Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 11 Keliling mall

"Tak apa kali ini gagal tapi tidak untuk yang ke dua kalinya" senyum terus mengembang di bibirnya mengingat rencana yang sudah ia susun dengan baik.

Hari semakin siang,sudah waktunya jam makan siang,Kayla masih setia duduk di sopa dengan santai dan merancang berbagai rencana cantik.

Sedangkan di lantai bawah rumah ini tepatnya di dapur, ke dua istri Harun sedang menikmati santap siangnya. saat melihat asisten rumah tangganya, akan membawakan makanan untuk Kayla,mereka saling lirik.

" Bu mau ngantar makanan buat perempuan di kamar atas ya?" ucapnya di lembut-lembutkan.

"I..ia nyonya" jawabnya ragu-ragu.

"Saya bisa minta tolong buatkan minuman dingin dulu g bu?"

"Baik nyonya" Ia menyimpan kembali makan itu di atas meja,kemudian pergi ke belakang untuk mengambil pesanan majikan nya.

"Ini saatnya,kita kerjain dia" Ia tersenyum sinis.

Sedanfkan adik madunya,mengeluarkan sesuatu dan memasukannya ke dalam mangkup sup.

" Ayo cepat,nanti ketahuan"

"Ia sabar, ini juga udah ko" Ia memasukan kembali ke dalam saku celanya.

tak berselang lama,asisten rumah tangga nya itu datang membawa minuman dingin pesanan sang majikan.

"Ini nyonya minuman nya" Ia menyimpan gelas berisi minuman dingin itu di meja.

"Ok, terimakasih" ucapnya

"Kalau begitu saya permisi ke atas dulu nyonya" Ia mengambil nampang yang sempat ia tunda tadi.

"Hemmmm"

Setelah kepergian asisten rumah tangganya tersebut,mereka tertawa bersama.

Tok tok tok...

Suara pintu di ketuk seseorang,Kayla langsung berdiri,berjalan mendekati pintu.

Siapa yang datang? jangan-jangan si tua mesum itu,kalau benar dia aku harus menjalankan rencana pertamaku.Kayla berbicara dalam hati.

ceklek..

Suara seseorang membuka kunci,kemudian pintu terbuka.Tampak seorang wanita membawa nampan makanan.

Huuuftt ... rupanya pelayan,masih aman,padahal jantung ini udah jedang jedug takut si tua mesum,ucap Kayla dalam lamunannya.

"Maaf nona ini makan siang nya"

Suara pelayan tersebut,menyadarkan Kayla dari lamunannya,kali ini Kayla tidak menolak seperti tadi pagi,Ia menerima nampan tersebut lalu berjalan ke sopa mendudukan badannya lalu menyimpan makanan di atas meja,tanpa sepatah kata apapun.

Pelayan tersebut sempat kebingungan kenapa Kayla diam saja,tapi kemudian dia tersadar dari lamunan nya,dan segera menutup kembali pintu kamar tersebut dan menguncinya.

Tanpa curiga Kayla makan dengan lahap,beberapa saat kemudian ia sudah menghabiskan makanan tersebut.

" Aduh...! kenapa perutku jadi sakit kaya gini ya?"

Kayla berlari ke kamar mandi,setelah beberapa saat ia keluar,masuk,keluar masuk kamar mandi.

Kayla berjalan gontai menuju sopa,badannya sungguh lemas,ia merebahkan diri di sopa.

"Sepertinya mereka mengerjaiku,tapi siapa? apa pelayan tadi atau jangan-jangan ke dua istri pria tua mesum itu?"

"Lihat saja nanti aku balas kalian,se enak nya saja kalian ngerjain aku kaya gini,seharusnya yang kalian kerjain si tua mesun itu bukan aku,karena dia aku di kurung disini" Kayla terus saja ngomong sendiri.

Kayla pun tertidur karena kelelahan trus bolak balik kamar mandi.

_________

Di kediaman Dimas,bu Manda baru saja selesai makan siang bersama Alya.

"Sayang nanti kamu siap-siap ya habis ini kita jalan-jalan sekalian cari baju buat kamu" ucap bu Manda.

"Ia oma,tapi kan oma kemaren udah di beliin baju sama om baik?"

"Kita beli lagi yang banyak..ok...!" bu Manda mengacungkan jempolnya pada Alya.

"Tapi oma.." Alya menjeda ucapannya dia merasa tidak enak pada bu Manda.

"Udah gak apa-apa,oma iklas ko na sayang" bu Manda mengerti Alya pasti tidak enak padanya.

Mereka berdua akhirnya pergi ke kamar mereka masing-masing.

Beberapa hari yang lalu anak ku Dimas membawa seorang anak kecil ke rumah,tadinya aku kira dia bawa anak orang,tapi setelah mendengar penjelasan Dimas,aku pun merasa kasihan pada anak itu,Di usianya yang masih 6 tahun dia harus menjalani kerasnya hidup.

Siapa yang tidak iba mendengar anak kecil di perlakukan buruk oleh ayah nya, bahkan hendak di jual.emangnya barang se enaknya di jual ia kan..!

Aku dengan senang hati menerima kedatangan anak itu,karena sebenarnya aku juga sudah ingin punya cucu,tapi dimas belum mau menikah karena ke kasihnya masih berada di luar.

Beberpa hari Alya di sini,aku menganggap nya sebagai cucu ku sendiri,semenjak ada dia di rumah aku juga tidak ke sepian lagi.

Dan hari ini aku berencana mengajaknya jalan-jalan dan mencarikannya pakaian,walaupun saat datang ke sini Dimas sudah membelikannya beberapa baju,tapi aku ingin tau rasanya gimana jalan dan berbelanja bersama cucu.bu Manda senyum senyum sendiri di kamarnya mengingat itu semua.

Semoga saja Dimas juga cepet menikah.

Huffft...

Tapi anak itu tidak bisa di paksa.

Setelah beberapa saat bu Manda memutuskan untuk segera membersihkan diri dan bersiap.

Di kamar Alya sedang bersiap di bantu bi Inah.

" Selesai,sudah cantik sekarang" bi Inah membuka tangannya lebar-lebar sambil membungkuk seperti para pelayan pada putri di film-film.

" Makasih" Alya dengan senyum manisnya.

" yaudah kalau gitu bibi mau balik lagi ke belakang ya,neng Alya tunggu nyonya di sini aja, ok..!" Ia mengacungkan jempolnya pada Alya.

" Ok..." Alya membalas mengacungkan jempolnya.

Tak berapa lama bu Manda pun menghampiri Alya di kamarnya.

"Ginama sayang,apa kamu sudah siap?"

"Ia oma, aku sudah siap"

"Ok lest go"

Mereka berdua keluar dari kamar,berjalan ke luar rumah,di sana pak salim sudah menunggu nya,karena tadi bu Manda sudah mengabari Dimas bahwa dia akan keluar bersama Alya,pak Salim pun di suruh menemani mereka berdua.

Siang ini perjalanan cukup ramai lancar,karena bukan jam pulang kantor jadi tak perlu memakan waktu lama untuk sampai salah satu mall di jakarta.

Setelah menempuh waktu 30 menit,akhirnya mereka tiba di parkiran mall.Alya dan bu Manda turun,sedangkan pak Salim memarkirkan mobilnya.

Bu Manda dan Alya berjalan memasuki mall tersebut.

Bu Manda mengajak Alya berkeliling mall,mengajaknya ke toko pakalian anak perempuan.

"Selamat datang di toko kami" sapa salah satu karyawan toko.

Bu Manda hanya menganggukan kepala,sambil tersenyum.

"Sayang kamu boleh pilih baju mana saja yang suka" ia menunjuk baju-baju yang ada di sana.

Mereka berdua asik memilih baju-baju untuk Alya.Setelah mendapatkan banyak baju dan bu Manda sudah berasa puas mengelilingi toko baju ini,ia dan Alya menuju kasir untuk membayar belanjaan nya.

Setelah keluar dari baju,bu Manda menajak Alya ke toko asesoris anak perempuan,banyak macam asesoris lucu, bu Manda pun kalap melihat barang lucu dan membelinya.

Puas berkeliling dan belanja,bu Manda mengajak Alya ke lantai atas mall dimana ada tempat bermain anak-anak.

Wajah Alya berbinar ketika memasuki area permainan.

" Oma aku boleh main itu gak" menunjuk salah satu game zone.

"Boleh dong sayang,kamu boleh maen apa saja yang kamu mau,tapi oma tunggu di situ ya,omah cape" Ia menunjuk kursi,yang bisa di gunakan para orang tua saat menunggu anak-anak mereka bermain.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel