Bab 8. Ternyata Tidak Seperti Kata Orang
Frans memakai helm dan menaruh tas backpacknya di depan dadanya dan Michele memakai jaketnya Frans. Setelah siap, Frans berkata… “kita jalan ya bu…” Okey …jawab Michele.
Motor Frans melaju cepat menyusuri jalan, melewati beberapa lampu lalu lintas, dan beberapa turunan serta tanjakan. Tanpa terasa hampir sampai mendekati rumah Michele … Seperti masih ingin bersama Frans, Michele mencari alasan untuk sedikit banyak ingin bertanya kepada Frans.
Frans …boleh mampir ke minimarket di ujung jalan ini, pinta Michele. Tanpa menjawab, Frans langsung berhenti di depan minimarket yang di katakan Michele. Frans sedikit bertanya dalam hati, apa yang dicari malam-malam begini. Dia bertanya dalam hati, tanpa berani bertanya kepada Michele. Dan Frans mengikuti Michele masuk ke dalam minimarket tersebut. Michele mencari minuman susu netral di rak yang sudah dia hafal letaknya, dan langsung menuju kasir. Setelah membayarnya, mereka keluar minimarket dan menuju tenda bundar berbentuk payung, dan duduk di sana.
Frans berkata; " Ibu tidak pulang, nanti kemalaman loh?" Kamu tidak keberatan kan, kita duduk sebentar di sini? tanya Michele. Tidak bu, hanya saja, saya takut ibu ada yang melihat di luar sini, malam-malam bersama seorang pria yang tidak jelas seperti saya.
Hai ... !?!
Kenapa kamu berfikiran seperti itu?
Saya tidak suka dengan pernyataan kamu barusan ... lagian kamu jelas koq, karyawan saya dan kamu seorang pria bertanggung jawab yang mau mengantar saya dan tidak menelantarkan saya di sini malam-malam. Apakah saya salah? jelas Michele meledek.
Maaf bu, saya hanya menjaga reputasi ibu dan hanya ingin menjaga hal yang tidak di inginkan terjadi, seperti gosip atau apalah ..... ? Hmm .. jawab Michele singkat.
Ini,… Michele menyerahkan susu netral kepada Frans. Tadi kita banyak minum ditempat karaoke, susu ini untuk menetralkan saja. “Minum” yang dimaksud, minum berkadar alkohol lebih dari 40 persen. Terima kasih bu, ucap Frans.
Frans … boleh saya meminta sesuatu kepada kamu? Michele sambil menatap Frans...
“Ya bu …
Tentu boleh dong selagi saya bisa melakukannya, jawab Frans. Michele menimpali perkataan Frans ...
“Mulai malam ini, dan detik ini, kamu jangan memanggil saya ibu yach … jika kita sedang berdua seperti sekarang ini, apalagi di luar jam kantor. Kamu boleh berbicara non formal kepada saya. Bagaimana?
Siap bu !!! Jawab Frans.
Hmm... Michele sedikit melotot kepada Frans.
Baiklah... perkataannya sempat terhenti, karena malu atau sungkan mengatakan nama.
Baiklah.... Michele.
Nah kalau begini kan enak ya... Mereka sama-sama tersenyum.
Oh ya, tadi waktu saya jalan pas pulang kantor, kenapa kamu menghampiri saya di jalan, bukankah kamu mengendarai motor kencang.
Oh itu... jawab Frans singkat. Kenapa yach... Frans melemparkan senyum kepada Michele.
Ya saya pas lihat saja ada wanita seperti yang saya kenal dengan baju seperti yang kamu gunakan sekarang ini, saya melihat ke kaca spion dan ternyata adalah kamu. Dan juga tadi saya melihat ke 3 pemuda berandal itu, melemparkan sesuatu ke arah saya, dan lalu saya inget kamu yang berjalan ke arah berandalan itu. Ya saya spontan balik arah, dan sampai dech di samping kamu.
Michele berkata dalam hati,… ternyata Frans peduli dan perhatian sama dia, hatinya senang sekali … masih ada toh yang masih perduli kepadanya.
Lalu kenapa kamu yakin saya mau pergi dan diajak kamu ke karaoke... kata Frans singkat, pasti maulah.. kan saya yang ajak, kalau berandal itu yang ajak kamu pasti menolaknya kan?
Ich... kamu apaan sich, sambil memukul tangan Frans. Spontan Frans kaget dan Michele pun berkata:” eeh, maaf”.
Reflek Frans... kata Michele dengan bercanda. Akhirnya mereka berdua tertawa.
Saya senang hari ini bisa jalan sama kamu dan thanks atas karaokenya. Kamu membuat hati saya bahagia hari ini. Dan maaf ya kejadian tadi pagi di kantor.
Frans tersenyum, melemparkan senyumannya yang paling indah ke Michele, dan berkata,” tidak apa-apa Michele, lagian saya yang salah juga kan. Dan tadi beneran loh saya tidak melihat apa-apa waktu di lift tadi, canda Frans.
Ich kamu … Michele tersipu malu dan mencubit kecil dibagian perut Frans. Nah yach … sekarang sudah berani cubit-cubit saya … jelas Frans. Michele menjawab… tidak apa-apa kan, lagian kamu kan teman saya sekarang … “teman atau teman ….” Canda Frans. Iya sungguh, teman …. ! Baiklah, saya catat …
Berarti hanya teman yach … bukaaaan … Frans terdiam sebentar melirik ke arah Michele. …. Pacar maksud kamu … ! Gak ach … kamu bukan tipe saya, lagian kan kamu karyawan saya. Apa kata orang satu kantor nanti. Frans sungguh terdiam … sepertinya mendalami kata-kata dari Michele barusan. Okey teman … mari kita pulang, dan Frans segera mengambil jaketnya dan memakaikannya kepada Michele.
