Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Chapter 4 Rencana Bara Adhiyaksa

Tak lama pintu terbuka dan masuklah Maura. Arion yang melihat Maura yang menunduk hanya tersenyum tipis. Baginya, Maura adalah Sekretaris kebanggaan yang mahir dalam berbagai bidang. Maura membuat Arion sangat bahagia karena mendapatkan kontrak kerjasama dari Perusahaan terbesar dan nomor satu di New York, Amerika Serikat. Arion mempersilahkan Maura untuk duduk berhadapan dengannya.

Arion tersenyum melihat tingkah Maura yang sangat gugup ketika berhadapan dengan dirinya. Arion mengambil sebuah amplop besar yang berisi uang senilai 700 juta lalu menyerahkan pada Maura. Maura terlihat kebingungan ketika bosnya memberikan amplop itu, namun karena isyarat dari Arion dia mengambilnya. Arion hanya menghela nafas panjang.

"Uang itu adalah bonus dariku karena kamu telah berhasil mendapatkan kontrak kerjasama dari Perusahaan terbesar di New York, Amerika Serikat. Pemilik Perusahaan besar itu akan datang tiga hari lagi," ujar Arion.

"Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas bonus yang Anda berikan. Tapi uang ini terlalu banyak," ujar Maura pelan.

"Kau gadis yang mandiri, Maura. Aku juga tahu latar belakang keluargamu," ujar Arion.

"Kamu boleh kembali ke ruangan milikmu," lanjutnya.

"Baiklah, Tuan. Saya permisi dan terimakasih," ujar Maura.

Arion hanya mengangguk lalu Maura pun pergi. Setelah kepergian Maura, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia langsung mengangkat ponselnya.

"Halo, Erick."

"Tuan. Anda harus berhati-hati,"

"Berhati-hati bagaimana maksudmu?"

"Tuan. Pemilik Perusahaan Adhiyaksa Groups berencana untuk menjebak Anda,"

"Apa!"

"Tetap awasi gerak-geriknya. Jika kamu berhasil akan ada bonus yang akan kamu milikku,"

"Baiklah, Tuan."

Setelah selesai menelepon, dia meletakan ponselnya kembali ke meja.

"Bara Adhiyaksa. Kamu tidak akan bisa menghancurkan diriku dengan mudah," ujar Arion.

Arion pun memutuskan untuk pulang ke Mansion miliknya.

Di tempat lain...

~ Adhiyaksa Groups ~

Bara Adhiyaksa tampak tersenyum mendengar kabar baik dari orang kepercayaannya bahwa Arion targetnya, akan bertemu dengan kliennya di Hotel Murni tiga hari lagi. Bara ingin menjebak Arion dengan menggunakan wanita sebagai penghancur bisnis milik Arion.

"Kau akan hancur, Arion. Aku pastikan dirimu akan dipermalukan," ujar Bara.

Bara tersenyum menyeringai, dia berangan-angan bahwa rencananya akan berhasil dengan sempurna.

Tak lama kemudian ponselnya berdering lalu dia langsung mengangkatnya.

"Sayang,"

"Halo, My Love. Apa kabar?"

"Aku baik, Sayang."

"Bagaimana kalau kita jalan-jalan malam ini,"

"Ah baiklah Sayang. Aku menunggu kamu di Mansion,"

"Baiklah, Sayangkuh. Aku masih banyak pekerjaan kita sudahi dahulu perbincangan kita,"

"Baiklah Sayangkuh. Selamat pagi,"

"Pagi,"

Setelah selesai menelepon, Bara mematikan ponsel miliknya lalu duduk di sofa miliknya.

"Beruntungnya aku memiliki kekasih seperti Fera. Dia wanita sempurna dan seksi," ujar Bara.

Tanpa sadar Bara pun terlelap di sofa miliknya.

Di sisi lain...

Di sebuah Hotel berbintang bernama Horse. Tampak seorang gadis muda dan seksi sedang bercinta di sebuah kamar bersama dengan lelaki selingkuhannya.

"Kamu sangat nikmat Sayang," ujar pria itu.

"Kau juga Sayang," ujar Fera.

Mereka tampak asik bercinta dan tidak menyadari bahwa mata-mata Arion merekam kegiatan panas itu.

"Aku akan mengirimkan video ini pada Tuan Arion," ujar pria itu.

Pria itu pun pergi meninggalkan kedua orang yang sedang bercinta dengan panas.

Di sisi lain...

Arion telah sampai di Mansion milik kedua orangtuanya, dirinya di sambut baik oleh kedua orang tuanya serta adiknya yang sangat manja itu.

