Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 11

BAB 11 Ada Problem

Hari sabtu yang cerah Naira dan Raina bantuin nerissa pindahan, karena belum ada yang cocok akhirnya sementara di pindah ke apartemen pribadi milik Naira yang emang jarang dipake, ya apartemennya tetap apartemen abijaya group Cuma naira punya 1 unit yang dia beli secara pribadi, untuk perabot rumah sih lengkap tinggal make. Jadi untuk kesepakatan karena nerissa harus segera pindah rumah sakit jadi dia mau gak mau nerima tawaran sahabatnya itu.

“makasih ya ra udah mau minjemin apartemen kamu, aku janji gak lama kok pinjemnya, aku bakalan nyari tempat sendiri juga” peluk nerissa ke rara, “apaan sih, pake ajalah, lagian juga aku nempatin rumahnya papah sama nana, dari pada kosong kan mending pake aja, ntar kalo aku butuh baru deh aku bilang” jawab rara sambil jitak kepala temennya itu, sedangkan nana hanya ngakak ngelihat kelakuan mereka, .. “kita boleh berkunjung sewaktu waktu kan sa, terus kita nginep, drakor bareng, gossip bareng ya gak” kata nana sambil nyamperin mereka di dapur.

“bolehlah, kalian kan ownernya, aku hanya penyewa” jawab nerissa sambil ngakak, “ya siapa tau kan ya ra, dia lagi bermesraan sama pacarnya” celetuk nana tanpa dosa. “kalo lagi gak ada operasi pasti lah aku dirumah, semenjak di luar jawa aku udah jarang jalan tau, rumah sakit kos rumah sakit, kadang ke pasar ikan juga, tapi kan cm beli ikan buat dimasak”jelas nerissa, “malam ini kalian bobok sini ya, kan besok minggu ?” nerissa sambil ngedip ngedipin mata,

“oke aku setuju, dimobil ada baju ganti aku kok, kamu gimana na?” Tanya rara, “oke aku pake baju kamulah, pastinya dimobilmu gak Cuma satu baju kan” raina menyutui naira. Mereka ngobrol, bercanda, masak bareng, nonton TV bareng sampai malam, “oh iya, butuh mbok ke sini buat beres beres gak sa?” Tanya rara yang ingat kalo seminggu sekali emang apartemennya ini di beresin sama mbok inah, tapi harinya terserahnya mbok inah, sesempetnya mbok inah.

“bilangin ke mbok inah lah ra, gak usah, entar biar aku sendiri aja yang beresin, Cuma sendirian juga, aku juga jarang pulang malam, kalo gak kepaksa” ya emang nerissa dasarnya udah biasa apa apa sendiri.

“ibu, ada bu natalie mau bertemu” telfon azizah ke kantornya naira. “suruh masuk ada” jawab boss cantiknya itu, azizah mengantar ibu natalie selaku finance control manager abijaya group “tolong bikinkan teh ya zizah, buat ibu natalie” perintah ke zizah sebelum zizah keluar ruangan, zizah keluar langsung bikinkan pesenan ibu naira

“jadi gini bu, siang tadi ada laporan dari accounting manager unit bali, ada problem disana yang agak genting” tanpa basa basi ibu natalie menyampaikan apa yang ingin disampaikan,. “bagaimana bisa kelolosan segitu banyaknya bu, apa maria gak ngontrol ?” Tanya nai dengan kaget, maria adalah General manager Hotel & Resort yang ada di bali,.

“Permisi bu nai, untuk tehnya” azizah masuk membawakan teh yang diminta tadi dan di taruh dimeja, “zizah pulang agak malam ya, ada hal genting, nungguin saya pulang ya” kata naira sambil melihat jam, yang emang udah menunjuk waktu pulang kantor , “baik bu, saya di kantor sekertaris ya bu,nanti kalo ibu nyariin” jawab azizah yang kemudian keluar ruangan.

“jadi ceritanya gini bu, hari senin minggu lalu saya buka laporan yang dikirimkan setiap senin itu ada beberapa tagihan yang sudah lebih dari 180hari, saya tanyakan itu, yang sangat menyita perhatian saya itu ada 1 dari perusahaaan xxx yang nominalnya 338juta, untuk yang lainnya itu juga ada yang pernah saya reportkan ke ibu, tapi belum ada keputusan” jelas ibu natalie “laptop ibu bisa buka system kan, gimana kalo kita buka aja systemnya, aku mau lihat tagihan perhari ini berapa?” kata naira sambil memijat dahinya. “azizah bisa ke office sekarang?” naira telfon sekertarisnya buat ke kantor.

Ada music exo berbunyi yang menandakan ada telfon masuk di handphone naira “opo mas? Enggak lupa pulang, tinggal aja mas, entar kalo mau pulang biar aku telfon pak sarji buat jemput aja, iya masih ada masalah ini, belum selesai” jelas naira, yang ternyata reno telfon buat ngajakin pulang bareng, karena emang mereka bertiga berangkat bareng.

“iya bu nai, ada yang bisa saya bantu ?” ketika zizah masuk “siapin proyektor, dan sambungin ke laptop bu natalie, kamu jangan keluar ya, sekalian lihat masalah yang terjadi” perintah naira ke azizah, azizah kemudian menyiapkan proyektor yang ada di ruangan ibu naira buat melihat laporan resort bali perhari ini. setelah membuka system dengan login usernya ibu natalie “ ini tagihan yang belum tertagihkan hari ini bu, dan ini data yang sudah saya tandai, dan saya mintai alasan belum tertagihkan” sambil menunjukkan report yang ada di layar proyektor. “ini ada 4 juta sekian daro Travel Agent A, yang ini 5 juta sekian dari Travel agent B, itu yang masih ditunda ibu, belum diputuskan mau diapakan nominal tersebut, karena itu memang kesalahan accounting yang dulu periode sebelum bum aria, kalo yang dari perusahaan xxx yang nominalnya 338juta, itu adalah event bu, menurut berkas itu ada perjanjian jika akan dibayarkan di bulan ke 4 setelah event, tapi hingga sekarang, accounting yang bersangkutan sudah mendatangi perusahaan tersebut, dan itu sudah dibayarkan seminggu setelah event by cash, sudah saya tanyakan bukti pembayarannya ternyata tidak ada hanya ada invioice saja itupun invoicenya berbeda bu, invoice yang diterima mereka nominalnya 538juta, dan sudah dibayarkan semuanya” jelas ibu natalie secara terperinci dan menunjukkan foto bukti invoicenya, naira pusing masih memegang bolpoinnya yang dibuka tutup.

“gimana bisa kelolosan seperti itu? Apa maria sama siapa accounting managernya itu jannah gak ngontrol tagihan sebesar itu?” Tanya naira yang masih sambil memainkan bolpoinnya karena merasa pusing shock dll,. “gini untuk yang 9juta sekian yang Travel agent, kurangin dari bonus tahunan unit bali yang akan dikeluarkan akhir tahun ini, nanti kamu bikin suratnya ya bu, saya tanda tangani mengetahui Reno” perintah naira azizah sambil mencatat ucapan direkturnya itu, “nanti unit suruh posting aja ke Lost & Breakage biar kelihatan di laporanmu, terus bu, untuk yang 500 juta sekian saya tunggu updatenya sampai hari rabu, kalo belum update saya akan ke bali, beresin yang disana” jelas naira,

“baik bu, akan saya uber tiap hari untuk milik perusahaan xxx, kalo yang 9juta sekian saya minta di posting bulan ini” kata bu natalie yang agak lega dengan keputusan direkturnya itu, waktu sudah bener bener nunjukin jam 20.30, “zizah, bisa minta tolong suruh security beli makan nasi padang ajalah buat kita bertiga, sama martabak buat security sama office boy yang masih disini” perintah naira ke sekertarisnya, karena memang dia lagi lapar dan pastinya 2 oarang bersamanya juga pasti lapar. “jangan pulang dulu bu, kita makan dulu” kemudian naira ngobrol sama bu natalie, dengan terheran heran kenapa bisa kayak gitu, kecolongan segitu banyaknya.

“pak sarji, bisa jemput rara nanti jam 9malam njenengan(kamu) berangkat dari rumah ya pak” telfon naira ke pak sarji yang di iyakan pak sarji, sengaja nyuruh pak sarji berangkat jam 9 malam, karena pasti jalanan macet dan sampai kantor pasti udah sejam kemudian.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel