Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 10 Gagal

Selesai dengan ritual mandinya Dimas merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.

Tanpa harus menunggu lama Dimas sudah tertidur pulas.

___________

Di sebuah rumah megah tepatnya di salah satu kamar yang tak kalah megahnya,seorang wanita sedang menggedor-gedor pintu,ia berharap orang yang mendengarnya akan membukakan pintu.

Dor dor dor.....

" buka pintunya,tolong...!"

"Siapa pun yang ada di luar tolong saya..!"

"Tolong buka kan pintunya, saya mau keluar"

Kayla,lelah menggedor-gedor pintu tapi tak ada satu pun orang yang mendengarnya,ia terisak memeluk lututnya di belakang pintu.

Ya, waanita yang di kurung dalam kamar itu adalah Alya,setelah tertangkap anak buah si Harun itu kayla di bawa kerumah nya kenudian di kurung di kamar.

Karena lelah menagis dan teriak-teriak akhirnya Kayla tidur di belakang pintu.

Tok tok tok...

Suara pintu terdengar di ketuk seseorang,Kayla yang kaget terbangun dari tidurnya.

"Ya ampun jam berapa ini,ternyata semalam aku tertidur disini" Kayla berbicara sendiri.

tok tok tok..

pintu kembali di ketuk.

Kayla segera berdiri,menghadap pintu.

"Tolong siapa pun yang ada di luar,tolong saya" Kayla memohon

cckleekkk...

Pintu terbuka sedikit,memperlihatkan wanita paruh baya yang membawa nampan makanan.

"Maaf nona,saya hanya di suruh tuan untuk mengantarkan sarapan" Wanita itu menyodorkan nampan tersebut pada Kayla.

"Tolong bu,tolong keluarkan saya dari sini" Kayla memohon.

"Sekali lagi maaf nona,,saya tidak berani dan tugas saya hanya mengantarkan makanan ini,mohon di terima nona" Ia memohon agar Kayla menerima nampan tersebut.

Dengan berat hati Kayla menerima nampan tersebut,karena ia tidak mau wanita yang ada di hapannya terkena masalah karena dirinya.

Dan dia pun sudah merasa sangat lapar karena tadi malam ia melewatkan makan malamnya gara-gara kejadian ini.

Kayla mendudukan bokongnya di sopa yang ada di kamar tersebut.

"Sepertinya memang aku harus makan,perut ku juga sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi,nanti aku pikirkan kembali bagaimana caranya bisa keluar dari sini" Ia menarik napas panjang dan membuangnya dengan kasar.

Kayla menyantap makanan nya dengan sangat lahap mungkin karena ia sudah sangat kelapan,kalau saat ini ada yang melihatnya makan,mereka mungkin akan langsung ilfiel melihat cara makan Kayla.

Untung saja di kamar ini hanya dirinya seorang.

Setelah selesai sarapan,Kayla masih termenung di sopa,tiba-tiba ia ingat sesuatu.

"Handphone,di mana handphone ku"

Ia mencari cari keberadaan tasnya yang tadi maln ia bawa.

"Ah... sial...! sepertinya tas ku tertingal di sana"

" Aku harus apa sekarang?" Ia terus saja bermonolog sendiri.

Di lantai bawah rumah megah ini,husen sedang bersantai di ruang tenggah di temani kopi dan ke dua istri nya.

" Bagaimana apa di sudah bagun dan mau sarapan?" tanya pada wanita paruh baya.

"Ia tuan,dia sudah bangun dan saya sudah membujuknya agar mau sarapan tuan" ia berbicara sambil tertunduk,ia tak berani menatap majikan nya tersebut.

"Bagus"

" Kalau begiti saya permisi tuan"

"Hmmmm"

Wanita tersebut meninggalkan tuan dan nyonya-nyonya.

Setelah wanita tersebut pergi istri-istri Husen mencecarnya denfan pertanyaan.

"siapa lagi yang kamu bawa pah" tanya istri pertama nya.

"Ia pah,apa kamu membawa perempuan lagi" timpal istri keduanya.

" Aku membawakan kalian adik madu" ucapnya santai

"APA..!" kedua wanita itu membulat sempurna.

"Jangan gila kamu pah..! apa kami berdua masih kurang buat mu" teriak istri pertamanya,istri yang satunya hanya menggangguk.an kepala tanda setuju.

"Dia lebih muda dari kalian,dan satu lagi jangan pernah kalian macam-macam padanya,kalau kalian masih ingin menjadi nyonya di rumah ini..!" Husen mengeluarkan ultimatumnya,tanpa menunggu jawaban dari kedua istrinya ia pergi meninggalkan mereka,berjalan ke atas menuju kamar yang di tempati Kayla.

Kleekkkk...

Suara orang membuka kunci,sedetik kemudian pintu terbuka dan memperlihatkan siapa orang yang membukanya.

Melihat siapa yang datang Kayla berdiri dan menjauh dari sopa.

Husen berjalan masuk mendekati Kayla,ia terus berjalan hingga Kayla terpentok tembok tidak bisa melarikan diri lagi.

"Apa mau mu?" Kayla memberanikan bertanya

"Kamu tau mau ku sayang" ia menyentuh pipi mulus Kayla.

" Jangan berani-berani kau menyentuhku..!" Kayla mengibaskan tangan pria tersebut.

"Aku berhak atas diri mu sayang, apa kamu lupa mantan suami mu telah menjualmu pada ku" Ia semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Kayla.

brughhh...

Tanpa di duga Kayla menendang tepat di pusaka pria di hadapannya.

"aww...akhhh.." pria itu meringis dan ambruk di lantai dengan tanggan memegangi pusakanya.

Mendapat kesemptan seperti itu Kayla langsung berlari ke arah pintu,ia mencoba membuka pintu tapi sayangnya ternyata pintunya terkunci.

"Akkhhh...kenapa tidak bisa di buka" Kayla tampak panik karena pintunya tak kunjung terbuka.

Ia melihat kebelang,pria tersebut masih meringis kesakitan.

"Ayo lah bekerja sama dengan ku pintu,kenapa kau susah sekali" Kayla tampak semakin gusar saja.

Ia berlari ke meja,mata nya menyusuri ruangan terutama tempat lelaki tadi berdiri.tapi ia tak menemukan yang ia cari.

" Kau mencari ini?" Ia menyeringai sambil mengacungkan kunci kamar pada Kayla.

Kayla menggeleng pelan,ia tak menyangka kalau pria yang d hadapannya ternyata sangat licik.

Kamu tidak akan semudah itu kabur dari sini,ia berjalan mendejati Kayla yang masih mematung di depan pintu.

Pria itu mendekat,membisikab sesuatu di telinga Kayla,sebelum ia kembali keluar.

"Aku akan pastikan kamu akan berlutut di hadapan ku merengek agar aku menyentuhmu" dengan senyum menyeringai,bagi Kayla senyuman itu sangat menyeramkan.

Kayla tersadar dari lamunan nya,setelah terdengar suara pintu tertutup dan di kunci kembali.

Kayla berjalan gontai menuju sopa,ia membanting tubuhnya di sana.

"Sepertinya aju harus memikirkan cara lain agar aku bisa kabur dari sini"

Di salah satu kamar di rumah mewah itu,terlihat kedua wanita sedang mendiskusikan sesuatu.

"Aku tidak akan membiarkan suami kita menikah lagi" ucap salah satu wanita tersebut,yang satu hanya mengganggukan kepalanya.

"Bagaimana kalau kita buat wanita itu tidak betah di sini,dengan begitu dia pasti akan pergi dari rumah ini" ucap wanita ke dua,menyampaikan idenya.

" Ide mu bagus juga" mereka tersenyum bersamaan.

" Tapi kita hanya menjalan rencana kita saat mas Husen tidak di rumah,kalau sampe dia tau pasti kita yang akan dia tendang dari sini"

"Ya kamu benar,kita akan cari waktu yang pas untuk nengerjai wanita itu"

Adik madunya hanya mengangukan kepala.lalu berpamitan untuk pergi ke kamarnya.

Kembali ke kamar Kayla, wanita itu sedang senyum-senyum sendiri,setelah mendapat ide agar ia bisa kabur dari sini.

"Aku akan main cantik" ucapnya penuh semangat.

" tak apa kali ini gagal tapi tidak untuk yang ke dua kalinya" senyum terus mengembang di bibirnya mengingat rencana yang sudah ia susun dengan baik.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel