Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 7

BAB 7 Curi pandang

“Zizah, ke office saya bentar ya, sekalian sama panggilkan Pak Arief” telfon naira untuk menggunakan intruksi kepada sekertarisnya itu. “baik bu”, azizah menjawab dan kemudian mengubungi nomer telfon kantor HRD, pak arief adalah General Manager Human & Resource Abijaya Group.

“sore ibu Nai” sapa pak arief ketika membuka pintu office nya naira. “silahkan duduk pak arief” naira mempersilahkan duduk pak arief, yang disitu juga sudah ada sekertarisnya ibu naira.

“gini pak arief, untuk abijaya hotel ini kan untuk rancangan systemnya sudah selesai, dan pihak dankit meminta data untuk di input ke system baru, semua data departemen sih pak, terutama departemen accounting, jadi saya mohon bapak untuk mengeluarkan memo, agar semua Manager yang bersangkutan tidak diperbolehkan ambil cuti sampai tiga bulan kedepan, jika memang kepepet harus cuti nanti suruh ijin nemui saya sendiri” ketegasan ibu naira, dan tetap senyuman selalu menghiasi wajahnya. “kecuali sakit ya pak arief, max 3hari disertai surat dokter” ibuh naira untuk mengingatkan pak arief

Azizah sambil melakukan pekerjannya yaitu mencatat semua hal penting yang disampaikan naira, “jadi pak dengan hal ini saya butuh ruang meeting anggrek ya pak, sama sekalian butuh beberapa kamar apartemen buat orang orang unit datang,” pak arief mengangguk paham, iya naira mau mengundang semua Chief Accounting dan IT, yang tergabung dalam unit abijayahotel untuk menghadiri training system baru di abijayagroup.

Setelah pak arief meninggalkan ruangan, ganti naira memberikan pekerjaan azizah “zizah, kamu nanti email ke semua manager yang bersangkutan ya, untuk memberikan laporan dari januari 2020-Oktober 2020, karena implementasi dan penginputan data akan dilakukan minggu depan, saya emailkan formatnya dan cara pengisiannya, agar memudahkan pihak Dankit dalam penginputan data, semua data dikirimkan ke kamu CC ibu natalie dan pak is”. “baik bu”, jawab azizah sambil tetap mencatat, sekalian nanti kamu ke departemen sales marketing ya, suruh nyiapin beberapa unit apartemen, kalo bisa yang selantai aja, bikinkan memo juga kitchen, untuk masakin lunch tambahan dan coffee breaks sampai dari 16-23 nov.

Hari yang ditunggu untuk penginputan data di abijaya group sudah datang, termasuk salah satu Asst. IT yang dari bali itu, mereka mengadakan pertemuan diruang anggerk beserta penginputan data bareng pihak Dankit software, naira tidak selalu hadir dalam pertemuan tersebut, hanya beberapa waktu dia akan jalan ke ruang meeting untuk mengamati mereka dan mencuri pandang kepada Fian, (ya elah cinta dalam diam) batin naira.

Nada dering lagunya EXO menyadarkan lamunannya naira. “wa’alaikumsalam mom, why?” jawab naira dibalik telfon sambil berlalu dari ruang meeting “ra, kamu harus nurut sama mommy, kamu harus menemui anaknya temen papah, mumpung dia ada dijakarta da nada waktu luang besok, besok kamu kn libur weekend, keluarlah dari pada nonton drama korea melulu”mommynya nerocooos melulu tanpa bisa dijeda sama sekali, “tapi kan mom, rara gak suka dijodohin kek gini, lagian reno sama nana juga gak dijodohin, kenapa ra dipaksa kek gini” gerutu naira sambil manyun manyun karena dipaksa, “mommy gak mau tau pokoknya wajib, entar mommy yang nentuin tempatnya titik” kata mommy nya yang langsung matikan telfon. “jika mommy udah bertindak, kepala ini auto pusing” gerutu naira sambil meletakkan kepala di mejanya.

Ada tanda whatsapp masuk dari sang mommy, dia mengirimkan nomer dengan nama Aji, yang gambar kontaknya kosong tanpa photo profil, jam 7 malam di java café dekat apartemen, sambil ngasih emoot cium.

“na, kamu dimana?” Telfon naira untuk memastikan keberadaan kembarannya yang belum pulang. “on the way bentar lagi sampai rumah, mau dibelikan apa?” jawab raina sambil nyetir. “enggak butuh, butuhku Cuma kamu” jawab naira sambil matiin telfon.

“apaan sih? Pake sewoot gitu” raina masuk kamar naira sambil ngomel ngomel, dia melihat adiknya rebahan dikasur dan rambutnya acak acakan, “apaain sih ra, rambutmu kenapa?” sambil deketin naira yang udah muka sewoot banget,.. “bantuin aku ya na, besok kamu datanglah ke café java jam 7 malam, disitu ada anaknya temennya papah yang mau dijodohin sama aku, aku gak mau na, kan kamu tau sendiri aku gak suka dijodohin kek gitu, ya na, please,” sambil mohon mohon bersimpuh dipaha raina.

Raina hanya ketawa lihat tingkah naira yang kayak gitu, “aku tu pusing sama kamu, kamu t uterus mau nikah sama siapa, hamzah gak ditanggepin, sekarang anaknya temen papah kamu gak mau, apa mau nikah sama lee minho itu aktris favoritmu ha?” sambil nimpuk naira pake bantal. “hahahahaha, kalo lee minho gak nolak aku, aku mau ajalah” kata naira sambil cengengesan, aku ada yang aku suka na, nanti kalo sudah waktunya ku kasih tau kamu, batin naira “ku kirim kontaknya ya na, muach,”sambil menicum pipinya raina sebagai ucapan terima kasih.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel