Bab 10
BAB 10 Terima Kasih Sayang
Raina harus terbang ke Surabaya bersama Asistennya untuk peresmian mall barunya yang sudah selesai penggarapan dan recruitment, perusahaan raina emang bener bener masih sibuk,. Dia hampir seminggu disurabaya untuk melihat prepare pembukaan dan segalam macamnya. Disela sela itu juga dia masih chatingan sama aji, yang bikin dia makin nyaman sama aji, meskipun intensitas pertemuan mereka hanya beberapa kali, dan semenjak aji balik ke bali dia sama sekali belum ketemu lagi, hanya lewat chatingan dan telfon saja.
“Sayang, terima kasih ya udah mau jalan sama aji” sang mommy telfon naira karena dia dapat kabar dari ibunya aji, kalo katanya aji udah mulai jalan sama rara, dan udah mulai chatingan, katanya udah mulai nyaman juga, sedangkan dari pihak putrinya dia sama sekali enggak dapat kabar apapun, karena dari satu pihak emang rara g jalan sama aji, dan dia digantikan oleh kakaknya nana, dan rara juga belum ngobrol secara intens dengan nana, karena emang nana lagi disurabaya, dan si rara juga lagi keluar kota, keliling untuk mengecek semua property yang menjadi taggung jawabnya.
“iya mom, semoga berjodoh” jawab naira dengan asal, kapan kamu gak sibuk nduk, ayok kita adakan pertemuan keluarga dengan keluarganya aji buat pembicaraan lebih lanjut” naira auto keselek sampai tenggorokannya sakit,. Naira bingung mau jawab gimana, karena bagaimanapun dia menjawab harus ada kompromi dengan raina, yang ngejalanin raina. “kita bicarakan nanti ya mom masalah itu, lagian juga rara masih sibuk ke sana kemari,.. semuanya kan juga sibuk mom, nana juga keluar kota terus, si mas reno juga lagi sibuk dirumah sakit.” Naira mencari alasan yang akurat biar mommy nya percaya, bukan alasan yang mengandung kebohongan sih, emang 3 bersaudara itu lagi sibuk dengan kerjaannya masing masing, apalagi rumah sakit yang dijakarta direktur rumah sakitnya barusan pension karena emang dia udah berumur, tidak mau memperpanjang jabatannya, jadi reno juga lebih banyak dirumah sakit.
“buruan cari waktu luang ya sayang” kata mamahnya dengan agak kecewa. Sudah lama juga anak anaknya gak pulang bareng kayak biasanya, karena lagi sibuk, yang pulang hanya salah satu dari mereka. Kadang mommy nya ngomel ke pak ibnu suaminya karena membiarkan anak anaknya sibuk, samapi lupa dengan kehidupannya mereka sendiri, tapi mau gimana lagi itu tanggung jawab yang sudah dibagi bagi biar anaknya meneruskan usaha yang dirintisnya, meskipun beberapa dari mereka juga mendirikan usahanya sendiri dengan cara kerjasama dengan teman-temannya pak ibnu juga tahu, missal seperti reno, dia juga mengembangkan klinik bersama di pedalaman Kalimantan buat kemanusiaan yang dirintis bersama teman temannya, ya reno hanya penyedia tempat dan ijinnya, untuk pengelola tetep teman temannya, dia juga menjalankan yayasan kemanusian buat anak anak yang tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak juga ada di daerah pedalaman tanpa pemungutan biaya, tapi yayasannya memiliki beberapa donator.
Kalo raina di punya kerjasama perusahaan IT bersama teman kuliahnya dulu, yangn sekarang sudah berkembang pesat, dia juga tau setiap seminggu 2 hari dia bakalan ada di perusahaan IT tersebut. Kalo naira dia hanya penyedia modal alias menanam saham untuk beberapa café yang dirintis teman temannya di luar kota, karena kalo naira dia gak bakalan sanggup seperti reno dan raina yang setiap seminggu berapa hari bakalan terjun tempat usahanya masing masing,. Soalnya kalo naira kan dia menyangkup beberapa hotel resort dan apartemen, dia yang lebih sering stanby di abijaya group, jarang keluar kota, kali ini dia sering keluar kota karena dia mau mengecek langsung pergantian system, dan itupun karena mendesak, kadang mereka keluar kotanya juga gentian gak bareng saudara lainnya,.
Intinya bapak ibnu itu tidak membatasi anak anaknya untuk berkembang, Cuma mereka tetep harus ingat tanggung jawab masing yang harus dilakukan,. Untuk kehidupan pribadi anak anaknya itu diserahkan semuanya kepada anaknya, dia gak suka ikut campur percintaan anak anaknya, gak seperti mommy nya, kalo mommy ada sisi gengsi, karena teman teman mommnya sudah banyak yang punya mantu dan cucu, jadi dia bakalan mendesak salah satu anaknya untuk menikah, gitu sih.