"Apa ini kamu nak?" tanya pria paruh baya.

"Ya, Ayah. Ini aku Arion putramu satu-satunya," balas Arion.

"Akhirnya kamu pulang nak. Ayah kira kamu tidak akan kembali lagi sejak kejadian tiga tahun yang lalu," ujar pria paruh baya.

Pria paruh baya itu langsung memeluk putranya dengan penuh kasih sayang.

"Ayah sangat merindukan kamu nak," ujar pria paruh baya.

"Rion juga rindu pada Ayah," ujar Arion.

Wanita paruh baya itu mendekati putranya, mengusap wajah tampan putranya.

"Bunda rindu kamu nak. Jangan pergi lagi," ujar wanita paruh baya.

Arion tersenyum dan memeluk erat wanita yang telah melahirkan dirinya ke dunia ini.

"Arion janji tidak akan meninggalkan Bunda," ujar Arion.

Wanita paruh baya itu mengecup kening putranya.

"Kakak," ujar sang adik.

Arion kaget dan dia langsung memeluk erat sang adik.

"Ara, kakak rindu kamu," ujar Arion.

"Ara juga rindu kakak," ujar Ara.

Ara membalas pelukan Arion dengan sangat erat.

"Sebentar lagi jam makan siang. Sudah lama tidak makan bersama," ujar pria paruh baya.

"Benar suamiku. Alhamdulillah akhirnya Arion pulang dan aku juga sudah menyiapkan makanan favoritnya," ujar wanita paruh baya.

"Arion sayang kalian," ujar Arion.

Mereka pun pergi ke ruang makan untuk makan siang bersama.

Arion Gazwan, pria berusia 25 tahun. Dia adalah CEO pemilik Perusahaan A.G. Corporation, dikenal sebagai sosok yang tegas, tenang, dan berwibawa. Dia juga terkenal sangat ramah serta lembut terhadap karyawannya. Namun, jangan sampai mengecewakan dirinya. Karena dirinya akan bersikap lebih kejam ketika dikecewakan.

Rizwan Gazwan, pria berusia 45 tahun. Dia adalah CEO pemilik Perusahaan R.G. Groups. Dikenal sebagai sosok yang tenang, tegas, dan berwibawa. Merupakan sosok Ayah yang penuh kasih sayang dan juga lembut.

Amilia Gazwan, wanita berusia 40 tahun. Dia adalah pemilik butik terkenal bernama Gazwan. Dikenal sebagai sosok yang lembut, penyayang, dan ramah. Merupakan sosok Bunda yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Mita Gazwan, gadis berusia 20 tahun. Dia merupakan seorang mahasiswi di Universitas Gazwan milik yang Ayah. Dikenal sebagai sosok yang penyayang, lembut, ramah, dan manja. Namun dibalik sikap manjanya dia sangat mandiri.

Di sisi lain...

Bara Adhiyaksa sedang bersiap-siap untuk menemui kekasihnya, dirinya sudah mengenakan setelan jas formal berwarna hitam lengkap dengan kacamata serta arloji mahal miliknya.

Bara segera mengambil ponsel dan dompet tebal miliknya lalu pergi.

Sesampainya di garasi, Bara langsung masuk ke dalam mobilnya dan dia tidak menyetir karena ada supirnya. Di sepanjang perjalanan tidak henti-hentinya dia tersenyum memikirkan Fera.

"Aku sangat merindukanmu Sayang," ujar Bara.

Bara mengambil ponselnya lalu menghubungi kekasihnya.

Tut...

Bara tampak kesal karena sang kekasih tidak mengangkat ponselnya.

"Dia kemana ya? Ah mungkin tidur," ujar Bara.

"Lebih cepat lagi ya, Pak. Aku harus berkencan dengan kekasihku," ujar Bara pada supir yang mengemudi.

"Baiklah, Tuan."

Supir itu menambah laju kecepatan mobilnya dan tidak lama kemudian berhenti mendadak.

"Ada apa Pak Xeon?" tanya Bara.

"Sebentar, Tuan. Saya cek dahulu," balas Xeon, sang supir.

Bara hanya menganggukkan kepalanya, dia malas berbicara terlalu banyak.

Tak lama kemudian Pak Xeon pun keluar dari mobil dan berniat memeriksa mesin mobilnya.

Di saat Xeon asik memeriksa mesin mobil milik Bara, tiba-tiba Bara melihat sebuah sepeda.

"Sebaiknya aku naik sepeda itu saja tapi di mana pemiliknya?" tanya Bara pelan.

Bara menatap sekelilingnya dan menghela nafas panjang.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel