Bab 9. Kabari Saya
Apakah perkataanku ada yang salah yach, atau dia tersinggung atas ucapannya tadi, Michele berkata dalam hati kecilnya. Sebenarnya, Michele menyukai Frans … selain ganteng, perhatian dan banyak para wanita di kantor selalu membicarakan ke gagahan pria ini, Frans juga berkulit bersih karena sepertinya dia melakukan perawatan terhadap kulitnya, jarang laki-laki yang bisa menjaga tubuh dan kulitnya seperti itu.
Frans dikenal di divisi marketingnya sebagai karyawan yang berdedikasi tinggi, pintar dan beberapa kali memenangkan The Best Marketing di divisinya. Hanya saja dia terkenal teledor dan cuek orangnya, itu yang pernah Michele dengar dari beberapa orang di kantornya dan gosip-gosip lainnya.
Lalu Frans mengantar Michele pulang, dan hanya butuh waktu sebentar … karena jarak mini market dan rumah Michele tidak begitu jauh. Setelah turun dari motor Frans … Michele meminta hp Frans, dan berkata … boleh aku meminjam hp kamu Frans, hp saya lowbatt. Frans lalu mengambil hpnya dalam kantong saku bajunya. Lalu Michele segera menekan nomer telphonenya dan menunggu beberapa detik, untuk tersambung ke hpnya yang lowbatt. Ini nomer saya … kamu jangan hapus yach, canda Michele.
Frans sedikit bingung dalam hati,… ada apa dengan Michele yang memberikan nomer telphonenya ke hp Frans.
banyak wanita yang berusaha mencari nomer hp Frans, dan banyak pula yang memberikan nomer hpnya ke Frans, tapi namanya Frans, dia tidak pernah merespon semua wanita itu.
Dengan Michele, Frans tidak berani menolaknya apalagi ingin menghapus nomernya Michele. Sungguh gue di berkatin nich, bisa dapat nomer bossnya, tanpa harus memintanya, Selanjutnya gimana dapetin hatinya yach? dalam hati dia berhayal.
Michele langsung berkata, “kabari saya jika kamu sudah sampai rumah”. Lalu Michele berbalik badan dan langsung masuk ke dalam rumahnya. Frans dengan wajah hampir tak percaya, dengan mata seperti orang kaget habis mendapat undian berhadiah … diam sebentar seperti patung. Setelah selesai mematung sejenak, dan menyalakan motornya … Frans berlalu menjauhkan suara motornya dari rumah Michele.
Satu jam berlalu, setelah Michele selesai mandi, hpnya berbunyi… ternyata itu dari nomornya Frans.
“Saya sudah sampai rumah” itulah pesan singkat dari Frans. Michele yang mendapat pesan itu, terlihat senyum dengan bahagia. Dan ia langsung membalas pesan … “Kenapa kamu tidak menelphone, malah mengirim pesan” , lalu menghapus kembali kalimat yang dia tulis… Boleh aku menelphone kamu … dan kembali Michele menghapus kalimat itu ….
Michele yang sedari tadi berdiri disamping ranjangnya, lalu duduk dengan lemas di tepi ranjangnya … dan langsung ambil posisi tidur terlentang menghadap lagit-langit rumahnya. Dalam hatinya berkata,” Ada apa dengan Aku” ….
Ternyata, Frans menunggu balasan dari Michele … dia melihat pesan yang dia kirim kepada Michele, dan menatap layar hpnya tanpa berkedip sedikitpun. Kenapa dia tidak membalas yach, apakah Michele sudah tidur? Cepat sekali tidurnya… Frans melihat jam dinding di rumahnya, waktu sudah pukul 01.00 wib.
Seketika Hp Frans berbunyi, dan pesan Michele di bacanya… “Terima kasih banyak Frans, Good Nite” Ada Icon gambar kiss setelah kalimat itu. Frans tersenyum bahagia, walaupun hanya balasan singkat yang ia dapat. Frans langsung merebahkan badannya di ranjang dan …
Mereka berdua, sama-sama melihat langit-langit di rumahnya masing-masing hingga tertidur sambil tersenyum …
