Episode 2
Alea sudah di rias dan sudah mengenakan baju kebaya putih dengan riasan yang elegant,dan Raka juga sudah mengenakan baju kemeja putih dan jaz hitam,penghulu sudah hadir,pernikahan di laksanakan di rumah sakit dengan wakil nikah pak Risky ayah dari Alea sendiri dan juga para saksi seperti orang tua Raka,dan 2 dokter juga 2 perawat yang pastinya sudah mereka bayar agar tidak bocor keluar mengenai hal ini.
"Saudara Raka Arya Wijaya binti Hengki Wijaya,saya nikahkan engkau dengan putri saya Alea Putri Renaldi dengan mas kawin 10gram emas dan seperangkat alat sholat di bayar tunai.." Ucap pak Risky.
"Saya terima nikahnya Alea Putri Renaldi binti Risky Renaldi dengan mas kawin tersebut tunai.." Ucap Raka lantang.
"Gimana para saksi sah.." Tanya pak penghulu.
"Sah.." Ucap semua orang yang ada di ruangan rawat bu Ayu.
"Alhamdulillah.." Ucap semua mengucap hamdalah lalu melafadzkan doa bersama.
Alea mencium tangan Raka setelah keduanya bertukar cincin,Raka pun mencium kening Alea,sejenak mereka saling menatap satu sama lain,ada rasa deg degan di hati keduanya,apalagi Alea,karena baru kali ini dia menatap dekat seorang laki laki selain ayahnya.
Saat Alea dan Raka menciumi tangan orang tuany,tiba tiba bu Ayu mengalami sesak pada nafasnya dia terlihat kesusahan bernafas.
"Ma,,mama kenapa ma.." Ucap Alea histeris melihat mamanya seperti itu.
"Ayu sayang,,kamu kenapa.." Ucap pak Risky,dia memeluk tubuh istrinya.
"Pa,,maafin mama.." Ucap bu Ayu terbata bata.
"Papa selalu maafin mama,,mama nggak punya salah apapun kepada papa.." Ucap pak Risky.
"Alea sayang,,berjanjilah kepada mama,,jadilah istri yang baik buat Raka,,apapun yang terjadi kalian jangan pernah terpisah.." Ucap bu Ayu kepada Alea,Alea hanya mengangguk denga air mata yang terus mengalir di pipinya.
"Pa,,mama titip Alea kepada papa,,walaupun dia sudah menjadi seorang istri,,tapi dia masih sangat kecil,,perhatikanlah anak kita pa.." Ucap bu Ayu kepada pak Risky.
"Hengki,,Riri,,aku titip anakku kepada kalian,,sayangi Alea seperti kalian menyayangi Raka,,aku mohon.." Ucap bu Ayu kepada besannya.
"Dan nak Raka,,jaga dan sayangi Alea ya nak,,jaga dia dan jangan sakiti dia,,dia tipe orang yang pendiam apapun akan dia pendam selagi dia masih bisa memendamnya,,mama percayakan Alea kepada kamu nak.." Ucap bu Ayu kepada Raka.
Dia menyampaikan pesannya dengan terbata bata,nafasnya semakin sesak,nadinya semakin lemah,dia sudah tidak kuat lagi.Hingga akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya di saat dokter menanganinya dan dia meninggal di pangkuan suaminya.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun.." Ucap dokter saat memeriksa denyut nadinya.
"Nggak mungkin,,nggak mungkin ma,,mama,,mama bangun ma.." Tangis Alea sangat histeris dia terus mengguncang tubuh mamanya yang sudah tak berdaya.
"Mamaaaaa..." Teriak Alea,dia bener bener tidak menyangka jika mamanya akan pergi secepat ini,bahkan setelah Alea beberapa menit mengabulkan permintaan terakhirnya.
"Sudah,,sudah.." Ucap Raka,dia berusaha menenangkan Alea yang kini sudah menhadi istri dan tanggung jawabnya,karena Alea terus berontak,akhirnya Raka memeluk tubuh Alea dia menyalurkan kenyamanan kepada Alea.Dia juga sangat kasihan melihat keadaan Alea yang bener bener hancur karena kepergian mamanya.
Terlebih lagi pak Risky yang juga menangis histeris karena di tinggal istri tercintanya,dia nggak menyangka jika istrinya akan pergi meninggalkannya seperti ini.
*****
Acara pemakamanpun selesai,kini tinggal Alea dan papanya serta mertua dan suaminya yang ada di pemakaman karena semua sudah pergi.
Alea hanya diam tanpa banyak bicara sedari tadi dia diam dalam pelukan papanya,dia nggak pernah melepaskan pelukan papanya kecuali saat papanya mengangkat jenazah mamanya,dan memasukkannya ke dalam liang lahat.
"Pulang yuk.." Ucap Raka kepada Alea dia menyentuh pundak Alea.
"Iya ky,,kita pulang,,hari sudah sore.." Ucap pak Hengki kepada pak Risky.
Akhirnya mereka pulang meninggalkan pemakaman,Alea terus memeluk tubuh papanya seakan dia tidak ingin melepaskannya dan dia seakan takut kehilangan papanya lagi,setelah kehilangan mamanya.
"Papa janji kepada Alea ya,,jangan tinggalin Lea,,Lea nggak punya siapa siapa lagi selain papa.." Ucap Alea kepada papanya saat mereka tiba di rumah.
"Papa tidak akan meninggalkanmu sayang.." Ucap pak Risky juga memeluk tubuh anaknya.
"Sekarang kamu sudah jadi istri orang,,dia lebih berhak atas kamu.." Lanjut pak Risky sambil mencium kepala anaknya.
"Tapi Alea nggak mau pisah sama papa.." Ucap Alea lagi.
"Sayang,,kamu ingat pesan mama kan.." Ucap pak Risky.
"Iya Alea ingat.." Ucap Alea.
"Pak,,makan malam.sudah siap.." Ucap bi mumun ART di rumah pak Risky.
Setelah acara tahlilan selesai dan semua para tamu undangan pulang,kini tinggal Alea dan papanya serta besan dan menantunya di rumah itu,mereka menikmati makan malam bersama.
*****
"Alea.." Ucap Raka saat mereka berada di dalam kamar Alea.
"Ya ada apa.." Jawab Alea.
"Aku tidur dimana.." Tanya Raka.
"Di kasur aja,,ini cukup besar untuk kita Raka,,kamu di pojok sana,,aku di sini.." Ucap Alea,dia tidak ingin memikirkan apapun saat ini,otak bener bener mumet.
"Tapi.." Ucap Raka.
"Ya sudah kamu tidur di sofa,,kalau nggak di lantai aja kalau nggak mau.." Ucap Alea,lalu dia naik ke atas tempat tidur setelah membersihkan dirinya dan memgganti pakaiannya dengan pakaian tidurnya.
"Kamu tidur seperti itu.." Ucap Raka yang baru menyadari jika Alea menggunakan baju tidur lengan pendek berbahan satin.
"Memangnya kenapa,,baju tidurku begini semua nggak ada yang panjang,,kamu nggak tergoda kan.." Ucal Alea,dia juga merasa takut dengan tatapan dari Raka terhadap dirinya.
"Enggak.." Ucap Raka,lalu dia merebahkan dirinya di atas kasur dan membelakangi Alea,di tengah tengah kasur,mereka taruh guling pembatas.
Raka tidur hanya dengan menggunakan celana boxer dan kaos oblong saja,karena dia juga tidak membawa persiapan baju ganti saat ke bandung.
*****
Pagi hari kicauan burung serta sinar matahari yang menembus korden kamar Alea,membangunkannya dari tidur nyenyaknya,Alea merasakan tubuhnya di tindi sesuatu,hingga membuatnya susah bergerak.
"Aaaaaa.." Teriak Alea,saat dia membuka matanya lalu dia langsung duduk.
"Ada apa.." Tanya Raka yang juga ikut bangun karena kaget mendengar teriakan dari Alea.
"Kamu mesum banget,,ngapain kamu peluk peluk aku.." Ucap Alea menatap tajam Alea.
"Mana aku tau,,aku kan tidur.." Ucap Raka,dia juga tidak sadar jika dia memeluk Alea.
"Alasan aja,,dasar otak mesum.." Ucap Alea,lalu dia bangkin dan langsung menuju kamar mandi.
"Awas aja jika dia berani macem macem sama aku,,aku sleding kepalanya nanti.." Ucap Alea,saat dia di dalam kamar mandi,dia menatap dirinya di cermin takut ada hal hal aneh di tubuhnya.
Raka menatap pintu kamar mandi yang ada di hadapannya,dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal,dia juga nggak tau apa yang terjadi semalam.Saat dia masih melamun,tiba tiba ponselnya berdering dan tertera nama Karin di sana.
"Ya halo Karin.." Ucap Raka saat dia mengangkat telfonnya.
"Raka,,kok kamu jam segini belum jemput aku.." Ucap Karin di sebrang sana,karena jam sudah menunnukkan pukul 7 kurang.
"Aku nggak masuk sekolah hari ini Karin,,maaf aku lupa mengabarimu,,karena aku sedang di bandung saudara bunda meninggal.." Ucap Raka.
Karin adalah kekasih Raka,mereka sudah berpacaran selama 2 tahun.
"Oh,,pantesan kamu nggak balas chat dari aku,,ternyata kamu lagi berduka,,ya udah nggak apa apa deh,,aku di anter sopir aja,,kamu jangan lupa makan ya sayang di sana,,bilang sama bunda aku turut berduka cita.." Ucap Karin.
"Iya.." Jawab Raka lalu mematikan telefonnya.
"Maafin aku Karin,,aku nggak bisa jujur sekarang sama kamu,,aku nggak tau saat ini siapa yang sedang berduka kamu apa bunda,,di satu sisi di sini istriku berduka karena baru saja di tinggal mamanya,,di sisi lain,,kamu juga berduka jika kamu mengetahui pernikahanku dengannya.." Batin Raka,dia melamun menatap ke arah jendela yang tadi sempat Alea buka sebelum masuk ke kamar mandi.
"Kamu nggak mandi.." Ucap Alea tiba tiba mengagetkan Raka,dia sudah duduk di depan meja rias dengan pakaian lengkapnya dan rambut yang basah sedang dia keringkan.
"Iya,,mana handuknya.." Ucap Raka,dia turun dari tempat tidur.
Aleapun melangkah ke arah lemari untuk mengambil handuk dan memberikannya kepada Raka.
Raka mengambil handuk dari Alea,dan melangkah masuk ke kamar mandi,dia langsung mengguyur tubuhnya dengan air dingin.
"Astaga,,aku lupa membawa salinan,,nggak mungkin aku minta kepada Alea.." Ucap Raka,dia membayangkan jika Alea mengambilkan pakaian gantinya dia akan melihat celana dalamnya.
Raka bingung,dia mondar mandir di dalam kamar mandi,apalagi dia hanya membawa pakaian ganti 1 aja di dalam tasnya,setelah lama dia mondar mandir di dalam kamar mandi,akhirnya dia memberanikan diri mengintip keluar memastikan jika Alea sudah tidak ada di kamar,setelah di rasa aman Raka keluar dari kamar mandi.
Saat Raka memakai pakaian dalamnya,Alea tiba tiba masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu kamar terlebih dahulu.
"Aaaaa.." Teriak Alea.
Raka yang kaget dengan teriakan Alea,dia menoleh ke belakang dan tanpa sengaja handuknya terlepas dari pinggangnya dan menyisakan tubuh Raka yang hanya memakai celana dalam saja.
"Aaaa..." Teriak Alea lagi,dia menutup matanya,Raka langsung menghampiri Alea dan menutup mulutnya dengan tangannya.
"Jangan teriak teriak,,nanti orang di luar denger di kira kita ngapain aja.." Ucap Raka kepada Alea.
"Kamu ngapain begitu pakai baju sana,,lagian kenapa nggak pakai baju di kamar mandi,,kamu memang sengaja sepertinya menodai mataku saja.." Omel Alea.
"Ya,,lagian kamu kenapa masuk kamar nggak ngetuk pintu dulu.." Ucap Raka juga menyalahkan Alea.
"Eh kamu lupa ini kamarku.." Ucap Alea,dia membuka matanya dan menatap Raka.
"Sudah,,kamu balik badan sana,,aku mau pakai baju dulu.." Ucap Raka,Alea pun balik badan menghadap pintu,lalu Raka berjalan ke arah kasur dan memakai pakaiannya dengan buru buru.
