Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 4. Tidak Seperti Itu

Fransisco langsung mengancingkan bajunya ... dan kembali mengucapkan terima kasih kepada boss cantiknya. Frans melangkahkan kakinya menuju pintu, Michele berkata repleks, “maafkan saya Frans... “ Fransisco yang mendengarkan, pura-pura tidak mendengar dan langsung keluar pintu. Dari dalam ruangan Michele mendengar suara seseorang sedang berbicara dengan sekretarisnya...

.... ingat, bersihkan pikiran kotor yang terlintas dikepala loe Mil... gak seperti piktor loe ya... Mila melihat dari dalam kisi-kisi vertikal blind kaca mengetahui bahwa itu Frans yang berbicara, dan Michele tersenyum tersipu. Pikiran dalam hatinya, “ternyata Frans baik juga... dia bisa melindungi dirinya dari fitnah atau dugaan Mila sekretasrisnya. Lamunan pikirannya terhenti ketika Mila mengetuk pintu untuk yang ke 2 kalinya.

Ya masuk... Michele menjawab. “Maaf bu Michele, tadi saya tidak tahu kalau ibu sedang ada tamu, Mila berbicara sambil terbata-bata karena takut boss galaknya bakal memarahinya dan memecatnya. Mau dikasih makan apa ibunya kalau ia sampai di pecat. Ibunya Mila sudah tua, dan dia anak semata wayang ibunya, ayahnya sudah meninggal dunia, 3 tahun yang lalu. Sekarang Milalah satu-satunya harapn keluarga bersama ibu tercintanya.

“Mila, apa yang kamu lihat, tidak seperti yang kamu bayangkan... ingat itu ! Kalau ada terdengar gosip, saya pastikan kamu tidak akan kerja bersama saya lagi.” PAHAM !!! ... “Baik bu... saya paham maksud ibu, Mila menjawab dengan cepat.

Apa rencana hari ini untuk saya Mila.... “Mila menjelaskan dengan cepat kepada Michele untuk semua jadwal dan melaporkan tugas-tugas yang sudah Michele berikan kepadanya.

Di tempat lain …

Ting .... suara pintu lift lantai 7 berbunyi, Fransisco keluar dari lift sambil bersiul kecil menuju meja kerjanya... “Fraaaans....” teriakan keras dari dalam ruangan managernya terdengar hampir ke seluruh lantai 7 divisi marketing. Ya spontan saja, semua melihat ke arah meja Frans berada. Semua orang di divisi marketing ini, sudah paham betul apa yang selalu Frans lalukan kepada manager mereka, Bu Yayuk... Bu Yayuk merupakan salah satu manager yang ditakuti oleh penghuni lantai 7 dan beberapa divisi promosi dan perhotelan. Bu Yayuk merupakan senior yang sudah mengabdi hampir 10 tahun di perusahaan itu. Tidak ada yang berani melawan perintahnya, termasuk Frans yang sering dimarahi karena ulahnya.

Fransisco yang mendengarkan lonceng panggilannya berteriak, seketika dia langsung paham dan langsung menepok jidatnya dengan keras, sehingga teman dekatnya Dodi, Silvia, Iren dan Fauzi mendengarnya dengan jelas. Karena mereka duduknya berseberangan dan Dodilah yang berada di sebelah kanan Fransisco. Kenapa loe Frans... tanya Dodi dan teman lainya... “Gue lupa print laporan yang kemarin bu Yayuk minta. Gue janji pagi ini sebelum dia datang, sudah gue letakkan di mejanya. Haduuuuh.... segera Frans mengambil usb di kantong bajunya dan mencolokkan ke port usb komputer di mejanya. Silvia yang masih penasaran balik bertanya ke Frans. Frans... bukan loe bilang mau datang lebih awal hari ini. “... Iya gue sudah datang awal tadi, tapi...” Frans langsung terdiam tidak melanjutkan penjelasannya. ... Tapi apa, Fauzi menimpal. Loe kejebak di lift, atau motor loe kena paku asmara?

Dalam hati, Frans sempet kaget mendengar “kata-kata lift” ... kali ini dia tak dapat banyak bicara... Frans hanya menjawab sekenanya kepada teman-temannya itu. Tadi sebenernya gue sudah datang awal bro, tapi pas di lobby perut gue mendadak protes... dan mengajak mampir toilet di lantai lobby. Ya sudah gue singgah di sana sebentar. Iren nyambung dengan latah.... “eh, sudah cebok belum loe Frans...” Orang disekitar meja Iren melihat ke arah Frans dan Iren.

Ibu Yayuk yang sedari tadi menunggu laporan berjalan menuju meja Frans dan membanting laporan yang Frans berikan 2 hari lalu, tepat dihadapan Frans ... dan Frans otomatis kaget dan loncat dari kursinya... eh kodok loe... saking kagetnya. Dikira Frans adalah temannya yang lain sedang bercanda... ternyata, bu Yayuk. “ Ke ruangan saya sekarang, dengan wajah mengerikan tanpa banyak omong... Frans mengikuti bu Yayuk. Semua teman-teman dekatnya saling bertatapan dan bertanya-tanya begitu juga teman lainnya. Tapi tidak secemas teman dekatnya Frans.

“Tutup pintu” perintah bu Yayuk... Ke 4 temannya itu melihat Frans menunduk sambil berdiri dan melihat bu Yayuk sedang berpidato dihadapan Frans... dengan muka sangarnya. Frans tampak sekilas menganggukkan kepalanya... tanda menyetujui sesuatu.

Dan... tiba-tiba Frans ke luar ruangan bu Yayuk, sambil menundukan kepala dan lemas berjalan ke arah mejanya. Ke 4 temannya itupun dibuat bingung dan penasaran dengan apa yang ibu Yayuk katakan. Anggaplah teman atau sahabatnya itu, sangat care dengan Frans. Silvia langsung bertanya: “ kenapa Frans...?” Dengan lemas dan suara datar Frans, dia mengutarakan apa yang bu Yayuk katakan di dalam tadi.... “Gue mau dipindah ke Hotel Sanggraloka di Bandung, guys. Karena disana lagi membutuhkan marketing, 2 orang marketing disana dikeluarkan karena kedapatan mempermainkan data customer Hotel Sanggraloka. Ke 4 sahabatnya terdiam.

Sebenernya bu Yayuk tidak ingin memindahkan Frans ke Hotel Sanggraloka, karena selama ini dia menganggap Frans, seperti anak sendiri dan Frans salah 1 marketing terbaiknya yang bisa dia percaya. Ya walaupun Frans sering kali berbuat ulah dan selalu berdebat dengan bu Yayuk. Tapi bu Yayuk tidak kuasa menolak permintaan dari Direktur Hotel Sanggraloka, ibu Siska Gunawan. Dan termasuk orang yang cukup berpengaruh di Group PT. Flamingo Karya Utama.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel