Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 16

(Keesokan harinya)

“Selkie sudah siap belum?” Tanya Pak Rianto

(Tiba-tiba dari balik pagar rumah masuk seorang gadis cantik, Rambut pendek dengan memakai kacamata)

“Selamat pagi Tuan, Nyonya”

“Pagi juga, maaf adik cari siapa ya?” Tanya Rianto

“Saya Tia, sahabat Selkie. Saya kesini mencari Selkie, apa Selkienya ada?”

“Oh cari Selkie? mari duduk dulu” (menarik Ayu kesamping, menjauhi gadis itu)

Bu gimana ini? Ayah tidak mau rencana kita gagal. Gadis itu datang dihari yang salah. Ibu ini gimana sich ayah lagi bingung tapi hanya senyum-senyum. Bantu Ayah mikir atau katakan sesuatu? Ayah lagi serius, bukan bercanda. Gimana sich?

Ibu juga serius tersenyumya. Dari pada ayah bingung mendingan coba dekati gadis itu perhatikan baik-baik, siapa tahu ayah kenal. (walaupun bingung, tapi ayahnya tetap mendekati gadis itu dan memperhatikannya baik-baik)

Maaf Tia, tapi selkienya tidak ada dirumah, dia lagi keluar. Tia bisa ketemu selkie besok disekolah, hari ini dia lagi kerumah saudara, pulangnya nanti malam. (mendekati Ayu, Bu gimana ini gadis itu kelihatan kesal)

“Bu, masa Ayah sama sekali tidak mengenalku”

“Selkie?.....” Rianto terkejut (Selkie dan Ibunya tertawa memandang ayahnya yang lagi bingung).

Tapi bagus juga kalau ayah sama sekali tidak mengenalku, berarti penyamaranku berhasil. Aku tidak perlu takut kalau sampai Felia curiga padaku. Mudah-mudahan Selkie diterima kerja. Ayah juga kalau kerja hati-hati jangan sampai ada yang curiga. Selkie pamit dulu, da……

(Sesampainya di rumah Rian Hendrawan)

“Selamat Pagi, apakah pemilik rumah ini ada? Kalau ada bisakah saya bertemu dengannya bu?” Tanya Selkie yang lagi menyamar menjadi wanita.

“Jangan panggil saya ibu, saya pembantu disini dek, panggil saya bibi saja, Pak Rian pas lagi ada dirumah, sebentar ya saya panggilkan dulu”

“Maaf, apakah nona mencari saya? Ada perlu apa ya”

“Maaf pak, kalau boleh saya mau melamar pekerjaan dirumah ini, kerja apa saja pak. Tapi….” Selkie tidak meneruskan kalimatnya

“Tapi apa?” Tanya pak Rian

“Tapi apa bisa saya kerja sambil sekolah?... itu kalau saya diterima, tapi kalau bapak tidak memerlukan tenaga kerja, tidak apa-apa pak saya ngerti” Kata selkie kemudian menunduk.

“Kamu masih sekolah? Nama kamu siapa?”

“Iya pak, nama saya Anggi.”

“Terus kenapa bekerja, bukannya belajar?”

“Maaf pak, saya terpaksa harus bekerja untuk mencari uang supaya bisa terus sekolah”

“Baiklah kamu diterima, tugasmu membantu bibi di dapur dan juga membantu anak saya, kamu juga bisa sekolah. Jadi selesai sekolah kamu bisa kesini, setelah liburan nanti kamu akan menemani anak saya. Mala kesini sebentar”

“Iya ayah”

“Mala, ini Anggi. Dia yang akan menemani kamu selama liburan. Bukannya minggu depan kalian sudah libur?”

“Iya Ayah, minggu depan sudah libur. Tapi saya mau ke Panti”

“Iya, nanti anggi yang akan menemani kamu”

“Baik Ayah. Oh ya kenalin saya Mala tapi panggil saja saya Felia (mengulurkan tangan ke Selkie).”

“Saya Anggi non”

“Mala tunjukan kamar anggi”

“Baik ayah”

Felia mengajak Anggi masuk dan mengenalkannya ke pembantu lainnya. Setelah itu Felia membawa Anggi ke kamar yang akan ditempati anggi.

“Ini kamar kamu anggi, kalau perlu bantuan kamarku berada dilantai dua sudut kiri kamar pertama. Kamu ngerti kan?”

“Mengerti non, tapi apa aku tidak akan tersesat dirumah sebesar ini”

“(mala tertawa) kamu tidak akan tersesat. Oh ya kamu siap-siap dulu kita akan ke panti”

“Panti?maksud non pantai ya.” (pura-pura bego)

“Maksudnya Panti Asuhan bukan pantai. Kamu siap-siap ya, saya juga mau siap-siap”

“Baik Non”

“Panggil saya Felia jangan non”

“Baik non, ech maksudnya Felia”

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel