Bab 9 pulang dari rumah sakit
" Siapa anak ini pak?"
" Anak ini aku menemukannya di deket taman kota, aku ingin kamu mencari tahu informasi tentang keluarganya" Aku menjelaskan pada Aris tentang Alya.
" Baik pak, saya akan menghubungu orang kepercayaan saya untuk segera menyelidikinya"
" Baik, saya tunggu kabar secepetnya"
"Baik pak" Aris menggangukan kepala tanda mengerti.
" Apa masih ada yang lain lagi pak"
" Sudah, silahkan kamu kembali ke ruangan mu"
"Baik pak, kalau begitu saya permisi"
Aku hanya mengangukan kepala,Aris pun berjalan ke luar dari ruangan ku,sedangkan aku melanjutkan kembali pekerjaanku.
Waktu sudah menunjukan jam pulang kantor,Aku menutup laptop dan bersiap untuk pulang,hari ini aku sengaja pulang cepat karna hari ini Alya pulang dari rumah sakit.Aku pun sudah berjanji untuk menjemputnya.
Sesampainya di parkiran rumah sakit,aku segera masuk menuju ruang rawat Alya.
tok tok tok..
"Assalamualaikum"
Tak ada jawaban dari dalam,aku bergegas masuk, kosong, kemana mereka? apa sudah pulang? tapi mamah tidak memberitahuku?
Aku memeriksa barang Alya yang ada di nakas, Ada, terus mereka kemana?
Aku segera keluar lagi dari kamar rawat alya,berjalan nenyusuri koridor rumah sakit menuju tamanan rumah sakit.
Kini aku udah nyampe taman,clingak clinguk mencari keberadaan mamah dan Alya, tak lama aku melihat sosok yang aku kenal yaitu mamah,mereka sedang duduk di bangku taman dekat pohon.
Aku berjalan mengghampiri mereka.
"Mah"
Mamah langsung menengok sumber suara..
" Eh,kamu udah pulang Dim?"
" Udah mah,tadi Dimas ke kamar eh gada siapa-siapa,kirain Dimas udah balik"
" Gak mungkin lah,mamah balik gak bilang kamu dulu"
" Ia sih mah"
" Mamah ngajak Alya jalan- jalan ke luar kamar, kasian di kamar terus bosan "
Aku dan mamah duduk di kursi yang sama,kami memperhatikan Alya yang sedang bermain ayunan.
Aku melihat jam ternyata sudah sangat sore.
"Mah kita ajak Alya masuk ya,udah sore juga"
Mamah hanya mengganggukan kepalanya. kemudian ia menghampiri Alya,
"Sayang kita masuk sekarang ya,nih udah sore kan nanti kita mau pulang"
" Asiikkk...pulang" ia mengacungkan kedua tangan nya ke atas, ciri khas anak kecil kl lagi senang.
Kami berjalan melewati koridor rumah sakit,sampai akhirnya sampai di kamar rawat Alya.
" Mah, mamah sama Alya masuk duluan ya, aku mau mengurus administrasi nya dulu"
" Ya sudah kalau begitu,mamah mau sekalian beres- beres dulu kalau gitu" sahut bu Manda sambil masuk ke dalam.
"Ayo sayang,kita beres-beres dulu ya" menuntun Alya agar mengikutinya masuk.
Bu Manda dan Alya sudah selesai membereskan barang,kini mereka sedang duduk di sopa menunggu Dimas membayar administrasi.
Dimas kini kembali ke kamar rawat Alya,
"Assalamualaikum" Dimas masuk ke kamar rawat
"Walaikumsalam"
Bu Manda dan Alya menjawab salam berbarengan,Dimas berjalan mendekati mamahnya dan Alya yang sedang duduk di sopa.
"Apa sudah siap semuanya mah"
"Sudah Dim,tadi dokter juga sudah memeriksa Alya,dan kondisinya sudah sangat baik sekarang"
Bu Manda menjelaskan apa yang dokter katakan tadi.
"Alhamdulillah kl gitu mah,yaudh ayo kita pulang"
Di perjalan Dimas bu Manda dan Alya mampir di rumah makan terlebih dahulu karena sudah waktunya makan malam.
Mereka berhenti di salah satu restoran mewah di yang tidak jauh dari rumah sakit.
Setelah sampai di parkiran resto Dimas,bu Manda dan Alya turun dari mobil,sedangkan pak salim hanya menunggu di mobil,ia terbiasa makan malam setelah sampai rumah.
Di dalam resto Dimas memilih,tempat duduk yang paling ujung,salah satu pramusaji menghampiri mereka.
"Silahkan pak,mau pesan apa" ia menyerahkan buku menu.
"Mamah,Alya mau pesan apa?" tanya Dimas
" Mamah nasi goreng siput sama jus jeruk aja deh,kl Alya mau makan apa sayang" bu Manda memperlihatkan buku menu pada Alya.
" Alya gak tau oma,mau makan yang mana" Alya kebingungan memilih menu yang asing baginya.
" kalau samaan sama oma,gimana mau?"
"ia boleh oma"
" minumnya mau apa"
" Aku suka jus strawberi oma"
" ok" Bu Manda mengacungkan kedua jempolnya.
" Yaudah mbak,samain ja makanan nya,kalau minumnya saya teh hangat saja" Dimas menyerahkan kembali buku menu pada pramusaji tersebut.
"Baik pak"
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya makanan yang mereka pesan datang juga.mereka melangsungkan makan malam tanpa suara hanya dentingan sendok yang terdengar.
Setelah seleaai Dimas membayar semua makan yang mereka pesan,kemudian merekan kembali ke mobil untuk melanjutkan
perjalanan ke rumah utama sang mamah.
Membutuhkan waktu 45 menit untuk sampai kerumah,kini mereka sudah tiba di depan gerbang di perumahan mewah.
tin tin tin..
Meendengar suara klakson,seorang satpan segera berlari membukakan pintu gerbang.
Setelah mobil masuk,pintu gerbang di tutup kembali.
"Dimas turun dari mobil,Ia menggendong Alya .
Ia tidak tega untuk membangunkan Alya,sepertinya tidurnya sangat pulas,makanya ia memilih untuk menggendongnya.
Dimas membawa Alya ke kamar mamar,yang sudah di siap kan,kan tadi pagi Dimas sudah menyuruh Asisten rumah tangga mamah nya,untuk menyiapkan kamar,menyambut kedatangan Alya dari rumah sakit.
Dimas menidurkan Alya di kasur. bu Mandda mengikutinya dari belakang.
" Sepertinya dia tidur sangat nyenyak" ucap bu Manda mengelus lembut kepala Alya.
" Ia mah,ya sudah mamah juga istirahat,udah malem juga"
"Ya sudah kalau gitu mamah ke kamar dulu"
" Ia mah,Dimas juga mau ke kamar, mandi, trus istirahat"
Dimas dan bu manda keluar berbarengan dari kamar tamu yang sudah di sulap jadi kamar anak perempuan.
Bu Manda masuk ke kamarnya,Dimas pun sama masuk ke kamarnya,
Ia merebahkan diri di ranjang sebentar melepas lelah.
tring...
ponsel di saku di mas berbunyi, ia merogoh sakunya mengeluarkan ponsel dan melihat siapa yang mengirim chat padanya.
Dia tersenyum melihat siapa yang mengiriminya chat.Ternyata sang kekasih maria.
" hai sayang,lagi ngapain" tulisnya
" hai juga sayang, aku baru nyampe rumah sayang" balas ku
"Jaga kesehatan jangan terlalu keras bekerja"
"Ia sayang, o..iya gimana kabar kamu"
" Aku baik" jawabnya
" Sayang kapan kamu pulang ke indo,aku kagen sama kamu"
"Sabar ya,kerjaan ku di sini masih banyak"
"Mmmm... baik lah" Aku menarik napas panjang,selalu saja seperti ini.
huffff...
"Ya sudah,lain kali di sambung lagi ya, aku masih ada kerjaan bye..."
huffftttt....
Aku menyimpan ponsel di atas nakas, berjalan ke kamar mandi dengan rasa malas.
Punya pacar tapi kaya gak punya pacar, nasib nasib..
Di bawah guyuran air sower,merasakan tetes demi tetes air yang jatuh, sejenak melepas beban yang ada di tubuh ini.
