Bab 4
BAB 4 Sungkan
“Selamat Pagi Menjelang Siang cantik…” jam 10.30 seorang laki laki yang menyapa para receptionist wanita dengan genit. Para receptionist itu menjawab sapaan laki laki itu sambil tersenyum ramah karena mereja sudah hafal dia siapa, dia adalah cowok cengengesan yang bernama Hamzah teman baiknya bu raina dan juga client di plant Mall managemen.
“mau saya antarkan ke kantornya bu raina pak? Tanya salah seorang receptionist itu, “anterin mereka bertiga aja ke ruang meetingnya bu naira, nanti saya nyusul ke ruang meeting setelah menyapa raina. Salah satu receptionist tersebut mengantarkan 3 orang staffnya hamzah yang akan mengikuti meeting bersama naira tepatnya di ruang meeting dahlia, just info semua ruang meeting yang ada di abijaya group bernamakan nama nama bunga, dikarenakan dulu ibu risna punya toko bunga, yang menjual berbagai macam macam bunga segar.
“cepet banget kamu datang, katanya meeting jam 11.00?” Tanya raina kepada temennya itu. “iyaaa niat mau mampir ke kantornya nai, tapi akunya sungkan, tau sendiri kan nai pendiem gitu akunya nroccooos melulu” jawab hamzah dengan bimbang, “pepet aja kali ham, mumpung dia masih single, kalo kamu g cepeet keburu digondol orang” goda raina. Yang ditanggapi manyunan dari hamzah, raina sampai ketawa ngakak lihat ekspresinya hamzah
“Azizah telfon ke officeku ya kalo naira udah ke ruang meeting, ini hamzah di kantor saya” raina telfon ke sekertaris naira untuk mengingatkan dia. “baik bu ai” jawab azizah dengan senang hati. Dan mereka ber dua akhirnya ngobrol sampai azizah kembali telfon untuk mengingatkan meeting akan dimulai di ruang dahlia. Dan raina dengan senang hati mengantarkan temannya itu samapi bertemu naira di dalam ruangan “na, jangan dicuekinlah, kasihan” goda kakaknya sambil melirik kearah hamzah, naira hanya manyun digodain raina saat itu.
“Assalamu’alaikum wr. Wb, mari kita lanjutkan meeting untuk membahas rancangan awal penerapan system di unit, yang hadir juga terima kasih pak hamzah, sudah mau hadir sendiri” kata pembukaan yang halus, lembut dan penuh hormat dari ibu direktur yang cantik, sampai para hadirin pria terkagum kagum melihat kesantunannya naira. “monggo pak is bisa dimuali, agar pihak Dankit tau apa yang kita mau” kata naira sambil senyum senyum pada pak is, akhirnya pak is menjelaskan ke pihak IT nya Dankit Software, dan sedikit sedikit juga ditambahin dari manager semua departemen yang bersangkutan pada system tersebut.
Pihak Dankit, juga memberikan ide dan masukkan agar menambah fitur aplikasi yang akan dibuat,
