Bab 13
BAB 13 Masalah Sesungguhnya
Fina Mulai cerita masalah yang terjadi, jadi ceritanya ada Sales Marketing Executive yang bernama Liha, dia membawa event group untuk full meeting selama 2hari di ballroom dan jumlah yang ditagihkan itu 338juta, dan berkasnya juga sudah dicek ibu jannah dan sudah ditannda tangani ibu mariaa kalo pembayaran di lakukan max 2bulan setelah event dilakukan,. Fina juga tidak melakukan penagihan selama ini ke pihak tamu, dia hanya melakukan penagihan ke Sales yang bersangkutan, dan emang karena belum ada jatuh tempo Fina juga gak mau bertindak lebih lanjut.
Sebulan kemudian Liha resign, ibu maria juga tidak menanyakan tanggungan yang masih harus diselesaikan Liha, seperti piutang para tamu, bu jannah juga Cuma nanya secara lisan aja, tanpa ada hitam di atas putih, dan fina masih tetap berhubungan sama liha, karena emang itu tanggung jawab yang harus ditanggung liha, selama itu juga ibu jannah ataupun ibu maria juga gak ada kelanjutan tentang piutang liha, sampai akhirnya minggu kemarin fina mempunyai perasaan yang gak enak, fina selalu hanya diberi janji liha agak cepat lunas, dan ternyata sampai minggu kemarin liha nekat, datengin perusahaan tersebut, karena kontak person yang tertera di system tidak bisa dihubungi.
Dia nekat pamit ke ibu jannah selaku atasan fina buat ke perusahaan tersebut buat penagihan, fina membawa 1 security dan driver yang mengantar dia kesana. Ternyata sampai disana dia bertemu dengan kepala bendahara sendiri dan mejelaskan maksud dan tujuan kita datang. Kepala bendahara itupun juga kaget donk ketia fina menjelaskan tujuannya, dan kemudian kepala bendhara itu menjelaskan kalo sudah dibayarkan 2 hari setelah event selesai dibayarkan by cash langsung ke liha, kemudian fina meminta bukti pembayaran tersebut, bendahara tersebut bilang, dari dulu gak pernah dikasih kwitansi pelunasan, acuan mereka hanya invoice yang diberikan Liha. Kaget donk Fina karena merasa dia belum ada pembuatan invoice sama sekali, makin gak tenang si fina ini
Kemudian Fina meminta Invoice tersebut untuk dicek keasliannya, dan meminta ijin untuk memfoto invoice tersebut, karena invoice tersebut sudah di jilid rapid an tebel, susah kalo mau di scan,. Akhirnya dia melihat ternyata nominal yang tertera adalah 538juta, bukan 338 juta sesuai di system, dan tanda tangan tersebut juga bukan tanda tangan fina selama ini, tapi disitu terbubuh stempel resort yang hanya dimiliki HRD sama Accounting resort.
Akhirnya kepala bendahara perusahaan tersebut juga cerita kalo dia bayarnya di café xxx yang gak jauh dari resort disana Liha bersama 2 orang memakai seragam resort. Akhirnya setelah mengetahui kebenarannya fina pamit balik ke hotel cerita donk sama ibu jannah selaku atasan fina, kemudian ibu jannah lapor ke ibu maria, ibu maria marah marah dan nyalahin fina karena fina gak ada control, oke fina juga ngakui keslahannya tapi kesalahan tersebut baginya juga gak lepas dari ibu jannah dan ibu maria.
Kemudian besoknya dia nemuin Liha sepulang kerja, dan Liha menceritakan ke fina semuanya, kalo ternyata hal semacam itu selalu dilakukan Sales Marketing, yaitu memakai uang event dulu nanti kalo ada pembayaran event lagi buat nutup event yang lainnya, jadi semacam gali lubang tutup lubang, dan sampai akhirnya disaat Liha resign dia tidak bisa nutupi piutang tersebut kurangnnya hampir 50juta,. Dan untuk stempel Sales dari awal sudah memalsukan stempel, dia bikin stempel sendiri buat bikin invoice, ternyata itu sudah berlaku sejak General Manager sebelum ibu maria.
Naira semakin pusing mendengarkan itu, sambil memainkan bolpoinnya jika dia lagi berfikir, dia diam lama, sampai fina sendiri sungkan mau gimana, dan akhirnya naira memerintahkan untuk memanggilkan HR Manager ketemu dia pak Dibyo namanya,.
“sore ibu nai, .. “ sapa pak dibyo sambil duduk ditempat yang tadi fina duduk, pak dibyo udah punya firasat kalo semua orang ini gak tau kalo direkturnya ke sini.
“gimana pak ada yang salah dengan management disini, atau gimana?” kata naira to the point “bagaimana resignnya Liha bisa di approve padahal itu piutang belum selesai?”
“maaf bu, karena form resign Liha sudah ditanda tangaani ibu jannah, dan disana tidak ada catatan tanggungan Liha, jadi saya approve aja bu, karena sebagai HRD saya tidak menau soal Piutang itu” jawab HRD tersebut dengan jujur.
“Panggilkan saya Fian dan pak dibyo juga disini” perintah Niara, dan kemudian pak dibyo telfon Fian, otomatis Fian langsung datang
“saya minta tolong ya Fian, nanti kamu chek semua computer milik departemen Sales dan front Office, kamu kerjasama sama Fina dia yang lebih tau, terus pak dibyo nanti tolong disegelkan dikunci office nya departemen sales sama Front office, dikunci sampai Fina dan Fian Selesai mengecek semua computer meraka, mulai dari Front Office dulu aja biar gak mengganggu operational Resort., selesai malam ini ya, kalian nginep aja di resort nanti minta kamar” kata naira yang tegas dalam mengambil keputusan, dan mumpung para sales masih keluar dia meyegel office sesuai perintah, dan Fian memuali ngobrak ngabrik computer yang ada di kantor front office.
Naira meyesap Tehnya, sambil mengerjakan sesuatu dilaptopnya yang harus dikerjakan dan di kirim ke emailnya azizah,. Tiba tiba disaat jam mau pulang ibu jannah ke resto dan melihat ada ibu naira disana, otomatis ibu jannah langsung nyamperin naira dan menyapa, tapi malah jam segitu ibu maria belum balik dari sales call.
Naira menjelaskan masksud dari kedatangannya dan menyampaikan kekecewaan pada ibu maria dan Ibu jannah. “tolong bantuin Fina, dan Fian ya bu jannah, biar cepet selesai, nginep sini aja, entar minta room buat nginep, nanti saja juga membantu” kemudian naira pamit kembali kemaanya buat mandi sholat dan lain lain.
Sales yang baru datang melongo gak bisa ambil barang barangnya seperti tas, make up dll di dalam office sales karena masih terkunci, mereka duduk menunggu naira karena emang itu perintah naira untuk menunggunya dia selesai sholat magrib.
