Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 8 Mencari tau

Ya Allah aku harus sembunyi dimana?

Aku berlari tanpa melihat jalan,yang ada di pikiranku hanya lari secepat-cepatnya,agar tidak tertangkap.

Brughgggh....

"Ahkkk..."

Sial aku tersandung dan jatuh,dan orang yang mengejar ku tadi sudah semakin dekat.

"Aw....Sakit sekali kaki ku,sepertinya terkilir"

Aku meringis memegagi kaki ku,dan sia-sia pengorbanan ku untuk melarikan diri gagal kali ini

" Ha..ha.. sekarang kamu tidak bisa kemana-mana lagi,menyusahkan saja..!" ucapnya sambil mendekat kearah ku.

Tanpa aba-aba di menggendongku ,berjalan ke arah salah satu mobil,tangannya satunya merogoh kantong celana dan mengeluarkan ponsel,mengghubungi seseorang.

" Cepat ke mobil, aku sudah menangkap wanita ini" tanpa menunggu jawaban dia langsung menutup panggilannya,dan memasukkan kembali ponselnya.

"Turukan aku..!" aku memukul punggung pria tersebut.

" Diam..! atau aku akan melemparkan mu" amcamnya.

*******

Di rumah sakit, Setelah selesai makan malam,Dimas dan Alya mereka saling bercanda.

"O..iya om, aku kapan boleh pulang? aku bosen disini om"

" Besok kita tanya dokter dulu ya"

"Ia om"

"Makanya alya banyakin istirahat,biar cepet sehat,biar cepat pulang"

"Siap om"

he...he...hee..

"Baik lah,sekarangkan Alya istirahat ya,kan udah malem juga,om juga mau istirahat dulu, ok " aku mengacungkan jempol ke atas,

Setelah beberpa saat,Akya sepertinya sudah terlelap, aku pun beranjak menuju sopa,membaringkan tubuh ku disana,

"Ahhhkkk,nikmat sekali rasanya bisa rebahan,setelah seharian berkutat dengan pekerjaan"

Tanpa menunggu lama Dimas pun tertidur.

Saat azan subuh berkumandang,Dimas terbangun,Ia segera ke kamar mandi rumah sakit untuk membersihkan diri,sebelum ia sudah membawa baju ganti.

Setelah selesai,Dimas segera melaksanakan solat subuh.Selesai solat,Dimas duduk di sopa memeriksa pekerjaan nya.

Tanpa terasa, di luar matahari sudah menunjukan sinarnya. Dimas menutup laptop nya,kemudian ia menghampiri Alya yang sudah terbangu.

"Alya udah bangu?"

"Udah om"

"Alya mau sarapan apa? sekalian om mau ke kantin"

" Aku mau bubur ayam om, boleh gak?

" Boleh dong"

"Yaudah, om keluar sebentarya, mau ke kantin sekalian beli bubur buat Alya, ok" Dimas mengacungkan jempolnya.

" Ok om" di balas acungan jempol oleh Alya.

Setelah Dimas pergi,tak lama pintu terbuka.

"Assalamualaikum" ucap bu Manda sembari memasuki ruangan.

"Walaikumsalam" jawab Alya.

" Cantiknya oma udah bangun" bu Manda mendekati Alya kemudian menyimpan buah-buahan yang ia bawa di meja.

"Udah oma" Alya mengambil tanggan bu Manda kemudian menciumnya.

Bu Manda celingat celinguk mencari ke beraadan anaknya yang tidak ada di situ,Alya yang mengetahui itu langsung bertanya.

"Oma cari om baik ya?"

" Ia nak, emang om baik pergi kemana? "

"Om baik lagi keluar beli sarapan oma"

" Owwh oma kira,kemana"

"Nih tadi oma mampir beli buah,Alya mau?"

"Nanti aja oma, tadi aku minta di beliin bubur ayam, nanti malah keburu kenyang lagi"

" Baiklah sayang" Bu Manda mencolek pipi Alya.

tok tok tok..

" Asalamualaikum" Ucap Dimas.

" Walaikumsalam" Serempak bu Manda dan Alya menjawab.

"Loh ko mamah udah ada di sini? dari tadi mah? " Ia berjalan mendekati mamahnya kemudian mencium tangannya.

" Ya lumayan lah,mungkin kau keluar mamah datang" sahutnya.

" Oowh.."

" Maaf ya mah ini beli buburnya cuma satu,abis aku gak tau kalau mamah udah ada di sini"

" Ia gak apa-apa, lagian sebelum ke sini mamah udah sarapan ko"

Dimas berjalan mendekati Alya, menyimpan bungkusan plastik yang ia bawa di meja, membukannya kemudia ia duduk di kursi samping Alya,bersiap untuk menyuapainya.

" Om suapin ya" Dimas pada Alya.

" Alya mau makan sendri om" Alya terlihat agak ragu saat mengatakan itu pada Dimas.

" Baik lah" Dimas memberikan bubur itu pada Alya.

" Makasih om" Alya menerima bubur itu,langsung memakannya dengan lahap,karna memang ia sngat suka dengan bubur ayam.

Dimas dan bu Manda tersenyum melihat Alya makan dengan lahap,itu artinya dia sudah membaik.setelah selesai sarapan mereka kemmbali bercengkrama.

Tak lama dokter yang bertugas datang untuk mengecek keadan Alya.

tok tok tok...

" Permisi" ucap dokter yang hendak masuk

" Ia dok, silahkan masuk" Dimas mempersilahkan dokter agar masuk.

Tak menunggu lama dokter tersebut masuk di ikuti satu orang perawat.kemudian memeriksa keadan Alya.

Setelah beberapa saat,akhirnya pemeriksaan selesai.

" Gimana dok, keadaan ponakan saya" tanya Dimas.

" Alhamdulillah, keadaannya sudah membaik,nanti sore sudah bisa pulang" ucap dokter tersebut.

" Alhamdulillah" ucap Dimas dan bu Manda berbarengan.

" Terimakasih dok"

" Ia pak,bu, kalau begitu saya permisi" ucap dokter pamit.

" Baik dok, silahkan"

Setelah kepergian dokter,Dimas pun pamit berangkat ke kantor.

" Mah,aku berangkat ke kantor dulu ya"

"Ia nak"

" sayang,om berangkat kerja dulu ya,kamu di temani oma dulu,nanti sore om jemput ya" Dimas mengelus lembut kepala Alya.

"Ia om"

Dimas berlalu keluar dari ruangan Alya,menuju parkiran disana seperti biasa supirnya sudah menunggu d sana.

"Pak, kita langsung ke kantor " titah Dimas

" Baik pak" Salim menganggukan kepala nya.

Setelah memastikan Dimas masuk mobil,ia berlari ke pintu samping kemudi,setelah masuk ia segera melajukan mobilnya menuju kantor.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit akhirnya Dimas sampai di kantor,Dimas masuk ke dalam bertemu dengan beberapa karyawannya, mereka menyapa Ketika berpapasan dengan Dimas.

Dimas hanya menjawab dengan senyuman, Ia naik ke atas menggunakan lift hkusus CEO. Setelah samapai di lantar atas Dimas keluar dari lift berjalan menuju ruangan nya.

Sesampainya di ruangan Dimas menghengpaskan bokongnya pada kursi kerja kejayaan nya.

setelah beberapa lama ia beristrhat, ia segera membuka laptop ya untuk melanjutkan pekerjaan yang tadi pagi belum selesai.

tok tok tok...

" permisi pak" ucap Rania sekertaris Dimas

" Ia,silahkan masuk"

" Ini ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani pak"

"Simpan saja di atas meja,nanti kl sudah selesai,saya panggil kamu kembali"

"Baik pak" Rania menyimpan berkas yang ia bawa di atas meja.

" kalau begitu, saya permisi pak"

Dimas hanya menganggukan kepalanya.

Setelah kepergian Rania,Dimas memeriksa berkas yang tadi Rania bawa. Setelah selesai ia kembali menanggil Rania lewat sambungan telpon.

"Halo pak"

"Cepat keruangan saya"

"Baik pak"

Tak berapa lama Rania mengtetuk pintu.

tok tok tok..

"Ia masuk"

Rania masuk menghampiri dimas.

"Ada apa ya pak"

" Berkasnya,sudah saya tanda tangani semua"

" Baik pak"

" O..iya, nanti tolong hubungin Aris suruh ke ruangku "

" Baik pak,apa ada yang lain lagi"

" Sudah"

" kalau sudah tidak ada yang lain, saya permisi pak"

Dimas hanya menganggukan kepalanya pada Rania.

Tak berapa lama,pintu ruangan kembali di ketuk,aku yakin kali ini Aris yang datang.

tok tok tok...

"Masuk"

"Permisi pak,apa bapak memanggil saya?" ucap Aris.

Aris adalah salah satu pegawai yang di percaya oleh Dimas.

" Ia,silahkan duduk dulu" jawab dimas dengan santai

Aris kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan Dimas.

"Ada apa ya pak,sepertinya ada masalh serius? Aris bertanya duluan pada Dimas.

" Ya, aku ingin kau mencari tau tentang seseorang" Dimas menunjukan sebuah foto yang ada di ponselnya..

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel