5. Akan kah Dia Menjauhiku
Hasan sedang diruang tamu dan sedang memegang sendok saja tanpa memasuk kan makanan ke dalam mulutnya. Indra dan Sofi selaku kedua orang tua nya Hasan saling melempar tatapan karena heran dengan sikap Hasan yang terlihat murung.
"San, kamu kenapa dari tadi kamu tidak memakan makanannya ?"tanya Indra dengan serius pada Hasan.
Hasan langsung makan nasi goreng nya, sedangkan Indra melirik Hasan dengan terheran heran melihat sikap nya berubah aneh.
"Kamu ada masalah apa sayang, apa kamu sedang putus cinta ? " tanya Sofi dengan penuh kelembutan menanyakan penyebab Hasan murung.
"Hanya karena seorang gadis kamu kaya gini. Lemah kali kamu ini Hasan, kamu ini anak dari pengusaha sukses masa cuma karena perempuan kamu malah kaya gini. Kalau diselingkuhin, kamu tinggal cari yang baru,"ketus Indra pada Hasan setelah menghabiskan nasi gorengnya.
"Papah, mau berangkat mah."Pamit nya pada Sofi.
"Iya, hati hati yah pah."Sahut Sofi dengan tersenyum manis lalu mencium tangan sang suami dan Indra pun membalas Sofi dengan mencium kening sang istri.
Indra pun berangkat kantor dengan pak Darmin sang supir pribadinya. Sedangkan Sofi menepuk nepuk bahu Hasan sambil berdiri dibelakangnya.
"Sayang, anak mamah yang ganteng. Kamu kalau ada masalah, cerita dong ke mamah."ujar Sofi pada Hasan dan menatap hasan dengan perasaan iba pada anaknya.
"Mah, Aisyah sudah punya pacar.
Aku gak terima kalau dia dimiliki oleh orang lain."ucap Hasan dengan raut wajah sedih sambil memegang kedua tangannya bersandar ke dagu nya.
"Ternyata putra semata wayang ku menyukai gadis miskin itu.
Aku jauh jauh menyekolahkan dia tapi malah menyukai gadis seperti Aisyah. Hasan kau ini membuat orang tua kamu malu jika harus berbesanan dengan tukang sayur langganan kami sendiri."monolog dalam hati Sofi dengan kesal tapi dia tidak menunjukan pada anaknya bahwa dia tidak menyukai Aisyah untuk dijadikan menantu.
"Hasan, masa kamu kalah bersaing sih. Kamu ini ganteng dan punya segalanya, kamu pasti bisa merebut Aisyah dari pacarnya. Jangan berkecil hati sayang, mamah yakin dengan uang pasti dia akan memilih mu."ujar Sofi dengan duduk di samping anaknya sambil mengelus pundak Hasan.
"Mamah yakin aku bisa mendapatkan Aisyah "celetuk Hasan pada Sofi dengan melirik ke arah Sofi.
"Tentu sayang, kamu yang akan mendapatkan Aisyah."katanya sambil mengelus rambut putranya lalu beranjak pergi.
*******
Aisyah baru saja selesai berdandan untuk pergi kampus,
Aisyah pun langsung beranjak pergi ke kampus. Lalu Aisyah berjalan ke terminal untuk naik angkutan umum.
Sebelum dia pergi ke terminal bertemulah dengan Hasan,
lalu Aisyah pun melangkahkan kaki nya lebih cepat karena tidak mau didekati oleh Hasan,"Syah, berhenti."titah Hasan pada Aisyah, sehingga Aisyah menghentikan Jalannya.
Hasan berjalan mendekati Aisyah, dan menarik tangan Aisyah dan membalikan tubuh Aisyah sehingga berhadapan dengannya. Aisyah pun menatap kaget pada Hasan, sedangkan Hasan sendiri menatap dengan dalam.
"Apaan sih gak jelas amat."ujar Aisyah sambil melepaskan dirinya dari Hasan.
"Aku tuh buru buru Hasan untuk ke kampus, jadi aku tidak bisa lama lama untuk meladeni kamu."ucap Aisyah dengan menatap sinis ke Hasan lalu segera beranjak pergi dengan berjalan lebih cepat.
"Kampus."lirih Hasan saat mendengar ucapan Aisyah tadi.
***
Hasan pun segera ke rumah Aisyah untuk menemui Nina, kebetulan Nina baru saja datang dari pasar untuk beli sayuran untuk buat masak yah.
Walaupun Suami nya dagang sayur keliling, itu kan punya orang bukan hasil tanam dikebunnya. Dan bukan sayur saja yang dibeli Nina, seperti beli ikan Asin dan juga lainnya.
Lagipula yang dijual suaminya, tidak ada yang dia butuhkan saat ini untuk menu masakan sore.
"Bu, aku mau berbicara dengan ibu."ucapnya Pada Nina.
"Baik, ayo masuk kedalam."jawab Nina dengan tersenyum segaris.
Ketika masuk kedalam, Nina memberi jamuan Kopi dan juga Bolu buatannya,"ibu bisa tidak bantu aku dekat sama Aisyah."ucap Hasan pada Nina dengan tatapan penuh harap bahwa Nina bisa membantunya.
"Tentu saja bisa."jawab Nina dengan tersenyum lebar.
"Aku mau tanya apa beneran Aisyah itu sudah memiliki pacar ?"tanya Hasan pada Nina.
"Setau Ibu sih gak punya pacar,
Aisyah tidak pernah membawanya ke rumah.
Kamu tau dari mana kalau Aisyah punya pacar ?"berbalik tanya pada Hasan dan malah berbalik tanya pada Hasan.
"Kemarin pacar Aisyah yang ngangkat telpon dari ku."ucap Hasan dengan datar.
"Tapi Aisyah gak pernah cerita ke ibu sih soal dia punya pacar.
Bahkan tidak pernah membawa teman pria yang dekat dengannya."ucap Nina dengan apa adanya,Tidak ada yang ditutupi.
"Bu, tadi aku bertemu Aisyah dia sangat terburu buru sekali.
Katanya dia ke kampus,
memang nya dia kuliah dimana ?" ucap Hasan sambil ingin mengetahui Aisyah kuliah dimana.
"Kuliah di Mahardika dan Ngambil jurusan sastra."jawab Nina dengan serius.
"Nih anak benar benar tergila gila sama Aisyah sampe nanyain Aisyah kuliah dimana, terus nanyain Aisyah beneran punya pacar atau enggak."monolog dalam hati Nina sambil tersenyum kecil.
"Oh gitu yah bu, bu bilang yah ke Aisyah kalau saya kirim pesan whatsapp ke dia jangan dibaca saja. Harus di bales sama dia."pesan Hasan pada Nina sambil berdiri dari duduknya Lalu salim ke nina sebelum pulang kerumah nya.
*****
Hasan pun berhasil mengetahui dimana Aisyah kuliah dengan cara menanyakan ke ibunya Aisyah. Akhirnya Hasan pun berjalan pulang kerumah nya.
"Mamah."panggil Hasan yang baru saja masuk ke dalam memanggil Sofi.
"Sayang, mamah sedang bikin kue."sahut Sofi dari dapur dengan berteriak.
Hasan pun menghampiri ibunya ke dapur, dan Sofi tersenyum saat menoleh Hasan sudah berada di dapur.
"Mamah, aku jadi gak sabar makan kue buatan Mamah."Ucap nya sambil memeluk mamahnya dari belakang.
Sofi pun melepaskan pelukan Anaknya, dan berbalik menghadap ke Anaknya.
"Kau ini tidak berubah kau masih manja."ucap Sofi sambil mencubit hidung Hasan dengan gemas.
"Mah, boleh gak aku kuliah di Mahardika dan ngambil jurusan sastra."kata Hasan sambil menatap ibunya penuh harap bisa menuruti kemauannya.
"Hasan Pratama, kamu ini sudah kuliah di tirta jaya lho."ucap Sofi dengan mendengus kesal.
"Maaf mah, Hasan lebih suka kuliah di Mahardika."kata Hasan dengan memasang muka melas dan berharap ibunya bisa menuruti keinginannya untuk kuliah di mahardika.
Sofi menghela nafa kasar, dan menatap Hasan Datar,"baik, kamu boleh kuliah di Mahardika."ucap Sofi lalu melengos pergi.
Hasan cuma tersenyum simpul saat dirinya menyadari bahwa ibunya marah karena dia ingin pindah kuliah.
***
Hasan dan kedua orang tuanya sedang menyantap makanan yang dimasak oleh sofi.
Setelah mereka selesai makan malam, Indra langsung minum air mineral lalu sudah habis air nya dia pun beranjak pergi ke arah ruang tamu.
Sedangkan sofi membereskan piring dan membawa piring tersebut ke dapur untuk dicuci.
Sedangkan Hasan diam saja lalu dia pun beranjak pergi.
****
Sedangkan Aisyah sedang duduk berduaan dengan ayahnya dibelakang sambil memandangi bintang di langit. Nina menghampiri suami dan anaknya yang sedang asyik berduaan.
"Syah,Kamu ini jadi cewe jangan terlalu dingin dong. Masa cowok sebaik Hasan di acuh kan terus."ucap Nina sembari membawa kue bolu buatannya.
Firman hanya diam saja tak mengucapkan apa apa yang ada dia malah mengambil kue bolu buatan istrinya lalu memakannya.
"Aisyah, ibu gak ngajarin kamu bersikap sombong seperti itu ya."omel Nina sambil mencubit agak keras putrinya.
"Aduhh, sakit ibu."Lirih Aisyah pada Nina.
"Ibu jangan gitu dong kasihan Aisyah." hardik Firman sambil merangkul Aisyah.
"Ayah, ibu cuma tidak suka Aisyah itu bersikap tidak ramah pada Hasan."ujar Nina pada Firman.
"Aisyah ini tidak suka sama Hasan jangan dipaksa dong."ucap Firman dengan mengambil bolu nya lagi.
"Gak suka sama Hasan, apa penyebab Aisyah tidak suka Hasan ?"tanya Nina serius dan matanya sambil melotot.
"Hasan anak orang kaya, baik, ganteng, sopan, Ramah."ucap nya pada Firman dan Aisyah.
"Lalu apa kekurangan yang dia miliki ?"tanya Nina sekali lagi sambil menatap tajam ke Aisyah.
"Ibu."lirih Aisyah sambil matanya berkaca kaca saat omelan ibunya tentang sikapnya terhadap Hasan.
"Ibu mau tau apa yang membuat Aisyah tidak suka Hasan,
dia itu orang nya sering mendekati aku terus tanpa henti.
Lama lama aku merasa risih sama sikap dia ke Aisyah."jelas Aisyah pada Nina lalu beranjak pergi.
"Aisyah itu tandanya sangat menyukai kamu, seharusnya kamu tuh bahagia disukai sama anak pengusaha sukses."ucap Nina dengan suara keras agar terdengar oleh Aisyah yang sedang masuk kedalam rumah.
***
"Hiks..Hiks.."Aisyah pun menangis saat dikamarnya sambil duduk dengan kedua tangannya memeluk kedua kakinya.
"Ibu malah memarahi aku karena aku selalu menghindari Hasan, aku tuh ngerasa gak nyaman berada di dekat Hasan.
Kenapa ibu gak pernah ngerti sih."ucap Aisyah sambil nangis.
"Dia itu selalu tidak berhenti mendekati ku walaupun aku bersikap dingin, aku tuh risih selalu dibuatnya."ucap Aisyah sambil menangis tersedu sedu.
Drrttt..Drtttt.."bunyi dering handphone Aisyah. Aisyah pun berdiri lalu mengangkat telpon itu.
"Hallo."Sapa Hasan dari telpon.
"Ada apa? " Tanya Aisyah dengan suara yang terdengar sekali habis nangis.
"Kamu habis nangis Syah ?."ucap Hasan pada Aisyah dengan lembut.
"Iya."jawab nya dingin.
"Kenapa Syah, ada masalah."tanya Hasan penasaran.
"Kamu gak perlu tau."jawab Aisyah dingin.
"Syah, besok aku antar kamu berangkat ke kampus ."ucap Hasan dengan bersemangat.
"Gak usah, aku bisa berangkat naik angkot kok."ucap nya dengan jutek.
Tapi Hasan malah memutuskan sambungan telponnya, lalu Aisyah menaruh Handphone nya ke dalam meja lagi. Lalu seperti biasa Aisyah mengambil buku diary nya, lalu dia membuka buku nya terlebih dahulu lalu mencari lembaran buku kosong.
--------------------------------------------------
Dear Diary
Mungkin ini sudah menjadi jalan takdir ku,
Harus bertemu dan disukai oleh lelaki seperti Hasan.
Sampai saat ini aku masih merasa terganggu oleh dirinya yang selalu mendekati ku.
Terlebih dari ibu ku sendiri yang mendukung Hasan untuk menjadi pasanganku Dan memaksa untuk mau sama Hasan.
_AisyahM.Z_
??
Pria berwajah manis dan badan nya tinggi dia menghampiri Hasan.
"Hey bro."Ucap nya sambil tos dengan Hasan.
"Gue udah nungguin lo dari tadi,
lama banget."Gerutu nya pada Galang.
Ya dia itu Galang sahabat nya Hasan,
Galang pun membuka kacamata nya yang tadi dia pakai.
"Maaf san,
gue habis nemenin cewe gua dulu."Ucap Galang dengan tersenyum kecil saat melihat Hasan yang kesel padanya.
"Jadi kan kita ke markas killer Eagle ."Tanyanya pada Galang dengan menatap ke arah galang.
"Jadi dong."Jawab Galang pada hasan sambil menarik tangan Hasan untuk segera pergi ke markas Killer Eagle.
Killer Eagle itu merupakan geng motor yang juga sangat terkenal nakal tapi anggota nya pada ganteng ganteng semua.
Killer Eagle itu termasuk teman satu geng nya nya yang rukun dengan Geng Macan putih.
Geng Deadly Tiger White merupakan geng yang didirikan oleh Hasan pratama,
dan dia itu adalah ketua di geng macan putih yang terkenal dengan agak emosian dan pintar juga bela diri.
???
Setelah beres cuci piring, Sofi memberi kue brownies untuk suaminya.
"Kemana Hasan mas ?"Tanya Sofi menanyakan Hasan pada Suaminya.
"Dia tadi izin keluar,
pasti dia maen sama si Galang."Jawab nya dengan sambil memasang wajah sangar lalu mengambil kue brownies dan memakan kue tersebut.
