Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 12

BAB 12 Cari Penggantinya

Klinik Yayasan Abijaya Group semakin bertambah untuk semua dokter spesialisnya, disana sudah ada 2 dokter bedah, dokter kulit, psikiater, meskipun untuk dokter kandungannya yang kemarin di isi nerissa belum ada yang isi lagi, tapi setidaknya masih bisa di atasi.

“Na, aku ke Kalimantan dulu ya, penambahan fasilitas untuk panti asuhan dan pusat pendidikan” pamit reno ke saudaranya yang emang kebetulan dia harus mengawasi penambahan fasilitas untuk panti asuhan yaitu 10 Unit PC untuk digunakan anak anak taraf SMP dan SMA, dan untuk fasilitas pusat pendidikannya ada Daycare yang dikhususkan buat orang luar yang membutuhkan, kalo untuk anggota yayasan sendiri hanya diberlakukan pembayaran 15% dari harga sesungguhnya.

“baiklah, akan aku urus dengan sepenuh hati selama kalian tidak ditempat” jawab nana, karena pas itu rara juga sedang mengurusi masalah di Resort yang di Bali. Emang mereka selalu saling melengkapi, agar perusahaan berjalan lancar

“ren, masalah disini tak sesederhana yang kita bayangkan, semuanya ikut andil” chat rara ke reno untuk mengabarkan situasinya

“atasi dulu sebisamu ra, nanti balik ke kantor kita bahas sama sama, aku juga mendadak harus ke Yayasan Bakti” balas reno,

“baiklah, hati-hati disana jangan mainin cewek disana wkwkwkwk” balas rara sambil cekikikan, karena dia tau beberapa tahun sebelumnya reno mengajak mantannya ke Kalimantan buat liburan.

“kampreet kamu, ….” Balas reno menggunakan voice note sambil mulutnya ngumpat beneran

“ren, syukurlah, sekarang kita sudah bisa melengkapi fasilitas kita sendiri, dan sudah banyak yang datang ke sini, dan sesuai kesepakatan pembayaran 20% dari harga sesungguhnya jika orang tersebut mampu untuk membayar, Klinik Kita sekarang fasilitasnya sudah lengkap meskipun dokternya belum lengkap” reno mendengarkan itu juga mengangguk melihat grafik pendapatan kliniknya

“yang paling banyak pasien dokter kandungan ren, kita akan menambah lagi dokternya, karena ini hanya 1 spesialis kandungan, kan kasihan kalo harus ada pasien yang mendadak sedangkan dia sedang praktek di rumah sakit lain” jelas pak zidny lagi

“bukankah kita ada 2 zid?” tanya reno heran, karena setau dia emang ada dua, salah satunya adalah dokter yang bener-bener gak mau dibayar, dia nyebutnya dokter volunteer karena sebenarnya dia dan teman temannya yang menyadarkan mereka betapa pentingnya kesehatan, dan memperkenalkan yayasan ini pada lingkungan rumah dinas mereka

“ah aku belum info kamu, dokter nerissa yang berhijab itu, dia mengundurkan diri, dia pindah tugas di daerah Jakarta, dia juga titip salam buat kamu” jelas zidny ke sepupunya reno itu

“kalo gitu buruan cari lagi zid, tanya ke rekannya nerissa yang disini kali ada kenalan mereka yang mau, lagian kita juga membayarnya” usul reno

“sudah ren, tapi setelah ku tanya ke dokter reza orangnya kurang luwes gak kayak nerissa” jawab zidny, emang zidny sudah berbincang dengan reza dan nikol tapi mereka tidak merekomendasikannya, “susah ren nyari yang kayak nerissa itu, apalagi orangnya yang baik kek gitu, sering nengokin anak anak panti dan panti jompo

“Katanya dokter nikol, malah mendingan bidan puskesmas itu” tambah zidny

“kamu datangin aja Asosiasi Dokter kandungan di sini, minta bantuan nerissa, minta kontak ketua asosiasinya” kata reno, dan zidny auto tepuk jidat

“kenapa gak kepikiran ya ren akunya, begok banget aku” reno auto melototin zidny, setelah berbincang bincang reno dan zidny pergi ke panti asuhan untuk melihat ruangan tersebut sudah sesuai keinginannya apa belum, reno dan zidny auto disambut anak anak panti yang masih kecil dengan riang gembira, karena dia membawa beberapa makanan ringan untuk mereka.

Kepala panti asuhan yang sekaligus kepala panti jompo itu sangat senang melihat para anak anaknya senang, “makasih pak reno” kata kepala panti itu dan tidak hanya itu, reno juga menambahkan dua kolam pemandian air panas untuk terapi di panti jompo, karena menurut para psikiater itu dapat menenangkan penghuni panti jompo yang sedang mengalami suatu depresi atau kebosanan,.

“sama sama bu, saya juga terima kasih dengan anda, karena berkat anda dan para orang orang disini mereka menjadi lebih bahagia, dan amanah dari para donator juga tersampaikan dengan baik” kata reno sambil memberikan senyum ikhlasnya beda dengan senyumnya di kantor yaitu senyum sinis, karena yang dihadapinya kan berbeda orang.

“zid, besok adakan pengajian akbar, sebelum aku balik ke Jakarta, undang pak ustadz dan para santrinya juga, kayaknya kita sudah lama tidak mengadakan pengajian” usul reno kepada zidny, yangn kemudian zidny langsung meminta bantuan kepala panti untuk menyiapkan makanan dan snack buat acara pengajian.

Karena gak semua dokter mau ikut berjuang dipedalaman, dan gak semua dokter peduli dengan orang orang yang membutuhkan, jadi untuk mendapatkan dokter yang bener bener berjiwa manusia itu sulit kalo bukan dari hati, sementara semua koneksi kedokteran juga sudah dikerahkan, siapa tau aka nada orang yang benar-benar mau bergabung di yayasan itu. Jadi sementara mereka mengandalakan dokter yang ada dan bidan yang ada jika situasi tidak darurat.

Sedangkan dilain pihak karena dirumah sakit itu baru pertama kalinya ada pindahan dokter spesialis dari tempat terpencil, nerissa menjadi sangat terkenal, para rekan dokter lainnya atau perawat jika waktunya istirahat dan melihat nerissa sedang istirahat juga, pasti mereka bakalan menanyakan pengalaman nerissa selama tiga tahun disana, mereka terlalu antusias dengan akses yang ada disana, selain ingin tau kondisi disana, para dokter yang berstatus pegawai negeri sipil pun juga semacam mencari informasi buat jaga jaga kalau mereka dikirm ke tempat seperti nerissa dulu, setidaknya mereka tau apa yang harus dilakukan tanpa menyinggung adat dan kebudayaan setempat.

Nerissa juga menceritakan disana dia juga bergabung dengan sebuah yayasan yang benar benar peduli tentang pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat, dimana yayasan tersebut bisa merubah perekonomian masyarakat, dan dia juga bercerita kalo disana dia juga digaji oleh yayasan tersebut meskipun Yayasan tersebut tidak mewajibkan semua pasiennya mengeluarkan uang untuk pembayaran, point yang paling penting, nerissa tidak menceritakan jika menjadi dokter disana bisa menentukan berapa gaji yang akan di ambil, karena itu akan di kira sombong.

Mereka selama berhari hari jika bersama nerissa selalu mebahas kehidupan disana, dan mereka juga sangat kagum dengan penduduk sana, karena nerissa juga bercerita kalo disana para tenaga medis pendatang sangat dihargai, penduduk sana menghargai dengan cara memberikan sebagian hasil panennya kepada tenaga medis itu, atau membuatkan makanan yang sangat sederhana tapi itu sangat enak. Tidak hanya itu dia juga menjelaskan karena disana mereka harus siaga dengan adanya bencana alam yang sewaktu waktu terjadi, karena disana sering terjadi bencana alam, misalkan Tanah Longsor, Gunung Meletus, Banjir Bandang. Jadi pihak rumah sakit ataupun pusat kesehatan yang ada di sana harus tanggap darurat untuk mengatasi paisen yang terdampak tersebut, bahkan mungkin harus membantu di tenda pengungsian atau tempat pengungsian lainnya untuk mengontrol kesehatan mereka, fisik maupun mental, dan mencoba menenangkan mereka untuk tetap optimis dalam mengatasi masalah itu.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel