Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 2. Anita hilang?

Pulau oahu merupakan pulau terbesar ketiga dihawai yang dikenal sebagai tempat berkumpulnya semua orang dihawai. Kini ketiga bersaudara dari keluarga andara dan anita sedang menikmati pemandangan melihat sunrise di pantai Waikiki yang ada di pulau oahu, pantai yang indah dengan berlatar belakang pemandangan gunung diamond head yang menjulang tinggi menambah kesan tersendiri bagi setiap orang yang mengunjunginya.

Setelah menikmati pemandangan sunrise yang memukau mata setiap orang, kini mereka pergi bermain air dan menikmati liburan mereka. Semua orang terlihat menikmati liburan tersebut kecuali dimas. Dira dan dika tengah asik bermain selancar, sedangkan anita hanya bermain air di pinggiran pantai bersama dirly.

“sebenarnya aku ingin ikut bermain selancar bersama mereka, tapi sayang kenapa aku harus mabuk laut” Gerutu dirly.

“huahahaha…hahahaa,,,” Yang hanya dibalas dengan suara tertawa dari anita yang menggelegar hingga membuat beberapa pengunjung pantai yang lain menoleh kearah mereka. Suara tawa anita lumayan keras.

“Dim, kau mau kemana?” Tanya dira yang baru selesai bermain selancar.

“Aku ingin pergi jalan-jalan aku bosan dan sedang tidak ingin bermain air.” Jawabnya, Ia pun pergi meninggalkan kakak-kakak nya dan anita di pantai.

Namun beberapa detik kemudian, “aku dan anita akan ikut kamu jalan-jalan, kami juga tidak ingin bermain air.” Seru dirly “ kak dika, apa kamu ingin ikut kami?" tanya dirly yang melihat dika telai selesai bermain selancar.

“tidak, pergi saja kalian bertiga, aku ingin kembali ke hotel dan beristirahat saja, aku ingin menikmati waktu liburan ku dengan tidur yang tenang, hahahaha” sahutnya.

“Dasar meyebalkan, kamu meng-iyakan ajakanku untuk liburan agar aku tidak bisa mengganggu mu tidur bukan?” Seru anita dengan wajah kesal.

“Binggo…kamu memang benar sekali” Jawab dika dengan cengengesan. Memang seorang dika andara, tduri adalah hal yang paling peting untuknya, tidak ada yang lebih pentinga dan nikmat selain tidru yang nyaman tanpa seorangpun yang mengganggunya.

Tanpa menghiraukan dika yang masih cengengesan, mereka semua meninggalkannya sendiri. “Dasar menyebalkan, kenapa aku bisa jatuh cinta dengan orang yang menyebalkan seperti dia sih, aduh anita ada apa dengan dirimu? Ingat dia adalah tunanganmu, dia cinta dan juga kebahagiaanmu.” Batinnya, kemudian ia tersenyum sendiri.

Di hotel diak yang ingin tidur malah terlihat begitu cemas.“Apa… anita hilang????” Teriak seseorang dari balik saluran telephone, suaranya tampak sangat kuatir mendengar berita bahwa orang yang disayanginya menghilang ketika sedang pergi jalan-jalan dengan adiknya. “Bagaimana bisa anita hilang? Apa yang terjadi? Dasar kalian memang tidak becus, jagain perempuan satu saja gak bisa, Tut,, tut,, “ Suara sambungan telephon di putus secara sepihak.

Baru saja ia akan beristirahat tapi ia harus dikejutkan dengan berita menghilangnya anita yang membuatnya sangat cemas dan kuatir, tanpa pikir panjang dika pergi dari hotel dan menyusuri jalanan pulau oahu untuk mencari keberadaan anita. Tanpa ia sadari bahwa ia sedang di ikuti oleh orang lain.

Dilain sisi dirly terlihat gugup, “Di, kamu darimana aja sih, anita hilang gimana ini, kita harus cari kemana?” Tanya dirly dengan nada cemas.

“Sudahlah kak jangan terlalu mendalami peran dan karakter-mu itu, aku malas berakting.” Sahutnya dengan nada bicara yang malas.

“Apa kau tau kak dika sangat marah mendengar berita ini, suaranya terdengar sangat cemas dan kuatir tadi di telephon.” Timpal-nya lagi masih dengan berakting seolah anita memang benar hilang. Dimas hanya memutar bola mata nya malas menanggapinya, karena mendengar acting kakaknya itu yang terlalu mendalami perannya. Sedangkan anita hanya tertawa terkekeh melihat interaksi antara kakak beradik itu yang sangat lucunya menurutnya.

Sebenarnya anita tidak menghilang, itu hanya scenario mereka untuk memberi kejutan untuk dika dan sedikit menjahilinya karena dika memilih tidur daripada menikmati liburan mereka. Semua orang sudah merencanakan ini sebelum mereka pergi ke hawai karena mereka tau dika akan mau diajak berlibur karena ia ingin istirahat dihotel tanpa diganggu oleh saudara-saudara dan juga tunangannya anita.

Tentu saja anita tidak akan mengganggu tidurnya jika liburan karena anita pasti akan sibuk menikmati liburan bersama dengan saudara-saudaranya. Dika tidak akan pernah cemburu dengan saudaranya sendiri karena ia tau kalau saudara-saudaranya menyayangi anita seperti adik perempuan mereka sama seperti mereka menyayangi axel kakak kandung anita yang seumuran dengan dirly, seperti adik mereka sendiri.

Di rooftop suasananya sangat damai, bagaimana tidak damai, rooftop hotel yang sangat luas dan besar itu disewa secara khusus oleh andara bersaudara untuk membuat pesta kejutan untuk dika. Disana hanya ada pelayan dan mereka saja.

Anita orang yang dicari dika kini sedang santai menikmati pemandangan dari atas rooftop tanpa cemas memikirkan perasaan ataupun keadaan dika, tunangannya itu, yang sedari tadi belum pulang karena masih mencari dirinya.

“kakak apa tindakan kita ini tidak berlebihan, kasihan kak dika, dia pasti sangat cemas sekarang.” Tanya dirly pada kakaknya dengan ekspresi cemas.

“kak dika pasti baik-baik saja, kau tenang saja. Lagian orang suruhan kak dira kan mengikutinya pergi, jadi kalau terjadi sesuatu pasti mereka akan mengabari kita semua.” Sahut dimas yang sedang asik bermain game diponselnya. Disisi lain kini dika tengah putus asa karena masih belum menemukan anita, semua jalan sudah ia lewati namun tidak ada tanda-tanda keberadaan hanna sedikitpun bahkan pentunjuk pun tak ia temukan sama sekali.

Drt…drt…drt…drt.. suara ponsel dika yang bergetar karena ia letakkan di atas dashboard mobilnya “halo, kak ada apa? Apa kau menemukan anita?” Tanyanya beruntun kepada dira.

“Iya, anita sudah ditemukan, dirly dan dimas menemukannya ditaman.” Bohongnya kepada dika, karena sangat tidak mungkin memberitaukan kebenaran bahwa anita sebenarnya tidak hilang karena asal ide konyol untuk mengerjai dika adalah dia sendiri.

Tak lama kemudian mobil dika memasuki parkiran hotel. “kak kau baru sampai juga?” Tanyanya sambil menatap dira.

“Iya, karena aku tadi mampir dulu ke-supermarket untuk membeli sesuatu” Bohong dira, yang dibalas dengan anggukan oleh dika, menandakan bahwa ia percaya. Padahal sebenarnya ia memang menunggu kedatangan dika di parkiran untuk memastikan keadaanya baik-baik saja.

“Baiklah ayo kita kembali kekamar untuk mandi dan segera pergi ke rooftop karena anita sudah menunggu kita disana.” Ajak dira kepada adiknya.

Setelah selesai membersihkan diri, dika langsung pergi menuju rooftop, “Anita.” Panggil dika sambil berlari mendatangi anita dan memeluknya dengan erat, seakan ia akan kehilangan anita untuk selama-lamanya.

Semua orang yang menyaksikannya hanya tersenyum haru melihat dika dan anita yang sedang berpelukan, namun berbeda dengan dimas, ia lebih memilih untuk memalingkan pandangan-nya dari dua sejoli itu sambil menikmati segelas wine yang sedari tadi ia pegang.

“kak sudah cukup berpelukan nya, ingatlah kami ini yang masih jomblo” Teriak dirly. Semuanya tertawa mendengar ledekan klasik dirly kecuali dimas.

Sebenarnya apa yang membuat dimas menghindari semua wanita, sikapnya sangat dingin kepada semua wanita terkadang membuat para kakaknya bingung, bukan hanya kakak-nya saja bahkan ayah dan ibu-nya pun dibuat bingung dengan perubahan sifat dimas terhadap wanita.

Malam semakin larut dan udara malam-pun semakin terasa dingin dengan hembusan angin yang sesekali berhembus mengenai kulit meraka. Kini satu persatu dari mereka mulai kembali kekamar mereka masing-masing, kepala mereka yang berat dan pusing karena mereka terlalu banyak minum-minuman beralkohol memaksa mereka untuk segera kembali kekamar mereka. Dan kini hanya tersisa dimas yang masih menikmati wine sendirian dirooftop, seperti orang yang sedang patah hati.

“K-kau a-apa yang sudah terjadi? A-apa yang kau lakukan disini….” Teriak seorang wanita dengan terbata-bata di sebuah kamar hotel.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel