Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 8

BAB 8 Tak Terduga

Jam 2 siang raina udah siap siap mau pergi, tapi bukan untuk menemui calon suaminya naira, melainkan dia nonton bersama teman temannya, ya maklum setiap weekend raina hampir tidak dirumah, karena dia emang banyak temen orangnya supel juga,. “jangan lupa jam 7 na sayang” naira mengingatkan raina sambil nonton drama korea yang sedang tayang. “siap komandanku” jawab raina sambil berlalu keluar rumah.

Raina inisiatif buat whatsapp calonnya naira “perkenalkan saya anaknya bapak ibnu, saya sudah sampai di café java, saya di meja no. 8 ya, terima kasih” langsung dikirim raina, “oke, bentar lagi nyampai” jawab pria tersebut yang masih nunggu ojol jemput. Raina lagi asyik mainan game di handphonenya, sampai dia tidak menyadari kalo orang yang sudah ditunggu sudah berada di hadapannya. “permisi, selamat malam? Apa benar ini anaknya pak ibnu?” sapa cowok tersebut, sehingga raina meletakkan ponselnya di meja, dan beranjak berdiri untuk menjabat tangannya.

“Loh, bu naira? Kok disini?” cowok tersebut terkejut karena yang ditemui ternyata direkturnya sendiri, raina gak kalah kagetnya “mampus, ternyata staffnya naira sendiri” bagaimana ini batin raina, yang bingung harus manggil apa, panggil sesuai yang dikasih tau rara aja kali ya. “silahkan duduk mas, saya lagi nungguin anaknya temennya papahku yang dari jogja”jawab nana sambil mempersilahkan duduk.

“anaknya om ibnu bukan? Tanya cowok itu, nana dengan berlagak begoknya padahal dia udah salah tingkah gimana mau bertingkah, “jadi yang namanya Aji itu kamu, maaf ya enggak tau”, dia ngobrol kesana kemari, yang memang nama aslinya adalah Nafian Setiaji, panggilan emang Fian waktu kuliah sama pas kerja, karena nama aji banyak yang nyamain “kalo Cuma berdua jangan panggil bu ya, panggil nai atau rara aja” celetuk raina yang dari tadi dipanggil ibu, mereka saling asyik ngobrol satu sama lain dan punya banyak kesamaan yaitu sama sama menyukai mobile legend, Cuma Fian lebih ke pendiam kayak naira, jadi yang banyak memberikan inisiatif untuk bicara sebenarnya raina.

“saya anterin ke apartemen aja, gak usah pesen ojol, kan sejalan sama aku pulang” kata raina setelah mengetahui fian mau pesen ojol buat pulang ke apartemen, dan langsung disambut ucapan terima kasih. “besok minggu gak ada kegiatan kan ra? Gimana kalo jalan, daripada aku gabut juga di apartemen” fian mencoba mendekatkan diri kepada raina, karena dia merasa cocok ngobrol sama dia,. “boleh nanti biar aku jemput aja, gak usah pake ojol.” Jawab raina sambil menghentikan mobilnya di depan pintu apartemen.

Fian tidak menduga kalo yang akan dijodohkan ibunya itu ternyata bossnya sendiri, raina pun juga sedang berfikir gimana bisa staffnya rara sendiri, ini harus dibicarakan sama rara,.. gila aja kalo sampai mommy tau, ah gimana dunia bisa sempit kayak gini sih, heran, gerutu nana sambil nyetir pulang kerumah. Karena nana kena macet akhirnya sampai rumah sudah jam 10 malam, maklum malam minggu jalanan pasti macet, sampai rumah rara juga udah tidur pintu kamarnya juga udah dikunci, jadi dia memutuskan untuk memberi tahukan besok paginya aja.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel