Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

4.Berjumpa Lagi

Siang yang cerah, hari ini pertama Aisyah masuk ke kuliah jurusan sastra,"Syah."itulah kiriman pesan dari Hasan pratama.

"Dia mengirim pesan padaku,

dan tidak pernah kapok walaupun tak ada pesan pun darinya aku balas."monolog dalam hatinya sambil berjalan.

Dan Aisyah pun tubuhnya bertabrakan dengan pemuda tampan dan sangat berkharisma juga. Walaupun penampilan nya tidak sekeren fashion Hasan, tapi pemuda yang bertabrakan dengannya cukup menarik perhatian Aisyah.

"Maaf, aku tidak sengaja nona."ucap Arya pada Aisyah yang sedang menatap nya kagum.

"Nona, hellow."ucap Arya sembari melambai lambai tangan nya ke wajah Aisyah yang masih menatap takjub pada Arya.

Aisyah pun melirik kebawah dan menundukkan wajah nya, terlihat dia malu pada Arya,"sekali lagi aku minta maaf yah. Aku tidak sengaja."ujar Arya sambil memohon.

"Gak papa kok."Jawab Aisyah dingin dan melengos pergi.

****

Aisyah dan Arya belum sempat berkenalan, tapi mereka satu kelas. Di dalam kelas Arya tidak fokus dan tidak memperhatikan apa yang diterangkan oleh gurunya sendiri, dia terus memperhatikan gerak gerik Aisyah, tak pernah mata Arya palingkan ke arah lain.

Arya selalu memandangi wajah cantik Aisyah. Dosen yang mengajar nya pun melihat ke arah Arya yang sedang tersenyum melihat Aisyah,"jangan terus memandangi dia begitu,

inget kau kesini tujuannya belajar."hardik Maya selaku dosen pada Arya.

Arya pun menunduk, sedangkan Maya menghampiri Arya dan menyuruhnya untuk mengisi jawaban yang dia buat,"ayo isi jawaban itu, kau sudah cukup pintar bukan."suruh maya dengan sinis.

Aisyah hanya menatap Arya saja,

dan sewaktu Arya menatap nya.

Aisyah pun mengalihkan pandangan nya ke yang lain,"ada apa ini, kenapa aku suka sekali saat memandang wajahnya.Gaya nya biasa saja, tapi dia menarik perhatian ku."monolog dalam hati Aisyah sambil natap ke arah Arya yang sedang mengisi jawaban sulit oleh dosen nya.

"Baiklah, kau boleh duduk ke tempat mu lagi."ujar Maya pada Arya.

****

Setelah istirahat Aisyah berjalan ke taman lalu di ikuti oleh pria yang rupanya menaruh hati pada Aisyah. Aisyah pun mau duduk di bangku yang disediakan di taman tersebut.

Pria itu pun menepuk bahu Aisyah, dan Aisyah tersontak kaget saat ada yang menepuk bahunya lalu memutarkan badan nya dan menoleh ke belakang.

"Kamu."ucap nya saat melihat Arya dihadapannya.

"Hai, aku Arya Wiguna." sapanya sekaligus memperkenalkan dirinya lalu tersenyum pada Aisyah.

"Aku Aisyah Mehrunisa Zahwa."sahut nya Dengan dingin.

"Nama yang cantik, seperti orang nya."puji nya pada Aisyah dengan tersenyum kecil.

Aisyah pun hati nya berdetak kencang hebat dan menjadi salah tingkah. Dan Aisyah pun menunduk kan wajahnya seperti biasa saat ada lelaki yang memandangnya.

"Kita bisa duduk bersama, dan mengobrol."ujar Arya pada Aisyah.

Aisyah hanya diam dan malah duduk di bangku yang berada di taman. Arya duduk disamping Aisyah dan menatap ke arah Pemandangan yang berada didepan nya.

"Aisyah."panggil Arya pada Aisyah.

"Iya."sahut Aisyah dengan datar.

"Kamu lebih suka sendiri yah ,

dibanding sama teman cewek kamu."ucap Arya sambil melirik kearah Aisyah yang kebetulan Aisyah juga melirik Arya.

"Tidak juga, aku sekarang lagi ingin sendiri saja. Jangan so tau ,

jadi orang."ketus Aisyah sambil mengalihkan pandangan nya ke depan.

"Maaf, aku cuma lihat kamu dari tadi tidak mengobrol dengan teman cewek mu."ucap Arya dengan masih melirik ke Aisyah.

"Aku lagi tidak ingin mengobrol dengan mereka. Karena mereka membicarakan sesuatu yang enggak aku suka."sahut Aisyah dengan datar.

"Dan kamu sendiri, kenapa kamu malah kesini gak ikut gabung sama anak cowok ."tanya Aisyah pada Arya yang masih duduk di samping nya.

"Sama aku juga gak ikut mereka karena membahas sesuatu yang gak aku sukai."sahut Arya dengan matanya melirik ke arah Aisyah yang tidak menatap wajah saat berbicara.

Aisyah berdiri dari duduknya,

lalu berjalan ke arah kantin.Diikuti lagi oleh Arya dibelakang nya sambil berjalan pelan. Aisyah pun menoleh ke belakang, tapi Arya berhasil ngumpet sehingga tidak ketahuan aksinya.

Ketika tiba dikantin Aisyah memesan makanan favorit nya itu adalah bakso, Arya langsung saja datang dan duduk didepan Aisyah.

"Bi, aku pesan bakso ya ,"ucapnya dengan keras.

"Baik,"sahut sang bi inem sang penjual dikantin yang siap melayani semua mahasiswa dan mahasiswi yang ingin mengisi perutnya dikantin.

"Apa kamu tidak bisa duduk ditempat lain."tanya Aisyah dengan datar.

"Tidak mau,Aku ingin disini."jawab Arya dengan menatap Aisyah.

"Yaudah,

biar aku yang pindah ketempat lain."ujar Aisyah sambil berdiri dan mau pindah ke tempat duduk lain, tapi Arya mencekal lengan Aisyah.

Aisyah melepas paksa cekal tangan Arya pada lengannya,"apaan sih,kamu ini mau bersikap tidak sopan pada saya."Ucap Aisyah sambil melotot dan emosi.

"Maaf, aku tidak bermaksud apa apa kok. Aku cuma ingin berteman baik kok sama kamu,

dan aku hanya ingin kamu makan bareng sama aku."ucap Arya dengan memasang muka memelas.

Aisyah pun kembali duduk lagi,

dan bi Inem pun membawa pesanan Aisyah dan Arya,"selamat menikmati."ucap Bi inem pada Aisyah dan Arya.

Aisyah dan Arya mengangguk secara bersamaan, lalu mereka memberikan saus, kecap, dan sambal pada mie bakso tersebut terus mengaduk nya.

Mereka pun sedang mengunyah makanannya masing masing. Arya sambil makan bakso nya tidak henti menatap Aisyah yang sedari tadi membuang mukanya.

Drrrtt..Drrrttt."dering ponsel nya Aisyah, dan Aisyah pun melihat si penelpon nya tersebut. Ternyata Hasan yang menelponnya. Aisyah hanya menaruh Handphone nya dimeja, dan Arya hanya diam dan tetap makan baksonya sampai habis.

Drrttt..Drrrtt."bunyi ponsel lagi, Aisyah pun melihat saja dan mengacuhkannya.Aisyah tetap makan bakso sampai habis.

"Angkat saja telponnya,

siapa tahu penting."ujar Arya pada Aisyah dengan lembut.

"Gak penting kok, biarkan saja."sahut Aisyah sambil minum air mineral, lalu setelah meminum air mineral itu botol nya ditaruh dimeja.

Drrtt..Drrtt.."handphone Aisyah terus berbunyi terus, walaupun demikian Aisyah tidak mau mengangkat telpon nya sekali pun.

Kali ini Arya mengambil Handphone Aisyah dan mengangkat Telpon nya,"Syah,

kamu ini kenapa sih aku ngechat wa kamu gak dibales cuma di read doang. Di telpon beberapa kali baru diangkat sekarang,

kamu ini benar benar keterlaluan Syah. Rasanya aku ini ingin mencubit pipimu."kata Hasan pada Aisyah tapi tidak tahu bahwa yang mengangkat telpon nya adalah Arya.

"Syah, kamu kok diem aja sih.

Ngobrol dong, aku ingin dengar suara indah kamu."ucap Hasan terus menerus.

Arya melirik ke Aisyah yang sedang melirik ke arahnya juga.

Dan Arya tersenyum miring ke Aisyah,"hallo brother,

aku adalah pacarnya Aisyah.

Maaf yah aku yang ngangkat,

habisnya kamu ngeselin sih daritadi gak diangkat terus malah nelpon terus. Ganggu orang pacaran kau ini."kata Arya dengan nada santai lalu tersenyum kecil.

Aisyah menatap ke arah Arya,

dan Hasan yang kesel saat yang ngangkat telpon darinya itu adalah pacar Aisyah tanpa menyahut nya dia memutuskan sambungan telponnya. Arya pun tertawa kecil saat si penelpon itu percaya begitu saja dengan kebohongannya mengaku sebagai pacarnya Aisyah.

"Aku tidak suka kamu mengaku jadi pacar aku. Dan kamu berani sekali mengangkat telponan dari dia dan langsung ngambil handphone orang saja."kata Aisyah dengan kesal lalu meninggalkan Arya begitu saja.

Arya pun mengejar Aisyah lalu menarik tangan Aisyah ke belakang sampai berhadapan dengannya. Aisyah melepaskan tangannya dari cengkeraman Arya,"maaf, Aisyah tadi aku penasaran saja sama yang nelpon.Ketika aku tau kamu tidak suka dia menghubungi mu terus, aku pun mengaku jadi pacarmu supaya kamu tidak diganggu lagi olehnya."jelas Arya sambil memandangi punggung Aisyah yang membelakangi dirinya.

Aisyah pun tersenyum kecil,

karena ternyata Arya ini tau karena selama ini dia merasa terganggu oleh Hasan.Tapi Aisyah melengos pergi begitu saja.

"Ternyata dia tidak mudah untuk didekati."ucap Arya sambil memandangi punggung Aisyah yang kini semakin menjauh darinya.

****

Hasan mengepalkan tangannya dan sorot mata sangat terlihat marah sekali seketika mendengar Aisyah sudah punya pacar.

"Apa selama ini dia menghindari ku karena ini, mungkin inilah yang membuatnya selalu bersikap dingin."Hasan pun berteriak dengan penuh emosi sambil memukul mukul meja yang jadi sasaran untuk melampiaskan amarahnya yang tak terbendung lagi.

Arrggghhh."Teriak Hasan sambil menghadap kelangit.

"Ternyata ibu nya membohongi ku, dia bilang Aisyah belum memiliki pacar. Tapi nyatanya Aisyah tadi sibuk pacaran."ucapnya kesal karena mengingat ucapan Nina yang mengatakan Aisyah itu belum punya pacar.

***

Pulang dari kampus, Aisyah pun tak sengaja bertemu Hasan yang mau ke warung bi Marni,"itu kan Hasan, aku harus pura pura tidak melihatnya dan berjalannya harus cepat."monolog dalam hatinya Aisyah dan GR akan Hasan dekati padahal Hasan tidak akan mendekati nya atau pun mengejarnya.

"Apa karena Arya yang mengaku sebagai pacarku, sehingga mampu membuat dia tidak berani mendekati ku lagi ."Batin Aisyah seraya mengingat kejadian tadi lalu tersenyum kecil.

***

Aisyah pun sudah masuk ke kamarnya, dia pun merasa senang karena terbebas dari Hasan. Lalu dia mengambil buku diary nya.

-----------------------------------------------

Dear Diary

Hasan pun tak mendekati ku lagi ini berkat Arya.

Dan aku sangat berterima kasih pada Arya yang membuat ku terbebas dari Hasan yang berusaha mendekati ku terus.Ya meskipun Arya juga mendekati ku terus,

Tapi aku suka sekali didekatinya.

_AisyahM.Z_

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel