Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Kamu dimana

Setelah melewati percintaan panas mereka, Heri tidak bisa melanjutkan tidurnya. Ada perasaan bersalah setelah mengambil keperawanan adik tirinya sendiri, yang seharusnya dia jaga dan lindungi. bahkan kedua orang tua nya juga sangat mempercayainya dan seringkali meninggalkan mereka berdua saja dirumah jika harus berpergian keluar kota ataupun dalam jangka waktu yang lama keluar negeri.

Kebiasaan yang sering dilakukan Heri jika tengah galau adalah merokok, menatap gumpalan asap yang keluar dari mulutnya dengan pikiran menerawang jauh. menghadapi perasaan asing yang mulai memasuki jiwa terdalamnya setelah percintaan dengan Erika, yang begitu nekad menggoda sehingga benteng pertahanan yang selama ini sangat kokoh akhirnya rapuh.

Erika ikutan terbangun, perlahan dia bangkit berjalan kearah sofa tempat yang diduduki Heri. Berusaha bersikap normal seraya menahan perih di selangkangan dan rasa pusing akibat minum anggur merah barusan.

"Mas Heri."

"Kenapa tidak lanjut tidur?" tanya Heri tanpa menoleh sedikitpun pada Erika yang duduk disebelahnya.

"Tidak bisa tidur lagi mas."

"Kenapa? Apa kamu menyesal dan merasa bersalah dengan semua yang sudah terjadi diantara kita?" Heri kembali bertanya, kali ini dia menatap bola mata Erika yang terlihat sendu.

"Tidak sama sekali mas, lagian aku sudah lama menyukaimu semenjak masuk kerumah ini, aku juga sangat penasaran membayangkan bagaimana rasanya jika Kita bercinta mas." bisik Erika berusaha membangun kembali keberaniannya.

"Erika, aku tidak menyangka jika nyali mu begitu besar. bagaimana jika kedua orang tua Kita mengetahui scandal terlarang ini, bahkan mamaku sudah mengganggumu sebagai anak kandungnya sendiri begitu juga sebaliknya perlakuan papamu terhadap ku."

"Mas Heri, tidak perlu khawatir. aku janji tidak bakal menuntut apapun darimu. Ini terjadi atas dasar suka sama suka, ya kan mas? dan kita berdua juga harus pintar-pintar menjaga rahasia ini dihadapkan kedua orang tua kita."

"Aku sudah tahu apa alasanmu melakukan semua ini Erika"

"Apa selama ini mas Heri sudah mengetahui perselingkuhan Gavin dan sahabat ku Rea, tapi kenapa mas tidak memberitahukan papa agar membatalkan pertunangan kami."

"Itu bukan urusanku Erika, akan lebih baik jika kamu mengetahuinya sendiri alasan papa menjodohkan kalian berdua." Heri kembali menyesap rokok dan terlihat begitu menikmatinya.

"Mas Heri, apa aku boleh mencoba rokokmu." goda Erika.

"Silahkan, tapi apa kamu tidak takut ketagihan. Seperti punyaku barusan." Heri tersenyum sinis, merasa berhasil membuktikan kejantanan pada adik sambungnya tersebut.

"Tidak!"

"Perlu kamu ingat Erika, tiga bulan lagi kamu akan menikah. Aku tidak ingin menjadi ajang balas dendammu atas perbuatan Gavin dan Rea. apalagi sampai mencoreng nama baik keluarga Kita." Heri menatap tajam kearah Erika yang justru tersenyum nakal bahkan Dia kembali mengelus wajah tampan Heri.

Ditempat lain, setelah percintaan panasnya bersama Rea. Gavin baru tersadar akan rencananya yang semula akan memberikan kejutan dihari ulang tahun Erika, namun semua berubah total begitu Rea datang menggodanya untuk bercinta.

"Astaga gawat!"

"Ada apa sayang?" tanya Rea bangkit berjalan mendekati Gavin yang terlihat panik.

"Semoga saja barusan Erika tidak datang ke sini."

"Apa maksud mu?"

"Tadi sore aku meminta Erika untuk datang, sekalian aku ingin menyiapkan sebuah pesta kecil untuk merayakan hari jadinya, namun aku lupa karena kamu datang terlebih dahulu dan langsung mengajakku masuk kamar." terang Gavin panik.

"Habis gimana lagi sayang, aku tidak bisa menahan diri karena terlalu merindukanmu. bahkan semenjak kalian bertunangan kita tidak bisa lagi bebas untuk bercinta seperti dulu." jawab Rea sok sedih padahal dalam hatinya merasa bahagia jika hubungan mereka diketahui Erika.

"Nomor ponsel Erika tidak bisa dihubungi lagi." Gavin beberapa kali mencoba untuk menghubungi Erika namun kembali suara operator yang menjawab.

"Kenapa jadi panik gini sih sayang, kamu kan bisa menghubungi dan menanyakan keberadaan Erika pada kakaknya Heri. Aku yakin saat ini mereka pasti tengah bersama, berhubung mereka juga bekerja di perusahaan yang sama."

"Kamu benar juga Rea, baiklah aku akan hubungi mas Heri."

Heri yang masih terlibat perdebatan kecil dengan Erika, langsung mengangkat panggilan masuk dari Gavin. Namun terlebih dahulu dia memberikan kode dengan jari telunjuknya kearah Erika agar tidak bersuara.

"Hallo, ada apa kamu menghubungiku Gavin?"

"Maaf mas menganggu, aku cuma beritanya apa mas Heri sedang bersama tunangan ku Erika?"

"Ya, dia aku suruh lembur karena pekerjaan dikantor sedang menumpuk. Apa kamu merasa keberatan jika tunanganmu keseringan lembur!"

"Tidak...tidak sama sekali mas, Erika adalah adik mas sendiri sekaligus asisten mas dikantor, Jadi mas bebas meminta Erika untuk bekerja kapanpun. tolong sampaikan salam sayangku pada calon istriku ya mas. Dan selamat bekerja." ucap Gavin berbasa-basi.

"Okey."

Setelah panggilan mereka terputus, Heri melempar asal ponselnya ke atas meja.

"Ternyata kakak tersayang ku pintar berbohong juga ya." goda Erika tersenyum senang.

"Erika , mulai sekarang jangan jadikan aku sebagai ajang balas dendam mu lagi." ucap Heri kesal dan berlalu pergi meninggalkan Erika yang tersenyum puas, meski tersimpan luka dibalik semuanya.

"Ternyata tidur dikamar mas Heri nyaman juga ya." gumam Erika kembali menguap lalu melanjutkan tidurnya kembali.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel