada satupun yang salah. Maaf pak Jones meskipun bapak adalah keluarganya tapi semuanya saya serahkan kepada anggi kalau dia mau tetap disini saya harap bapak menyetujuinya. Saya janji tidak akan melarang bapak ataupun keluarga untuk menjenguknya. Pak Rian pun percaya dan memanggil anggi juga mala.
“Maaf bapak memanggil saya, (memandang lelaki dihadapannya) papa Jones?” anggi pura-pura terkejut.
“Ada apa ayah memanggil aku dan anggi?”Tanya Felia
“Felia, ini saudara Anggi. Dia ke sini dengan maksud mau menjemput anggi untuk sekolah di bandung. (Memandang anggi) bagaimana anggi? Kamu mau ikut bapak ini atau mau tetap tinggal disini. Sejujurnya saya lebih senang kalau kamu ada disini karena semenjak kamu ada Felia banyak berubah, kami bisa melihat keceriaannya yang dulu. Soal biaya sekolah biar nanti om yang menanggunnya sampai kamu selesai kuliah”
“Pak Rian jujur saya senang tinggal disini karena semua yang tinggal disini baik sekali sama saya. Tapi papa Jones keluarga saya satu-satunya, papa Jones orangnya baik, saya tahu papa jones pasti kebingungan mencari saya karena rumah saya yang dulu disita, HP saya yang lalu saya jual dan ganti dengan HP yang biasa, tapi saya lupa mengambil nomor HP papa Jones. Ketika saya kembali ke tempat dimana saya menjual HP, sayangnya HP saya sudah di kembalikan ke pengaturan awal, jadi semua isi didalamnya terhapus. Jadinya saya harus bekerja untuk melanjutkan sekolah. Maaf Felia saya harap non Felia mengerti, tapi satu pesan saya semua yang terjadi semuanya ada yang mengaturnya. Maaf Pak Rian, Non Felia kalau saya memilih ikut papa Jones ke Bandung (Maaf Pak Rian saya harus berbohong, apalagi kepada orang yang lebih tua kata hati Selkie)”
“Ya sudah kalau memang itu pilihan kamu, om tidak bisa apa-apa. Tapi kapanpun kamu mau kembali, rumah ini selalu terbuka untuk anggi dan keluarga” kata Pak Rian.
“Papa Jones sebentar ya saya mau mempersiapkan pakaian saya” kata Selkie/anggi (Orang yang dikirim pak Rianto menganggukkan kepala).
Selkie masuk kedalam rumah yang kemudian diikuti Felia yang hanya diam saja.
“Non Felia, maaf ya saya harus pergi. Tapi kalau tidak ada halangan nanti kapan-kapan saya kesini ketemu non. Saya harap non bisa mengerti, papa Jones itu satu-satunya keluarga saya. Keluarga papa Jones juga sayang sama saya, jadi saya juga tidak mau mereka khawatir tentang saya”
“Iya tidak apa-apa, saya mengerti kok. Kamu hati-hati disana ya. Kalau kamu perlu sesuatu, kamu bisa telepon aku, nomor ponselku jangan sampai hilang”
“Iya”
Setelah pamitan pada semua penghuni rumah Selkie pergi meninggalkan rumah Felia dan memasuki mobil yang dibawah utusan ayahnya. Tapi Selkie kaget ketika memasuki mobil ternyata ayahnya berada didalam. Selkie langsung memeluk ayahnya erat sekali.
Gimana Selkie? Kamu sudah mengenal mala secara dekat atau belum? Orangnya baik tidak? Anaknya manja tidak? Anaknya suka menuntut tidak? Suka jalan-jalan tidak? Atau…….. belum selesai ayah bertanya selkie sudah menutup mulut ayahnya sambil tertawa.
Kasih pertanyaannya satu persatu bukan sekaligus ayah. Mala baik kok, tidak suka syoping, dia lebih suka menghabiskan waktunya untuk orang-orang disekelilingnya, untuk anak-anak panti, keluarganya bahkan pembantu mereka dianggap seperti saudara sendiri. Hanya satu yang tidak bagus ya….
Ha? Apanya (ayah Selkie kaget)
WIG ini mengganggu keseharianku, baju ini juga. Ini yang pertama sekaligus yang terakhir aku menyamar jadi perempuan. Sangat tidak menyenangkan.
