Bab 11. Saya Gak Khawatir Koq
Ting ….suara lift di lantai 9 berbunyi dan pintu terbuka lebar. Dodi yang melihat hal sama seperti halnya Frans terkagum-kagum dengan isi dan design interior di lantai itu. Mari ikut saya pak Dodi … ajak Mila. Dodi hanya mengangguk dan mengikuti langkah Mila.
Tok …tok tok tok tok tok !!
Mila membuka pintu ruangan ibu Michele dan berkata,”Bu… pak Dodi sudah datang, suruh masuk bu?”
Ya, suruh dia masuk …. !
Lalu Mila membukakan pintu untuk Dodi masuk ke ruangan bu Michele. Silahkan masuk pak Dodi.
Pagi bu Michele … Dodi menyapa sopan layaknya menghadap dan bertemu atasannya. Ada yang bisa saya bantu bu … hatinya masih terlihat kalut dan jantungnya berpacu cepat.
Silahkan duduk Dodi, sebentar ya … Michele mempersilahkan Dodi untuk duduk di sofa yang berada di ruangannya. Dalam hati Dodi masih bertanya kenapa dengan dia di panggil ke sini, apakah dia akan di marahi? … eh … tapi tadi ibu Michele tidak terlihat marah koq.
Lalu Michele, mendorong kursinya dan berdiri menuju sofa single di dekat Dodi. Dodipun yang melihat Michele berjalan ke arahnya, langsung berdiri dan memberi hormat dengan menundukkan kepalanya.
Sudah santai saja … di sini hanya ada saya dan kamu saja koq. Saya mau tanya saja … apakah Frans sering telat, ini sudah pukul 8.30an saya belum lihat dia masuk… Dodi berfikir sejenak dalam hati, ternyata oh ternyata, Frans sudah ada yang memperhatikannya, ada yang menunggunya … apa yang di perbuat semalam.? Wah beruntung banget si Frans bisa dapetin hatinya bu Michele.
Maaf bu Michele … Dodi kalau datang ke kantor selalu tepat waktu, tidak pernah terlambat, tapi hari ini Dodi meminta saya untuk menyampaikan ke ibu Yayuk, ijin datang terlambat sampai siang nanti dia baru masuk.
Ke mana dia….? Michele langsung memotong pembicaraan Dodi….
Tadi pagi sich pass telphone saya, dia bilang sedang di rumah sakit bu,…! Hah… ? rumah sakit mana, kenapa dengan dia? Sahut Michele memotong ucapan Dodi. Melihat ada ke khawatiran pada wajah Michele Dodi tersenyum sendiri… ternyata bossnya sedikit lebay juga yach. Biasa ajah kaleeee.... dalam hati Dodi tertawa.
Ada yang lucu Dod ? Michele bertanya datar.
Eh … maaf, gak ada sih bu, cuma baru kali ini Frans ada yang megkhawatirkan dia. Saya gak khawatir koq, Cuma sekedar tanya saja. Michele menyembunyikan rasa khawatir itu, agar tidak terlihat oleh Dodi. bagaimanapun Michele adalah seorang pimpinan tertinggi di kantornya, dia harus menjaga wibawanya dan harus bersikap biasa. Jadi rumah sakit mana, Michele bertanya lagi.
Oh, rumah sakit Graha Kasih bu, kata Dodi.
"Tapi tidak apa-apa kan dia … potong Michele bertanya.
“ Belum tahu bu, saya tadi juga bertanya dan di putus hpnya sepertinya dia tadi bicara terburu-buru, jelas Dodi sedikit kesel dengan sahabatnya itu. Baiklah… nanti kalau sudah masuk kantor, suruh Frans hubungi saya. Ada beberapa tugas yang ingin dia kerjakan untuk saya. ucap Michele berbohong, agar tidak terlihat mengkhawatirkan Frans. Bisa ajah boss cantik ini yach. Kamu boleh kembali kerja , sahut Michele. Thanks yach sudah meberi saya info Dod. Kemudian Dodi berjalan menuju pintu keluar ruangan Michele untuk kembali ke lantai 7, divisi marketing.
