Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 15

Malam harinya dirumah. Rianto sedang berada didalam ruang kerjanya.

Bagaimana apakah kamu sudah memeriksa Lisa? tanya Rianto kepada Andra melalui VC.

Maaf Pak tapi menurut laporan yang saya terima Lisa bekerja disalah satu cabang perusahaan ayahnya. Tapi soal kekasih dia tidak punya.

ya sudah saya tutup dulu.

Tampak Rianto berjalan mondar mandir sedang berpikir keras. Kemudian dia menelpon mantan assistennya yang bekerja di perusahaan, assisten yang selalu ada disampingnya saat dia masih menjabat sebagai pimpinan.

"Halo"

"Halo ini dengan Pak Joksan?" sapa Pak Rianto

"Apa ini bapak Rianto?" tanya suara dari seberang

"Iya. Maaf menganggu"

"Astaga bapak kemana saja saya dengar masih kerja di perusahaan bagian penjualan tapi kenapa bapak tidak ada. Saya menghubungi nomor lama bapak tapi sudah tidak dipakai lagi. Bagaimana keadaan keluarga bapak? bolehkah saya membantu. maaf pak bukannya aku memandang rendah bapak tapi saat bekerja dengan bapak saya banyak mendapat bantuan dari bapak. Jadi tidak ada salahnya saya membantu" kata mantan assistennya.

"Pak Joksan bagaimana keadaan perusahaan?" tanya Pak Rianto.

"Saya bekerja sebagai assisten tapi itu hanya jabatan. Kegiatan Pak Andra saja saya tidak tahu apa-apa. Saya hanya mondar mandir di kantor jadi saya datangnya telat atau pulang cepat sepertinya Pak Andra tidak peduli" Jelas Joksan.

"Terus siapa yang membantu Pak Andra?"

"Ada satu lagi yang bekerja dengannya tapi aku tidak tahu posisinya apa. Tapi pernah Sekretaris Cinta curhat sama saya katanya Bapak Andra itu sebenarnya mau memajukan perusahaan atau justru mau menghancurkannya. Tapi aku mohon jangan bilang ke siapa-siapa saya takut jika ketahuan saya justru dipecat dan Cinta juga pasti kena dampaknya" cerita Joksan panjang lebar.

"Pak Joksan maukah kamu memberikan informasi penting kepada saya mengenai Andra" pinta Rianto.

"Baik pak saya akan mencari tahu"

"Terima kasih Pak Joksan"

Setelah selesai menutup panggilan dengan Pak Joksan. Rianto jadi bingung menganalisa semua kejadian dari awal. Sebenarnya saya harus percaya siapa? Andra atau Joksan (Bingung). Sebaiknya aku harus turun tangan sendiri sebagai cadangan kalau apa yang dikatakan Joksan benar. Aku tidak mau usahaku yang kubangun dengan susah payah justru hancur karena salah langkah.

Pak Rianto menekan nomor ponsel seseorang.

"Halo Pak Rianto adakah yang perlu saya bantu?" tanya suara dari seberang.

"Alan kamu coba ambil alih secara berlahan perusahaanku" Perintah Rianto

"Perusahaan yang mana Pak?"

"Perusahaan Cabang yang ada di Jakarta. Dimana aku pernah bekerja"

"Maksud Bos Perusahaan yang selama ini dikira Perusahaan Utama"

"Ya kamu benar. Aku curiga ada yang tidak beres dengan perkembangan perusahaan itu. Tapi jangan beritahu siapapun soal ini" perintah Rianto lagi.

"Baik Pak saya akan menjalankan tugas"

Setelah menenangkan diri dan menguasai situasi, Pak Rianto kemudian keluar dari ruang kerjanya. Rianto tersenyum melihat pandangan didepannya demi keluarga ini aku akan melakukan semuanya sendiri, terpaksa aku harus menurunkan orang-orang penting untuk mengurus perusahaan kecil itu (kata hati Rianto) perusahaan kecil yang dimaksud adalah perusahaan yang selama ini dikira perusahaan utama milik Pak Rianto.

“Selkie bagaimana dengan sekolahmu?” sapa Rianto

“Baik-baik saja, hanya saja….”

“Hanya saja apa?” ayah selkie bertanya penasaran.

“Ayah ingat tidak gadis yang aku temui di panti asuhan dulu (ayah mengangguk) dia sekolah ditempatku sekarang”

“Jadi ceritanya cinta lama bersemi kembali?” goda ibunya

“Bukan itu masalahnya”

“Lalu apa”

“Ternyata Felia anak bapak Rian Hendrawan”

“Apa? Rian Hendrawan (terkejut)” Selkie menganggukan kepalanya.

“Pasti ada yang salah, kan pak Rian Hendrawan anaknya bernama Mala” sambung ibunya

“Nama aslinya memang mala, tapi dia lebih terbiasa dipanggil Felia”

“Ya batal acara kenalannya” (Ayah kecewa)

“Batal gimana? Aku tidak mengerti.”

Ayah dan ibu berencana mengenalkan kamu sama anaknya bapak Rian Hendrawan, kita sudah janjian minggu depan untuk bertemu. Kalau kalian sudah saling kenal ya percuma juga kenalan. Padahal ayah dan Pak Rian sudah berencana untuk menjodohkan anak kami, siapa tahu jodoh, kan selesai kuliah nantinya bisa langsung nikah.

Ha….(Selkie terkejut) Jodoh? Nikah? Astaga Ayah, kan sudah aku bilang tidak mau dengan gadis yang memiliki segalanya, karena gadis kaya biasanya mereka terbiasa dengan kemewahan, aku tidak mau gadis manja. Aku maunya gadis sederhana, gadis yang mau berusaha sendiri dan terbiasa hidup sederhana.

Ayah rasa tidak, terus buat apa dia rela menghabiskan liburan sekolahnya di panti asuhan padahal dia bisa saja belanja sana sini atau liburan keluar negeri sekedar menghambur-hamburkan uang. Sebaiknya kamu mengenalnya lebih jauh. Ayah janji akan membatalkan perjodohan ini apabila memang apa yang kamu katakan terbukti benar. (Ayahnya memohon)

Baiklah ayah, tapi ayah juga janji walaupun dia gadis baik tapi apabila kami berdua sama-sama tidak saling mencintai, ayah tetap harus membatalkan perjodohan ini. Tapi gimana cara mengenalnya lebih dekat tanpa ketahuan.

Kamu melamar saja jadi pembantu rumah tangga, katakan saja kamu butuh uang buat menyelesaikan sekolah kamu, gampang kan. Dengan enteng ibunya memberi ide yang menurut Selkie tidak masuk akal. Mana ada keluarga yang mau menerima pembantu sambil sekolah. Tapi Selkie tetap menyetujui ide ibunya, tapi dengan syarat orang tuanya tidak membantunya agar diterima. Dia mau berusaha sendiri.

Satu-satunya cara agar kamu sama sekali tak dapat dikenali, kamu harus menyamar menjadi perempuan. Ha perempuan? tidak mau, masa aku harus tidur dengan perempuan juga, tidak mau, pokoknya tidak mau.

Selkie, kamar pembantu dirumah pak Rian itu perorangan bukan perkelompok. (selkie mengusap dadanya tanda lega) Lagipula apapun pilihanmu ayah dan ibu setuju saja yang penting gadis itu baik. Ayah menjodohkanmu dengan Felia bukan berarti kalian berdua harus menikah, tapi kami hanya sekedar memberikan jalan kalau memang jodoh syukur, tapi kalau tidak ya apa boleh buat. Kan tidak mungkin dipaksakan apabila sama sekali tidak ada cinta diantara kalian berdua, atau hanya sekedar cinta sepihak. Gimana siap tidak mengejar Felia minggu depan?

Mungkin ini adalah kesempatan bagus, apalagi direstui ayah dan ibu. Terima kasih ayah (mencium pipi kedua orang tuanya, lalu pergi meninggalkan ayah dan ibunya, tapi kemudian selkie memandang ayah dan ibunya) oh ya Ayah , terima kasih itu bukan untuk mengejar Felia tapi bagi selkie ini adalah kesempatan untuk merasakan bagaimana suka duka menjadi pembantu, ya walaupun harus nyamar jadi perempuan (cemberut, lalu pergi kekamar).

Rianto dan Ayu saling berpandangan, tersenyum.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel