Pustaka
Bahasa Indonesia

Pesona Kakak Tiriku

16.0K · Tamat
Silviarita
20
Bab
396
View
9.0
Rating

Ringkasan

Erika terpaksa menerima perjodohan yang telah di atur oleh keluarganya, Namum kebenaran terungkap jika pria yang menjadi calon suaminya berselingkuh dengan sahabat baiknya sendiri, untuk membalas rasa sakit hatinya Erika pergi kesebuah klub untuk minum. sehingga keberaniannya muncul untuk bermain api dengan kakak tirinya sendiri sendiri Heri yang sudah lama dicintainya secara diam-diam.

RomansaBillionaireDewasaPerselingkuhanKeluargaNovel Memuaskan

Aku akan membalas mu

"Kamu selalu berhasil memuaskan aku Gavin, kamu benar-benar perkasa." bisik Rea.

"Ya, malam ini aku akan membuatmu bahagia. anggap saja sebagai permintaan maaf ku karena telah bertunangan dengan Erika."

"Oya! bagaimana jika hubungan kita ketahuan Erika? apa kamu tidak takut?" tanya Rea memastikan.

"Kamu tenang saja sayang, gadis bodoh itu tidak bakal tahu. jangan sebut nama dia lagi, malam ini aku hanya ingin menghabiskan waktu bercinta dengan mu." Gavin yang sudah bergairah jadi lupa jika dia tidak menutup rapat pintu kamarnya.

"Tapi aku masih penasaran, apa benar kamu belum menyentuh calon istri mu itu?" Rea kembali bertanya, Dia tidak puas dengan penjelasan Gavin.

“Ya, cuma kamu wanita satu-satunya Rea. please percayalah padaku. Tubuhmu bikin aku kecanduan, tidak seperti Rea yang selalu menjaga jarak dan tidak ingin disentuh meskipun kami sudah bertunangan." Balas Gavin tersenyum sinis dan kembali melumat bibir mungil Rea.

"Gavin, aku ingin memilikimu seutuhnya."

"Sabar sayang, aku hanya milikmu seorang sekarang dan untuk selamanya. Erika itu hanya alat untuk mencapai tujuanku saja tidak lebih."

Tidak ingin Rea berbicara dan terus bertanya, Gavin menyumbat bibir mungil gadis itu dengan ciuman dalam, sehingga berganti suara desahan lembut yang terus keluar dari bibir Rea. sesekali Gavin melepaskan ciumannya begitu melihat nafas Rea mulai ngos-ngosan seperti lari maraton dengan jarak tempuh sudah mencapai titik puncaknya.

Sentuhan demi sentuhan lembut yang diberikan Gavin, membuat mata Rea terpejam menikmati gairah yang terus memuncak. Memberikan sensasi yang membuatnya keduanya tidak ingin mengakhiri permainan panas ranjang ini, tanpa peduli dengan keringat yang sudah membasahi tubuh mereka yang polos. Mereka berdua tidak menyadari jika pintu kamar tempat mereka bercinta tidak tertutup rapat, sehingga Erika bisa menyaksikan semua adegan menjijikan yang hampir membuatnya ingin muntah seketika.

"Dasar pengkhianat, satu sahabat dan satu tunangan ku. lihatlah....aku pasti bisa membalas perbuatan kalian berdua." umpat Erika geram namun masih berusaha untuk mengontrol amarahnya.

Seharusnya Erika bahagia malam ini, karena dia tengah ulang tahun dan berharap jika Gavin telah menyediakan pesta kejutan untuk menyambut kedatangannya, Namum justru kejutan lain yang dilihatnya, kenyataan pahit dan kado ulang tahun yang tidak diinginkan. perselingkuhan dan sebuah pengkhianatan dari orang yang selama ini dia anggap baik dan bisa percaya.

Ruangan kamar Gavin yang biasanya sunyi dan sepi, mulai sedikit berisik dengan desahan yang keluar dari bibir mereka berdua.

Erika yang masih syok, menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya agar tidak mengeluarkan suara. Perlahan dia keluar dari tempat persembunyiannya, karena tidak sanggup menyaksikan lebih jauh lagi adegan yang baru pertama kali seumur hidup dia saksikan secara langsung dengan mata telanjang.

"Benar kata mas Heri, jika Gavin bukan pria yang tepat untukku. tapi kenapa papa malah bersikeras agar aku harus menikah dengan Gavin, dan menganggap jika pria itu bisa menjaga dan melindungi ku.. baiklah papa, demi memenuhi keinginan dan sebagai balas budiku karena telah merawat dan membesarkan aku selama ini. aku bersedia menerima Gavin dan menjadi istrinya Hick...hick...tapi sebelum itu terjadi aku juga akan memberikan keperawananku pada pria yang aku suka, meskipun selama ini aku hanya berani mencintainya dalam diam, karena aku sadar diantara kami bagaikan langit dan bumi. mas Heri, salahkan jika rasa ini tumbuh dan bersemi dalam hatiku." bathin Erika sedih.

Erika mengusahakan air mata sambil tersenyum getir. kembali pulang kerumah, suasana rumah terlihat sepi karena kedua orang tuanya masih berada diluar negeri. Erika berlari memasuki ruangan khusus yang sering dipakai kakaknya Heri menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Dalam ruangan itu terdapat juga sebuah meja bartender dengan beraneka minuman anggur merah kelas dunia. Erika sudah tidak perduli dengan sekitarnya lagi ataupun takut ketahuan sang kakak tiri.

Gadis itu langsung menuangkan anggur merah kedalam gelas, tanpa merasa ragu lagi dia langsung meneguknya hingga habis. Sepasang langkah kaki dari arah belakang semakin mendekat.

"Erika, kenapa kamu masuk keruangan pribadi Mas, dan minuman ini tidak baik untukmu?"

"Mas Heri, kebetulan mas ada dirumah Sebenarnya aku memang ingin mencari mu untuk menemaniku minum." Erika memberikan senyum termanisnya untuk menggoda sang kakak.

"Malam ini, aku harus berhasil mendapatkan mas Heri. Agar perselingkuhan ini jadi impas, Gavin dengan sahabat ku sedangkan aku dengan kakak Tiriku sendiri." bathin Erika yang kembali meneguk anggur agar lebih membangkitkan keberanian nya lagi.

"Erika, kenapa kamu tiba-tiba berubah seperti ini?"

"Mas Heri, malam ini aku ingin bercinta denganmu, boleh ya mas?"

"Apa bercinta? Erika, kamu sudah gila' ya...kamu itu adikku, dan juga asistennku di kantor. Sudahlah mari aku antar kamu kedalam kamarmu sendiri untuk istirahat, sepertinya kamu sudah mabuk berat." Heri menarik sebelah tangan Erika, namun justru gadis itu mendorong tubuh Heri hingga jatuh terlentang diatas sofa, belum sempat pria itu bangkit Erika malah langsung menindih tubuhnya nya dari atas.

"Mas Heri apa kamu takut bercinta denganku, atau jangan-jangan rumor beredar itu benar adanya?"

"Rumor apa maksudmu Erika?"

"Rumor jika mas itu adalah seorang gay." Erika sengaja mendekatkan bibirnya ke telinga Heri.

"Berani sekali kamu mengatakan aku seperti itu, aku masih normal Erika, dan aku tidak mau berbuat lebih padamu. Jangan pancing kesabaran mas."

"Aku tidak memancing mu mas, tapi buktikan jika kamu benar-benar normal dan rumor yang beredar itu salah." ucap Erika yang langsung melumat bibir Heri, meskipun cara berciuman nya menunjukkan jika dia belum terbiasa dengan itu semua.

"Hentikan Erika, kita adalah saudara tiri." tolak Heri mencoba untuk bangkit.

"Kita bukan saudara kandung mas, ayo bersenang-senang lah denganku. dan jangan tolak aku lagi mas."

"Baiklah Erika, jangan salahkan aku setelah semuanya terjadi." bisik Heri mulai membalas ciuman penuh gairah dari Erika.