Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Kemarahan Masa Lalu

"Bidadari Merah, makhluk itu sudah menyerap seluruh elemen alam semesta ini di samping itu juga dia menjadi lebih berbahaya karena membawa kemarahan dari masa lalu, untuk itu kebangkitannya sekarang akan sangat berbahaya," Jawab Dewa Keabadian dengan muka khawatir.

 

"Walaupun begitu aku yakin pasti ada cara untuk mengalahkannya?" Tanya Alena sembari menatap Dewa yang ada di depannya.

 

"Walaupun begitu ada satu rahasia yang terlupakan oleh Iblis Kematian, dia sudah menyerap unsur alam raya ini namun dia melupakan satu unsur untuk di serap yakni unsur besi, iblis itu akan mampu di hancurkan dengan memakai besi ladam kuda," Jawab Dewa Keabadian dengan mimik muka serius.

 

"Baiklah aku akan mencari ladam kuda untuk mengalahkannya, namun yang menjadi masalah untuk mencari keberadaan Iblis Kematian akan sangat sulit, apakah kamu mempunyai petunjuk untuk mencarinya?" Tanya Alena kembali.

 

"Ini merupakan satu hal yang sulit sebab mencari iblis ini hampir sama dengab mencari jarum di tumpukan jerami, namun ada satu cara untuk menariknya datang," Jawab Dewa Keabadian lagi.

 

"Bagaimana cara menariknya untuk datang?" Buru Alena kepada Dewa Keabadian.

 

"Hanya ada dua cara untuk mengundangnya datang, yang pertama dengan mengumpan orang yang menjadi incarannya dan yang kedua jika kamu tahu di mana kemunculannya pertama kali kamu bisa membakar ayam hitam yang berdarah hitam di sana, ini akan menggoda Iblis Kematian untuk datang," Jelas Dewa Keabadian.

 

"Terima kasih Dewa Keabadian, aku akan mencoba mengundang Iblis Kematian untuk datang," Jawab Alena.

 

"Baiklah, aku akan kembali namun ada pesanku untuk kamu, hati-hati dalam melaksanakan tugasmu sebab bisa jadi musuh yang membawa pedang kuasa dewa merupakan orang yang sangat kamu kenal," Jawab Dewa Keabadian kemudian tubuh dewa itu menjadi samar dan menghilang dari pandangan mata.

 

Alena menarik napas panjang mendengar perkataan terakhir dari Dewa Keabadian.

 

Dia bertanya-tanya siapa yang di maksud oleh Dewa Keabadian orang yang merupakan sangat dia kenal.

 

Sedang merenung Alena tiba-tiba pintu kamar di ketuk dari luar.

 

"Masuk...!" Jawab Alena tanpa beranjak dari tempatnya berada.

 

Amor masuk kedalam kamarnya, dia melihat di dalam kamar lilin merah yang masih menyala, dia tahu kalau Alena baru saja menyelesaikan sebuah ritual.

 

"Apakah kamu mendapatkan sesuatu?" Tanya Amor kepada Alena.

 

"Iya, ada beberapa yang aku perlu pertolongan kalian buat menyelesaikan masalah ini," Jawab Alena sambil tersenyum.

 

******

Malam hari yang dingin Alena di temani oleh Riki, Amor dan Kapten Polisi Japar sibuk mengatur sesuatu di tempat proyek konstruksi yang menjadi tempat kebangkitan dari Iblis Kematian.

 

Di sekeliling tempat itu juga di jaga oleh berapa anggota polisi yang memegang senjata lengkap.

 

"Alena, kami berharap kepada kamu supaya masalah ini bisa di selesaikan," Japar berkata kepada Alena yang berdiri menatap langit.

 

"Aku akan berusaha semampuku, namun satu hal yang aku minta tolong apapun yang kalian lihat jangan perintahkan pasukan polisi untuk melakukan tindakan," jawab Alena kepada Japar yang berada di sampingnya.

 

"Baiklah aku akan mengatakan kepada Anggota yang ada di sini," Japar berkata sembari memanggil pasukan polisi yang ada di sana.

 

Saat bulan purnama sudah berada di atas kepala mereka dengan cepat alena membakar ayam berdarah hitam yang ada di depannya.

 

Sekitar lima belas menit aroma ayam bakar memenuhi tempat itu, aroma itu menggugah selera semua orang.

 

Ketika ayam berdarah  hitam yang di bakar Alena hampir matang tiba-tiba angin deras melanda tempat itu membuat berapa benda yang ada di sana beterbangan.

 

Walaupun begitu Alena tak beranjak dari tempatnya, dia sangat yakin kalau itu pertanda kehadiran dari Iblis Kematian.

 

Benar saja tak sampai lima menit di sertai angin yang lebih kencang lagi muncul entah dari mana di hadapan Alena satu sosok tubuh tinggi besar mengenakan pakaian langsung.

 

"Siapa yang berani mengusik keberadaanku?!" hardik sosok yang baru hadir itu dengan suara berat.

 

"Iblis Kematian, aku sengaja mengundang kamu untuk mengingatkan kamu supaya menghentikan perbuatan yang kamu lakukan dalam membunuh manusia," jawab Alena sengit.

 

"Hahaha.... siapa kamu yang berani mengatur iblis kematian, kau tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan diriku," jawab Iblis Kematian sombong.

 

"Kau terlalu sombong, apakah kau tidak mengenal ujar-ujar diatas langit masih ada langit, sebaiknya kau hentikan semua perbuatan yang kamu lakukan supaya tidak menyesal nantinya," jawab Alena sambil menghardik sosok di depannya.

 

"Dasar calon mayat, kau berani menghardikku maka kau pantas menerima kematian malam ini!" bentak Iblis Kematian sambil mengibaskan tangannya.

 

Alenan melihat kibasan tangan Iblis Kematian seperti menghasilkan sosok tangan yang tidak terlihat.

 

Dengan cepat dia menggerakakan tangannya yang melesatkan sinar warna merah.

 

Bommm!

 

Ledakan terjadi mengguncang tempat itu yang membuat Alena termundur berapa langkah.

 

Sementara di depannya Iblis Kematian seperti tidak merasakan apa-apa mulutnya mengeluarkan suara tawa yang mengguncang tempat itu.

 

"Hahaha... ternyata kau makhluk kayangan pantas saja berani menentangku, namun kekuatan kamu tidak ada apa-apanya, setelah aku mengumpulkan kekuatanku aku akan mengobrak abrik kayangan dan memenggal kepala Dewa Keabadian yang sudah mengurungku!" gembor marah keluar dari mulut Iblis Kematian.

 

Kalau tadi dia menghantamkan satu tangannya namun kali ini dengan cepat kedua tangannya di hantamkan ke arah tubuh Alena.

 

Alena yang tahu kekuatan makhluk itu tidak mau berlaku ayal, dia segera mendorong kedua tangannya kedepan.

 

Ledakan dahsyat terjadi lagi di tempat itu membuat tubuh Alena jatuh berguling kebelakang.

 

Mata Alena terbelalak karena di depannya Iblis Kematian tidak mengalami apapun.

 

Iblis Kematian melihat Alena terbanting di tanah bibirnya mengeluarkan seringai penuh kesombongan.

 

"Kau akan berakhir di sini sekarang!" Hardik Iblis Kematian dengan garang.

 

Kemudian tubuh Iblis Kematian melompat menerjang Alena yang jatuh terbaring di tanah.

 

Melihat Iblis Kematian menerjang tubuhnya seperti itu dengan cepat tangan Alena menggapai besi ladam Kuda yang tersimpah dari balik pakaiannya.

 

Besi tersebut di padukan dengan kekuatan yang dia miliki langsung dia lemparkan ke arah tubuh Iblis Kematian.

 

Iblis Kematian yang merasakan sombong tidak menghindar dari serangan yang di lakukan oleh Alena.

 

Namun begitu benda yang di lemparkan oleh Alena mengenai tubuhnya, mulutnya langsung meraung dahsyat.

 

Tubuh itu langsung terjatuh di tanah dan berguling-guling menahan kesakitan karena tersentuh besi ladam kuda.

 

Setelah berguling berapa kali tubuh Iblis Kematian meledak berkeping-keping menyisakan aroma daging terbakar.

 

Amor yang melihat Iblis Kematian meledak langsung berlari ke arah Alena dan membantu bidadari itu untuk berdiri.

 

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Amor dengan nada khawatir.

 

"Tidak apa-apa" jawab Alena yang berdiri di bantu Amor.

 

Di belakang terlihat Japar dan Riki juga menghampiri mereka yang sudah berdiri menatap sisa ledakan tubuh Iblis Kematian.

 

"Alena, aku mau kamu menjadi konsultan spiritual kepolisi untuk menangani masalah yang susah di cerna akal sehat," Japar langsung berkata kepada Alena.

 

Alena tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya kepada Japar.

 

###### 

 

 

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel