Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

6. Selalu tidak bisa menjauh

Hasan dan Galang ke tempat markas Geng Killer Eagle

Tetapi malah gak ada satu pun anggota geng Killer Eagle berada di markas.

Dan ternyata pertemuan antara dua geng itu dibatalkan.

Karena sang ketua geng Killer Eagle itu mendadak ada acara keluarganya.

***

Hasan sudah ada disaat Aisyah mau keluar untuk pergi ke kampus,"Hasan, kamu sejak kapan berada di teras rumahku."ucap Aisyah dengan matanya melebar.

"Kan aku sudah bilang Aisyah aku akan mengantarmu ke kampus."ujar Hasan sambil tersenyum tipis.

"Tapi Hasan aku tidak mau dianterin sama kamu."ucap Aisyah sambil mau menghindar Ke Hasan.

Hasan menarik tangan Aisyah sambil berjalan menuntun ke dekat motor ninja. Lalu melepaskan tangan Aisyah saat berada didekat motor.

"Syah, niat aku baik lho."ujar Hasan selepas menghela nafas kasar.

"Hasan, kamu gak dengar apa yang saya bilang. Saya ini tidak mau ke kampus bareng kamu."ucap Aisyah dengan menatap tajam ke Hasan.

Hasan mengangkat badan Aisyah untuk didudukkan ke motor besar nya,"Syah, pokoknya kamu hari ini bareng sama aku. Setuju atau tidak setuju."ucap nya sambil tersenyum miring.

Hasan pun menaiki motornya dan Aisyah pun membenarkan duduk nya di motor Hasan.

Dan Akhir nya mereka ke kampus mahardika berdua.

**

Tiba di kampus Mahardika,

Hasan jadi pusat perhatian para mahasiswi di kampus.  Karena kegantengan Hasan itu sangat memikat hati wanita. Senyum nya dan sorot mata nya yang menawan. Arya baru datang dengan motor. Yang jelek nya, Arya melihat Aisyah bergandengan dengan Hasan.

"Apa ini alasan Aisyah susah didekati, ternyata dia menyukai lelaki ini."monolog Arya saat melihat Aisyah bersama Hasan.

"San, malu tau."ungkap Aisyah dengan muka memerah karena menahan malu saat diperhatikan orang banyak Sambil melepaskan tangannya sambil berjalan meninggalkan Hasan.

Hasan tersenyum miring saat ditinggalkan Aisyah untuk pergi ke kelasnya. Arya berjalan ke kelas nya dan bertemu dengan Hasan yang sedang berdiri mematung ditempat ditinggalkan Aisyah.

"Lo tau kelas nya Aisyah gak."tanya Hasan dengan gaya angkuh nya sambil menatap tidak ramah pada Arya yang berpenampilan yang jauh berbeda dengan gaya nya.

"Aisyah satu jurusan sama gue."saat menoleh ke arah Hasan sambil tersenyum tipis dengan tatapan tak bersahabat ke Hasan, lalu berjalan pergi ke kelas.

Hasan pun mengikuti Arya yang menuju kelas. Dan begitu Arya masuk, Hasan langsung berjalan lagi dan mengurus perpindahannya pada Rektor.

****

Dan Hasan bersama dosen maya masuk ke kelas. Dosen maya didepan dan Hasan berjalan dibelakang nya,"disini saya akan memberitahukan bahwa ada mahasiswa pindahan dari Tirta Jaya."ucapnya dengan serius pada mahasiswa dan mahasiswi.

"Perkenalkan nama mu pada teman teman mu."titah nya pada Hasan.

"Halo, semuanya nama saya Hasan pratama. Saya pindahan Tirta jaya. Alasan saya pindah kesini karena saya tertarik untuk menimba ilmu di Mahardika.

"Hai Hasan."kompak mahasiswa dan mahasiswi.

Hasan pun berjalan dan duduk di tempat yang kosong dan di sebelah nya Aisyah.

"Kamu tidak bisa menghindari ku Aisyah."ucapnya sambil tersenyum tipis sambil tangannya merangkul Aisyah.

"Hasan, jangan kaya gini dong.

Aku gak suka."Bentaknya sambil mengangkat tangan Hasan yang sedang merangkulnya.

Hasan malah mendekat kan kursinya lalu tangan nya mengangkat dagu Aisyah diangkat ke atas dan jarak muka mereka beradu sekitar 8cm.

"Syah, walaupun sikap kamu dingin kaya es batu. Tapi aku tidak akan berhenti mengejar cintamu.

"Mmuaachh."itu bukan Hasan mencium Aisyah yah itu cuma ciuman jauh dari Hasan karena gemas, pengen nyium tapi cuma geregetan doang ke Aisyah.

Aisyah membalikkan tubuhnya ke arah depan sambil memasang muka datar dan terlihat kikuk gitu . Dan Hasan tersenyum tipis karena sudah membuat Aisyah merasa canggung gitu.

Arya yang melihat hasan dan Aisyah dari belakang cemburu dengan mengepal kan tangannya.

***

"Aisyah,  kamu mau ke kantin bareng aku gak ?"tanya Arya pada Aisyah dengan serius lalu melirik sinis ke Hasan yang sedang berdiri di samping kiri.

"Syah, sama gue aja, nanti gue traktir deh."ucap Hasan pada Aisyah lalu melirik ke Arya dengan tersenyum menyeringai.

"Yaudah sama kamu aja deh Arya."ucap Aisyah pada Arya sambil menjulurkan tangan ingin bergandengan tangan.

Arya pun memegang tangan Aisyah dengan ceria, mereka pun berjalan ke arah kantin berbarengan.

"Arya, dia itu yang kemarin nelpon aku."ucap Aisyah memberi tahu Arya siapa pemilik telpon yang membuat nya terganggu.

"Dia orang yang selalu membuat ku merasa risih."ucap Aisyah lagi setelah duduk saat berada di kantin.

"Aisyah aku akan menjaga kamu saat dia mengganggu mu."kata Arya dengan penuh keseriusan.

Sedangkan Hasan juga ke kantin dan duduk ditempat dan semeja bareng Aisyah dan Arya.

"Aku gabung yah."ucapnya Pada Aisyah dan Arya.

Arya dan Aisyah saling melempar tatapan satu sama lain. Dan Arya dan Aisyah tidak merespon ucapan Hasan.

Pesanan Arya dan Aisyah pun sudah di anterin oleh pelayan kantin,"Bi aku pesan bakso juga ya."pesan Hasan ke bi Inem saat mengantarkan pesanan Arya dan juga Aisyah.

"Baik mas Hasan."sahut Bi Inem sambil centil.

Aisyah dan Arya sedang makan bakso masing masing. Sedangkan Hasan masih menunggu pesanannya, saat Aisyah sedang khusu makannya Hasan memperhatikan makan Aisyah yang sedikit belepotan saat makan mie baso.

Hasan pun berinisiatif mengambil tissue untuk melap disudut bibir Aisyah. Aisyah langsung saja dia kaget saat Hasan melap sudut bibir nya.

Sedangkan Arya cemburu melihat Hasan bersikap seperti itu pada Aisyah. Hasan pun sudah membersihkannya langsung tersenyum nakal dan mengedipkan matanya.

"Apaan sih, gak jelas amat.

Padahal kalau saya belepotan anda bilang ke saya. Saya bisa kok melap nya sendiri."ketus Aisyah sambil melirik Ke Hasan dengan jutek banget.

"Sosoan Romantis luh."celetuk Arya dengan tatapan yang tak bersahabat pada Hasan.

"Cemburu mah bilang aja kali brother."decak Hasan sambil menatap sinis.

Kemudian datanglah bi inem membawa pesanan Hasan,

begitu Arya dan Aisyah selesai memakan bakso nya. Hanya Hasan yang baru mau makan bakso.

Dan Arya dan Aisyah langsung membayar baksonya,

sedangkan Hasan tinggal sendirian untuk menyantap baksonya.

"Bro, gue dan Aisyah duluan yah."ledek Arya pada Hasan dengan ekspresi wajah tak bersahabat layaknya musuh bebuyutan.

Aisyah pun jalan berdampingan dengan Arya, Aisyah pun tersenyum segaris saat Arya meledek Hasan.

"Syah, jangan tinggalin aku."ucap Hasan saat Aisyah meninggalkan nya bersama Arya.

"Kamu itu tadi kan bareng sama Hasan, aku kira kalian pacaran lho."ucap Arya saat berbicara sambil berjalan dengan Aisyah.

"Mana mungkin aku pacaran sama dia, orang aku gak suka sama dia."jawab Aisyah dengan tertawa kecil sambil melirik Arya.

"Tadi kamu kok boncengan sama dia sih."ucap Arya dengan sambil menunjuk Aisyah seolah Aisyah itu ketahuan saat berbohong sambil tertawa.

"Dia maksa aku untuk berangkat sama dia, dan dia itu mana bisa ngerti saat dibilangin bahwa aku gak mau boncengan sama dia."sahut Aisyah dengan ramah pada Arya dan tersenyum manis.

Disitulah Arya benar benar dibikin takjub dengan kecantikan yang dimiliki Aisyah ini.Hasan yang baru saja habis makan, terburu buru sekali ingin bersama Aisyah. Aisyah dan Arya Duduk di tangga, Hasan yang melihat mereka berduaan langsung saja menghampiri mereka.

Hasan pun menarik tangan kiri nya Aisyah untuk berdiri dari duduknya. Saat Aisyah berdiri karena ditarik oleh Hasan. Arya pun menggenggam tangan Aisyah. Aisyah pun menoleh pada Arya dengan bergetar hebat jantung nya saat dipegang oleh Arya.

Hasan melepas paksa genggaman Arya, lalu Hasan pun membawa Aisyah dengan menarik tangan nya dengan langkah yang cepat,"kamu ini Syah pilih kasih banget, aku juga kan temen kamu masa kalau dia mah bisa berduaan terus sama kamu."ucapan Hasan seraya melepaskan tangan Aisyah saat berjauhan dengan tempat Arya berada tadi.

"Apaan sih, gak jelas banget.

Ngomong kaya gini kok malah ngajak aku kesini segala."gerutu Aisyah yang geram pada sikap Hasan yang selalu tidak bisa membiarkan dia lengah.

"Syah, aku cuma pengen kamu bersikap ramah ke aku juga.

Jangan ke cowok itu saja,

lagian aku sama dia.

Ganteng aku kali."decak Hasan ke Aisyah dengan tatapan tajam lalu tersenyum sinis saat sudah berbicara pada Aisyah.

Aisyah menghela nafas kasar sesaat mendengarkan ucapan Hasan padanya lalu melirik dengan tatapan tidak suka pada Hasan.

"Hasan, sudah beberapa kali aku mengatakan ini padamu,

aku tuh merasa risih banget saat berduaan dengan kamu. Dan sikap kamu yang sangat agresif terhadap ku dan sangat terobsesi sehingga membuat aku merasa risih dan geli."jelas Aisyah sambil menatap Hasan dengan kesal lalu membalikkan badannya mau berjalan ke tempat Arya tapi tangannya dicekal oleh tangan Hasan.

Aisyah langsung berbalik arah ke Hasan dengan menatap ke Hasan,"itu saja alasanya kau merasa risih, lalu apa yang harus ku lakukan agar kamu tidak risih. Katakanlah padaku biar aku bisa membuatmu nyaman tidak merasa risih, ayo Aisyah! " ujar Hasan dengan tatapan yang merasa bersalah dan melepaskan genggaman nya pada tangan Aisyah yang sedari tadi dipegang olehnya.

"Kamu jangan terlalu mendekati ku, jangan berani pegang pegang,

jangan kerumah ku tanpa izin dulu padaku, jangan selalu menatapku seperti itu juga."kata Aisyah pada Hasan.

"Baik Aisyah jika kamu tidak suka dengan sikap ku yang selalu membuat mu risih,

tapi ingat baik baik aku sangat menyukai mu saat kita berpapasan. Aku rasa aku jatuh cinta pada pandangan pertama ."ucap Hasan sambil mau megang pipi Aisyah tapi tak jadi, lalu pergi meninggalkan Aisyah.

Aisyah pun menatap punggung Hasan yang kini semakin menjauh.  Arya pun tiba tiba mengejutkan Aisyah,"door."seru Arya pada Hasan.

Aisyah tersentak kaget saat dikejutkan oleh Arya. Aisyah menghela nafas, lalu menjewer kuping Arya.

"Kau ini membuat ku kaget,

kau membuat jantung ku seperti mau copot."decak Aisyah lalu melepaskan tangan nya pada Arya.

"Kau ini galak juga ya Aisyah,

aku kira kamu gak akan menjewer kuping ku."ucap Arya seraya dilepaskan jeweran Aisyah pada kuping nya.

Aisyah tertawa kecil sambil menahan malu,"maaf Arya,

aku sangat tidak suka dikejutkan begitu."ucap Aisyah dengan menatap sekilas ke Arah Arya.

"Ayo ke kelas bareng sama aku Aisyah."ajak Arya sambil menjulurkan tangan nya sambil menatap Aisyah.

"Ayo, tapi jangan berpegangan tangan yah."seru Aisyah pada Arya dengan berjalan berdampingan dengan jarak 100cm. Arya pun bibirnya mengerucut, Aisyah berjalan fokus kedepan.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel